Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Novel Elizabeth Taylor untuk Dapat Referensi Tokoh Perempuan Akurat

5 Novel Elizabeth Taylor untuk Dapat Referensi Tokoh Perempuan Akurat
rekomendasi novel Elizabeth Taylor (dok. Virago/The Blush | dok. NYRB/A Game of Hide and Seek)
Intinya Sih
  • Elizabeth Taylor dikenal sebagai penulis Inggris yang fokus pada perspektif perempuan, menggambarkan emosi dan keresahan mereka dengan realistik serta tetap relevan hingga kini.
  • Lima novelnya—The Blush, The Soul of Kindness, Angel, A Game of Hide and Seek, dan A View of the Harbour—menyoroti isu kelas sosial, moralitas, cinta, dan kompleksitas kehidupan perempuan.
  • Karya-karyanya dianggap ideal untuk analisis sastra modern karena mengangkat tema gender dan dinamika sosial yang dekat dengan pengalaman pembaca masa kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa penulis klasik perempuan favoritmu? Jane Austen, Bronte Bersaudara, atau Virginia Woolf? Coba kenalan juga dengan Elizabeth Taylor, yuk! Berbagi nama dengan aktris Hollywood era 50-an, mereka ternyata dua individu berbeda.

Elizabeth Taylor di ranah sastra dikenal sebagai penulis Inggris yang setia memakai perspektif perempuan. Ia jeli mendeksripsikan perasaan dan kecemasan khas perempuan yang mewakili pembaca dan masih relevan dibaca sampai sekarang. Serealistis apa sih karakter-karakter ciptaan Taylor, ini 5 novel terbaiknya.

1. The Blush

The Blush Elizabeth Taylor
The Blush karya Elizabeth Taylor (dok. Virago/The Blush)

The Blush adalah kisah Mrs. Allen, perempuan menengah atas yang tak punya anak. Kondisi itu membuatnya terbiasa menghabiskan hari-harinya bersama beberapa asisten rumah tangga yang gemar bergosip dan sambat soal urusan rumah mereka. Dalam novel ini, Elizabeth Taylor menyenggol divisi kelas, privilese, sampai keresahan khas perempuan yang berkaitan erat dengan peran reproduksi serta pengasuhan.

2. The Soul of Kindness

The Soul of Kindness Elizabeth Taylor
The Soul of Kindness karya Elizabeth Taylor (dok. Virago/The Soul of Kindness)

Kali ini berkenalanlah dengan Flora, perempuan kelas menengah yang hidupnya tampak sempurna. Ia tak punya kesulitan untuk bersosialisasi dan bergaul. Hidupnya selalu dikelilingi orang yang suportif. Sampai satu hari, ia bertemu dengan satu sosok yang menantangnya. Tidak seperti orang-orang di sirkel pertemanannya, sosok baru itu berhasil mengekspos kemunafikan Flora.

3. Angel

Angel Elizabeth Taylor
Angel karya Elizabeth Taylor (dok. NYRB/Angel)

Buku ini tentang Angelica Deverell, remaja yang dicap prodigy karena kepiawaiannya menulis. Ia berhasil menyakinkan penerbit untuk merilis novelnya dan ternyata sukses besar. Sejak itu, hidupnya berubah, sikap narsisnya makin menjadi-jadi. Masalah lainnya, ia tak ambil pusing dengan saran orang di sekitarnya gara-gara kesuksesan itu. Etika tak lagi jadi pertimbangan karena semakin problematik ceritanya, semakin banyak orang yang menyukai karyanya.

4. A Game of Hide and Seek

A Game of Hide and Seek
A Game of Hide and Seek karya Elizabeth Taylor (dok. NYRB/A Game of Hide and Seek)

A Game of Hide and Seek memakai sudut pandang Harriet yang jatuh cinta pada teman masa kecilnya, Vassey. Namun, ia tak pernah menyatakannya sampai Vassey merantau ke luar kota untuk kuliah dan tak pernah berkabar lagi. Harriet dan Vassey pun melanjutkan hidup dengan pasangan masing-masing. Sampai Vassey pulang ke kota asalnya dan bertemu lagi dengan teman masa kecilnya itu. Tak ada karakter sempurna di sini, pembaca pun dibuat bimbang untuk menyalahkan satu pihak seolah mengingatkan kita kalau hidup kadang memang serumit itu untuk dipahami.

5. A View Of The Harbour

A View of the Harbour
A View of the Harbour karya Elizabeth Taylor (dok. NYRB/A View of the Harbour)

Mirip novel sebelumnya, A View of the Harbour berhasil memotret kerumitan hidup yang terjadi di sebuah desa. Ada beberapa penduduk yang jadi lakon di sini. Mulai dari seorang janda yang berselingkuh dengan suami sahabatnya sendiri, lansia difabel yang hanya bisa mengamati dunia luar dari jendela, janda kesepian yang diliputi keresahan sampai pensiunan pelaut yang berusaha menebus dosa-dosanya.

Elizabeth Taylor adalah penulis yang tulisan-tulisannya ideal jadi bahan analisis. Penyuka isu gender dan kepenulisan naratif secara umum wajib deh baca setidaknya satu cerita buatannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us