Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Novel dengan Latar Mewah yang Bikin Pembaca Ikut Terbuai
film adaptasi novel Rebecca (dok. Netflix/Rebecca)

Novel dengan latar mewah selalu punya daya tarik tersendiri. Hotel megah, rumah besar di tepi pantai, pulau pribadi, hingga kereta dengan kabin kelas satu bisa menjadi tempat yang sempurna untuk membawa pembaca masuk ke dunia penuh kemewahan. Namun, suasana indah tersebut sering kali menyimpan rahasia, konflik, bahkan pembunuhan.

Alih-alih hanya menjadikan kemewahan sebagai hiasan, kelima novel berikut memanfaatkan lokasi eksklusif sebagai bagian penting dari cerita. Ada yang membuat tempat mewah terasa seperti ruang penuh kecurigaan, sementara lainnya justru menyembunyikan sisi gelap di balik kehidupan serba nyaman. Kalau suka cerita misteri dengan atmosfer kuat, novel-novel ini bisa masuk ke daftar bacaan.

1. Murder on the Orient Express — Agatha Christie

Murder on the Orient Express (agathachristie.com)

Kereta Orient Express dalam novel klasik ini mungkin bukan hotel, tetapi suasananya tidak kalah mewah. Kabin tidur yang nyaman, gerbong makan yang elegan, pelayan yang selalu mengawasi, dan para penumpang dari berbagai latar belakang membuat perjalanan terasa seperti menginap di hotel eksklusif yang terus bergerak. Masalahnya, kemewahan tersebut berubah menjadi penuh kecurigaan setelah salah satu penumpang ditemukan tewas.

Hampir semua orang di dalam kereta memiliki sesuatu yang ingin disembunyikan. Agatha Christie sangat piawai memanfaatkan ruang yang terbatas untuk membangun ketegangan. Di tengah perjalanan yang terjebak salju, para penumpang tidak bisa pergi ke mana-mana sehingga setiap tatapan dan percakapan terasa mencurigakan. Detail interior yang mewah justru membuat situasinya semakin kontras dengan misteri pembunuhan yang terjadi.

2. The Fury — Alex Michaelides

The Fury (alexmichaelides.com)

The Fury membawa pembaca ke lokasi yang jauh lebih eksotis. Novel karya Alex Michaelides ini berlatar sebuah pulau pribadi di Yunani yang indah, tetapi juga terasa terisolasi. Di sana, seorang mantan bintang film dan orang-orang terdekatnya berkumpul dalam suasana yang awalnya tampak menyenangkan.  Namun, angin kencang dan lingkungan pulau yang terpencil perlahan menciptakan atmosfer yang semakin tidak nyaman.

Di balik pemandangan cantik dan kehidupan serba mewah, tersimpan kisah tentang kesetiaan serta balas dendam. Michaelides membuat pulau tersebut terasa seperti karakter tersendiri yang ikut memengaruhi suasana cerita. Semakin jauh kisahnya berkembang, semakin sulit bagi pembaca untuk membedakan mana hubungan yang tulus dan mana yang dibangun atas kepentingan tertentu.

3. Rebecca — Daphne du Maurier

Rebecca (penguinrandomhouse.com)

Manderley, rumah megah dalam Rebecca, adalah contoh sempurna tentang bagaimana sebuah tempat mewah bisa terasa sekaligus indah dan mengintimidasi. Rumah besar di pesisir Cornwall tersebut menjadi kediaman baru seorang perempuan muda setelah menikah dengan pria kaya dan berstatus tinggi. Sekilas, kehidupan barunya terlihat seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

Namun, bayang-bayang Rebecca, istri pertama sang suami, masih terasa di hampir setiap sudut rumah. Daphne du Maurier menggunakan Manderley untuk memperkuat ketegangan psikologis sepanjang cerita. Kemewahan rumah tersebut tidak memberikan rasa aman kepada sang tokoh utama, justru membuatnya semakin sadar bahwa dirinya seperti orang asing di tempat sendiri.

4. Murder at the Hotel Orient — Alessandra Ranelli

Murder at the Hotel Orient (goodreads.com)

Seperti judulnya, Murder at the Hotel Orient mengajak pembaca masuk ke sebuah hotel terkenal di Wina. Namun, hotel ini bukan penginapan biasa karena memiliki reputasi sebagai love hotel yang menyimpan banyak cerita di balik pintunya. Ketika sebuah pembunuhan terjadi, sang concierge harus berusaha menemukan pelaku sekaligus membersihkan namanya sendiri.

Situasi menjadi semakin rumit karena penyelidikan berlangsung di lingkungan yang penuh rahasia pribadi. Novel debut Alessandra Ranelli ini memadukan elemen whodunnit dengan lokasi yang tidak biasa. Hotel menjadi ruang tempat berbagai karakter dengan kehidupan dan kepentingan berbeda saling bertemu, sehingga setiap orang bisa saja memiliki alasan untuk menyembunyikan sesuatu.

5. The Maid — Nita Prose

The Maid (penguinrandomhouse.com)

The Maid membawa pembaca ke Regency Grand Hotel, tempat Molly Gray bekerja sebagai seorang petugas kebersihan kamar. Hotel mewah tersebut terlihat sempurna dari sisi para tamu, tetapi Molly mengetahui banyak hal yang terjadi di balik pintu-pintu kamar. Kehidupannya berubah ketika seorang tamu ditemukan meninggal dan dirinya ikut terseret dalam penyelidikan.

Dari penthouse hingga sudut-sudut hotel yang jarang diperhatikan tamu, Molly perlahan menemukan bahwa tidak semua orang di tempat mewah tersebut bisa dipercaya. Salah satu daya tarik novel Nita Prose adalah cara cerita melihat kehidupan hotel dari sudut pandang staf, bukan tamu. Pembaca dapat melihat bagaimana kemewahan dan pelayanan yang sempurna dibangun dari kerja keras orang-orang yang berada di belakang layar.

Kemewahan justru bisa menjadi latar sempurna untuk menyembunyikan rahasia, konflik, dan kejahatan yang tidak terduga. Dari kelima novel dengan latar mewah tersebut, mana yang paling ingin kamu baca terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article