Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penasaran Kuliah di Jurnalistik Belajar Apa Saja? Ini Rangkumannya

Penasaran Kuliah di Jurnalistik Belajar Apa Saja? Ini Rangkumannya
ilustrasi praktik liputan (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • Jurusan Jurnalistik mengajarkan mahasiswa mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi secara akurat serta bertanggung jawab, tidak hanya sekadar menulis berita.
  • Mahasiswa mempelajari berbagai keterampilan seperti teknik menulis berita, wawancara, public speaking, broadcasting, hingga pengelolaan media digital dan media sosial.
  • Kuliah jurnalistik juga mencakup praktik lapangan, pemahaman hukum dan etika media, serta pembentukan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi di era digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Banyak orang membayangkan kuliah di jurusan Jurnalistik itu isinya mahasiswa yang sibuk wawancara narasumber sambil membawa kamera dan recorder ke mana-mana. Padahal, jurusan ini jauh lebih luas dari sekadar belajar menulis berita. Di jurusan jurnalistik, mahasiswa belajar bagaimana mencari informasi, mengolah fakta, sampai menyampaikan cerita kepada publik dengan cara yang menarik dan tetap akurat. Cocok untuk individu yang senang ngobrol, penasaran dengan banyak hal, suka isu sosial, atau bahkan hobi bikin konten.

Menariknya lagi, dunia jurnalistik sekarang bukan hanya soal koran atau televisi. Media digital membuat jurusan ini berkembang pesat. Mahasiswa jurnalistik juga belajar memproduksi podcast, video berita, sampai mengelola media online dan media sosial. Nah, kalau kamu penasaran sebenarnya apa saja yang dipelajari di jurusan jurnalistik, ini dia beberapa materi yang biasanya dipelajari selama kuliah.

1. Dasar-dasar jurnalistik

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah
ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (unsplash.com/Timur Shakerzianov)

Di awal kuliah, mahasiswa biasanya dikenalkan dulu dengan dunia jurnalistik secara umum. Mulai dari sejarah pers, fungsi media, sampai etika jurnalistik. Di sini mahasiswa belajar bahwa menjadi jurnalis bukan hanya soal cepat menyampaikan berita, tapi juga harus bertanggung jawab terhadap informasi yang disebarkan. Salah sedikit saja, dampaknya bisa besar. Biasanya ada juga pembahasan tentang kode etik jurnalistik, hak jawab, hingga pentingnya verifikasi fakta sebelum berita dipublikasikan.

2. Teknik menulis berita

ilustrasi menulis dengan laptop (pexels.com/Christina Morillo)
ilustrasi menulis dengan laptop (pexels.com/Christina Morillo)

Ini salah satu materi utama di jurusan jurnalistik. Mahasiswa belajar bagaimana cara menulis berita yang jelas, padat, dan menarik dibaca. Ada teknik khusus dalam penulisan berita, misalnya penggunaan unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how).

Bukan hanya berita straight news, mahasiswa juga belajar menulis feature, artikel opini, profil tokoh, hingga liputan mendalam. Awalnya mungkin terasa kaku karena gaya penulisan jurnalistik berbeda dengan menulis cerita biasa. Namun, lama-lama justru seru karena kita belajar menyampaikan informasi dengan efektif.

3. Teknik wawancara

ilustrasi wawancara
ilustrasi wawancara (pexels.com/cottonbro studio)

Jurnalis identik dengan wawancara, jadi mahasiswa jurnalistik juga dilatih bagaimana cara menggali informasi dari narasumber. Mulai dari menyusun pertanyaan, membangun komunikasi, sampai menghadapi narasumber yang sulit diwawancarai. Keterampilan ini berguna sekali, bahkan di luar dunia media. Banyak lulusan jurnalistik jadi lebih percaya diri saat berbicara dengan orang lain karena sudah terbiasa melakukan interview.

4. Public speaking dan broadcasting

ilustrasi menjadi presenter
ilustrasi menjadi presenter (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Di beberapa kampus, jurusan jurnalistik juga berkaitan erat dengan dunia broadcasting. Mahasiswa bisa belajar menjadi presenter, news anchor, reporter televisi, atau penyiar radio. Ada latihan membaca naskah berita, teknik vokal, sampai tampil di depan kamera. Untuk mahasiswa yang awalnya pemalu, biasanya lama-lama jadi lebih berani ngomong di depan umum karena sering praktik.

5. Jurnalistik digital dan media sosial

ilustrasi membuat konten (pexels.com/CoWomen)
ilustrasi membuat konten (pexels.com/CoWomen)

Perkembangan internet membuat dunia media berubah total. Karena itu, mahasiswa jurnalistik sekarang juga belajar soal media digital. Mulai dari membuat konten untuk website berita, memahami SEO dasar, mengelola media sosial, sampai mempelajari tren audiens online.

Bahkan, beberapa kampus mulai mengajarkan data journalism dan mobile journalism, yaitu teknik membuat berita hanya dengan smartphone. Jadi, jangan bayangkan jurusan jurnalistik hanya berkutat di ruang redaksi koran ya. Dunia digital sekarang jadi bagian yang sangat penting.

6. Hukum dan etika media

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah
ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (pexels.com/Monstera Production)

Mahasiswa jurnalistik juga belajar tentang hukum yang berkaitan dengan media dan penyebaran informasi. Misalnya, soal pencemaran nama baik, UU ITE, hak cipta, privasi, dan kebebasan pers. Materi ini penting supaya calon jurnalis tahu batasan dalam membuat dan menyebarkan konten.

7. Praktik liputan langsung

ilustrasi praktik liputan
ilustrasi praktik liputan (pexels.com/cottonbro studio)

Salah satu hal yang membuat jurusan jurnalistik seru adalah praktik lapangan. Mahasiswa biasanya diminta meliput suatu peristiwa secara langsung. Bisa acara kampus, fenomena sosial, konser, bahkan isu politik. Dari situ mereka belajar menghadapi deadline, mencari sudut pandang berita, sampai bekerja di bawah tekanan waktu. Mirip seperti kerja di dunia media sungguhan. Kadang lelah, tapi pengalaman seperti ini justru membuat banyak mahasiswa merasa kuliahnya lebih hidup.

Pada akhirnya, jurusan jurnalistik bukan sekadar belajar membuat berita. Jurusan ini juga melatih cara berpikir kritis, kemampuan komunikasi, dan keberanian untuk mencari fakta di tengah banjir informasi seperti sekarang. Dan di era digital, skill seperti itu justru makin dibutuhkan di banyak bidang kerja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More