Kalau sekarang kita bisa curhat lewat chat, bikin close friends, atau menulis isi hati di notes, perempuan di China ratusan tahun lalu punya cara yang jauh lebih unik. Mereka menciptakan tulisan sendiri untuk berbagi cerita, perasaan, dan pengalaman hidup dengan sesama perempuan. Namanya Nüshu, sistem tulisan yang berkembang di Jiangyong, Provinsi Hunan, China.
Sekilas, bentuknya memang terlihat seperti simbol-simbol kecil yang cantik, ramping, dan miring. Tapi, Nüshu bukan sekadar tulisan unik yang terlihat estetik. Sistem ini lahir ketika akses perempuan terhadap pendidikan masih terbatas dan kemudian menjadi ruang bagi mereka untuk menyimpan cerita yang mungkin gak bisa disampaikan secara terbuka. Jadi, sebenarnya apa yang membuat Nüshu begitu istimewa?
