Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lulus Kuliah Tak Selalu Lega, Ini Tantangan yang Dihadapi!
ilustrasi mahasiswa lulus kuliah (pexels.com/George Pak)
  • Tahun pertama setelah lulus kuliah sering terasa membingungkan karena lulusan menghadapi perubahan hidup, keputusan mandiri, serta harapan yang belum tentu sesuai kenyataan.
  • Pencarian kerja dapat memicu tekanan, terutama saat pekerjaan impian atau posisi sesuai jurusan belum diperoleh; prosesnya membutuhkan waktu dan kadang membuka peluang mempelajari keterampilan baru.
  • Tanpa jadwal akademik, lulusan perlu menetapkan tujuan sendiri sambil menghadapi kebutuhan finansial yang makin mandiri, meski pemasukan dan tabungan belum stabil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah lulus kuliah, tahun pertama bisa menjadi fase yang cukup berat dan penuh kebingungan. Mulai dari menentukan arah hidup, mencari pekerjaan, hingga menghadapi berbagai tekanan dari lingkungan sosial. Kehidupan pun mulai berubah. Kamu bukan lagi mahasiswa yang memiliki jadwal kuliah, tugas, dan ujian, tetapi mulai dihadapkan pada berbagai keputusan tentang kehidupan setelahnya.

Berbagai tantangan nyata dapat muncul ketika harapan dan rencana yang selama ini dibangun ternyata tidak berjalan sesuai kenyataan. Hal tersebut tentu bisa membuat pikiran terasa semakin berat. Ini bukan lagi tentang bagaimana mendapatkan nilai yang bagus, tetapi bagaimana menentukan langkah dan membangun kehidupan yang ingin kamu jalani. Lantas, mengapa tahun pertama setelah lulus kuliah dapat terasa begitu berat? Simak beberapa alasannya berikut ini!

1. Tidak langsung mendapatkan pekerjaan

Ilustrasi seorang mencari pekerjaan (pexels.com/Ron Lach)

Setelah menjalani pendidikan selama kurang lebih empat tahun dan akhirnya dinyatakan lulus, banyak mahasiswa mulai mencari pekerjaan untuk melanjutkan perjalanan hidupnya. Sebagian lulusan tentu memiliki harapan untuk bisa segera bekerja di tempat yang sesuai dengan keinginan dan bidang yang diminati.

Dilansir Collegiate Parent, harapan untuk mendapatkan “pekerjaan sempurna” segera setelah lulus dapat membuat masa transisi terasa menegangkan. Semakin dekat dengan kelulusan, kekhawatiran mengenai pekerjaan juga dapat semakin besar, terutama ketika seseorang merasa belum menemukan posisi yang sesuai dengan ekspektasinya.

Perasaan tersebut tentu tidak mudah dihadapi, terutama ketika rencana dan impian yang sudah disusun sejak lama ternyata tidak dapat langsung terealisasi. Pada akhirnya, proses mencari pekerjaan membutuhkan waktu dan tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana.

2. Tidak ada lagi batas waktu yang jelas

ilustrasi kebingungan (unsplash.com/Tim Gouw)

Sejak kecil, banyak orang terbiasa hidup dengan berbagai batas waktu. Selama hampir 18 tahun menjalani pendidikan, setiap jenjang memiliki target dan batas waktu yang jelas untuk diselesaikan. Namun, kondisi tersebut berubah setelah lulus kuliah. Tidak ada lagi jadwal perkuliahan, tugas, ujian, atau semester yang menjadi pengingat bahwa kamu perlu menyelesaikan sesuatu dalam waktu tertentu. Sekilas, hal tersebut mungkin terasa seperti kebebasan.

Namun, kebebasan tersebut juga bisa membuat seseorang merasa kehilangan arah ketika belum memiliki tujuan yang jelas. Setelah lulus, kamu mulai memiliki tanggung jawab untuk menentukan sendiri apa yang ingin dicapai dan kapan ingin mencapainya.

“Saat tahun pertama setelah kelulusan, saya merasa seperti tidak lagi memiliki tujuan. Itu karena sekarang saya bertanggung jawab untuk menetapkan tujuan saya sendiri,” ungkap Cambria Pilger, penulis lepas dan administrator komunikasi & pengembangan, dikutip dari Collegiate Parent.

3. Sulit mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang dipelajari

Ilustrasi Sulit Mendapatkan Pekerjaan (pexels.com/energepic.com)

Kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang dipelajari selama kuliah juga dapat menjadi tantangan bagi lulusan baru. Pekerjaan yang tersedia terkadang tidak sejalan dengan jurusan atau keterampilan yang sudah dipelajari selama bertahun-tahun.

Kondisi tersebut dapat membuat masa transisi setelah lulus terasa lebih berat, terutama ketika seseorang memiliki ekspektasi untuk bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Namun, bekerja di luar bidang yang dipelajari bukan berarti pendidikan yang sudah ditempuh menjadi sia-sia. Situasi tersebut justru dapat menjadi kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru dan mengenali bidang lain yang mungkin sesuai dengan kemampuan serta minat.

4. Belum memiliki pemasukan yang stabil

ilustrasi tidak memiliki uang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kondisi finansial juga dapat menjadi salah satu tantangan setelah lulus kuliah. Ketika mulai memasuki dunia kerja, seseorang perlahan perlu belajar memenuhi kebutuhan finansial secara lebih mandiri. Jika sebelumnya masih mendapatkan uang saku atau bantuan dari orangtua, setelah lulus kamu mungkin mulai perlu memenuhi sebagian atau seluruh kebutuhan sendiri. Di sisi lain, belum tentu kamu sudah memiliki pekerjaan dengan pemasukan yang stabil atau tabungan yang cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

“Dulu aku mengira akan punya tabungan setahun setelah lulus kuliah. Namun, ini bukan kuliah di mana orang tua bisa mentransfer uang atau mengirimkan uang, atau apa pun. Kamu benar-benar harus mulai membayar sendiri, dan jika kamu punya pinjaman mahasiswa, kamu akan semakin terpukul dalam hal menabung,” ungkap Kelly Bishop, penulis, dikutip dari Thought Catalog.

Berbagai tantangan tersebut dapat membuat tahun pertama setelah lulus kuliah terasa cukup berat. Setelah meninggalkan kehidupan sebagai mahasiswa, kamu mulai memasuki fase baru dengan tanggung jawab dan pilihan yang lebih beragam. Meski begitu, tidak ada aturan bahwa seseorang harus langsung memiliki pekerjaan impian, tujuan hidup yang jelas, atau kondisi finansial yang stabil setelah lulus. Masa setelah kuliah merupakan proses transisi yang dapat dijalani secara bertahap

Curated For You

Editorial Team

Related Article