Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kumcer dan Novela Horor Klasik Underrated dari Penulis Perempuan

3 min read
5 Kumcer dan Novela Horor Klasik Underrated dari Penulis Perempuan
Pomegranate Seed dan Tenung (dok. Penguin/Pomegranate Seed | dok. Moooi Pustaka/Tenung)
  • Artikel merekomendasikan lima kumcer dan novela horor klasik karya penulis perempuan yang minim eksposur, kini diterbitkan ulang atau hadir dalam edisi baru.
  • Tenung karya Mary Shelley mengisahkan barter tubuh dengan monster, sementara Pomegranate Seed karya Edith Wharton menghadirkan surat misterius dari istri mendiang seorang duda.
  • Moths, The Witch and the Priest, serta The Fate of Mary Rose mengangkat obsesi, arwah penyihir, rasa bersalah, perselingkuhan, dan dampak kasus kriminal pada keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sedang cari bacaan pendek, tapi yang ngeri dan menegangkan? Coba tengok beberapa kumpulan cerpen (kumcer) dan novela (novel pendek) horor berikut ini. Klasik dan dibuat oleh penulis perempuan yang beberapa sudah terkenal, sayangnya, mereka masih minim eksposur.

Mereka kemudian diterbitkan ulang dengan sampul baru dan tentunya sudah melalui kurasi yang panjang. Penasaran? Silakan cek 5 buku fiksi berikut, siapa tahu cocok di kantongmu.

  1. 1. Tenung (Mary Shelley)

    Tenung karya Mary Shelley
    Tenung karya Mary Shelley (dok. Moooi Pustaka/Tenung)

    Tenung adalah buku kumcer horor Mary Shelley yang baru saja diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit lokal. Judul aslinya Transformation, sebuah cerpen tentang seorang pemuda bernama Guido yang ketika jatuh miskin tergoda melakukan barter dengan sesosok monster.

    Mereka bertukar tubuh selama 3 hari dengan imbalan harta untuk Guido setelah perjanjian berakhir. Namun, benarkah sang monster akan menepati janjinya? Selain Transformation, buku ini juga mencakup beberapa cerpen lain karya Shelley yang masih jarang dipublikasikan.

  2. 2. Pomegranate Seed (Edith Wharton)

    Pomegranate Seed and Other Ghostly Tales karya Edith Wharton
    Pomegranate Seed and Other Ghostly Tales karya Edith Wharton (dok. Penguin/Pomegranate Seed)

    Diterbitkan sebagai bagian dari seri horor klasik Penguin, Pomegranate Seed adalah kumcer milik Edith Wharton yang sebelumnya dikenal sebagai spesialis novel sosial-romantis. Dalam cerpen Pomegranate Seed, Wharton masih menyertakan lanskap kelas sosial dan dampaknya terhadap hubungan antarmanusia. Hanya saja, pendekatan yang digunakan adalah horor dan teror.

    Lakonnya adalah Charlotte Ashby, perempuan yang menikahi seorang duda bernama Kenneth. Satu hari, ia menemukan surat-surat membanjiri rumahnya, semuanya ditujukan kepada sang suami dan dikirim dari istri Kenneth yang sudah meninggal. Bagaimana bisa? Kebingungan itu diperparah oleh keengganan suaminya untuk mencari tahu dan sikap ibu mertuanya yang menganggapnya paranoid.

  3. 3. Moths (Rosalind Ashe)

    Moths karya Rosalind Ashe
    Moths karya Rosalind Ashe (dok. Penguin/Moths)

    Moths adalah cerita seorang pria bernama Harry yang terobsesi pada sebuah rumah mewah berjuluk Dower House. Tak lama, pasutri bernama James dan Nemo mengakuisisi rumah tersebut dan melakukan berbagai renovasi. Lama-kelamaan obsesi Harry terhadap rumah itu bergeser. Harry menemukan dirinya terpikat pada sosok Nemo yang menurut amatannya selalu dikelilingi pria-pria saat suaminya pergi berdinas ke luar kota. Nemo dianalogikan sebagai cahaya yang dikerubungi lalat dan menjebak mereka sampai mati.

  4. 4. The Witch and the Priest (Hilda Lewis)

    The Witch and the Priest karya Hilda Lewis
    The Witch and the Priest karya Hilda Lewis (dok. Penguin/The Witch and the Priest)

    Pendeta Samuel Fleming menemukan dirinya bisa berbicara dengan sosok arwah penyihir bernama Joan Flower. Joan yang tewas karena dieksekusi oleh gereja bertahun-tahun lalu menceritakan pengalaman hidup dan alasannya masih gentayangan di alam manusia.

    Di sisi lain, Fleming masih dihantui rasa bersalah karena membiarkan anak-anak perempuannya mengalami nasib serupa dengan Joan. Dialog mereka bikin kita ikut merasakan kepelikan, keraguan, dan dilema yang sama. Siapa sebenarnya yang berhak menentukan siapa yang salah dan benar?

  5. 5. The Fate of Mary Rose (Caroline Blackwood)

    The Fate of Mary Rose karya Caroline Blackwood
    The Fate of Mary Rose karya Caroline Blackwood (dok. Virago/The Fate of Mary Rose)

    Rowan adalah pria yang bekerja di London dan menjalani hubungan jarak jauh dengan anak istrinya. Di London, Rowan punya selingkuhan dan jelas ia bukan sosok pria teladan yang bisa diandalkan, apalagi setia.

    Namun, semua berubah ketika sebuah kasus penculikan dan pembunuhan menggegerkan kampung halamannya dan bikin istrinya paranoid parah. Cressida, sang istri sampai mengurung dan memproteksi anaknya secara berlebihan gara-gara kasus tersebut. Awalnya gak ambil pusing, Rowan mulai iba dan khawatir terhadap keselamatan dan kondisi psikis putrinya di bawah asuhan Cressida. Apa yang kiranya bakal dilakukan Rowan?

    Kumcer dan novela horor cocok buat kamu yang sedang mengalami reading slump. Gak bertele-tele, serunya dapat, dan ditulis oleh perempuan pula, tentunya ceritanya segar dan beda. Ada pengalaman spesifik soal perempuan yang terselip di sana. Jangan tunda lagi, deh!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More