Apa Itu Arti Chronically Online yang Jadi Istilah Hits Gen Z?

- Istilah 'chronically online' menggambarkan seseorang yang terlalu lama dan intens berada di dunia maya hingga memengaruhi kehidupan nyata.
- Fenomena ini berkaitan dengan kesehatan mental karena penggunaan internet berlebihan dapat memicu kecemasan, depresi, kesepian, serta gangguan tidur.
- Untuk menghindarinya, disarankan membuat batasan waktu layar dan membangun rutinitas mindful agar lebih hadir di kehidupan nyata.
Media sosial kini bukan sekadar hiburan. Justru, beragam media sosial dan platform lainnya di internet membuat banyak orang terbiasa menggulir media sosial dan mengonsumsi banyak informasi. Tanpa sadar, kebiasaan menggulir media sosial malah berlangsung sampai berjam-jam. Fenomena ini merujuk pada istilah baru, yaitu chronically online.
Pernah mendengar istilah 'chronically online'? Istilah ini sedang ramai dipakai oleh gen Z dan populer di kalangan pengguna internet. Namun, apa arti sesungguhnya dari 'chronically online'? Apakah berhubungan erat dengan kesehatan mental?
1. Arti chronically online

Cambridge Dictionary mendefinisikan chronically sebagai kata keterangan yang menjelaskan suatu hal berlanjut untuk waktu yang lama. Menurut Urban Dictionary, chronically online didefinisikan sebagai seseorang yang online dan selalu terpapar oleh internet. Internet menjadi suatu hal yang ia konsumsi sepanjang waktu sampai memengaruhi kehidupan aslinya.
Dilansir Calm, chronically online awalnya merupakan istilah yang ditujukan kepada seseorang yang tenggelam dalam aktivitasnya di dunia maya sampai ia terlepas dari kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, internet sudah menjadi dunianya sendiri. Istilah ini kemudian berkembang dan sering dipakai untuk menggambarkan seseorang yang terlalu intense menghabiskan banyak waktu di internet.
Chronically online bukan sekadar menghabiskan waktu di depan layar. Istilah ini juga menjelaskan bagaimana internet bisa memengaruhi seseorang dan hubungannya dengan dunia nyata.
2. Chronically online sangat berhubungan dengan kesehatan mental

Dilansir Calm, chronically online bisa memengaruhi kesehatan mental. Terlalu banyak menghabiskan waktu di internet nyatanya memberikan beberapa dampak negatif. Calm menjelaskan beberapa riset yang menemukan keterkaitan antara penggunaan media sosial berlebihan terhadap gejala kecemasan, depresi, dan kesepian.
Chronically online menandakan bahwa seseorang terbiasa scrolling tanpa sadar waktu. Ini bisa mengakibatkan gangguan tidur hingga perubahan fungsi otak. Konten-konten instan yang dikonsumsi bisa memberikan stimulasi pada otak hingga rasanya keseharian dalam dunia nyata justru tidak lagi memuaskan.
3. Ini caranya supaya gak terus menerus chronically online

Gen Z merupakan generasi yang dekat dan tumbuh bersama internet. Namun, sebenarnya chronically online gak cuma terjadi pada gen Z saja. Berbagai kelompok usia lainnya juga bisa disebut chronically online kalau mereka terlalu banyak menghabiskan waktu atau tenggelam dalam dunia digital.
Untuk menghindari efek-efek negatif akibat chronically online, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Contoh kecilnya dengan membuat batasan seperti tidak lagi menyentuh layar atau membuka media sosial di atas jam 9 malam. Kamu juga bisa membuat timer supaya ada batasan waktu tiap kali membuka aplikasi media sosial dan lain sebagainya.
Supaya kamu lebih hadir di kehidupan nyata, buatlah rutinitas kecil. Misalnya menyeduh kopi sambil membaca buku, menyiram tanaman tanpa mendengarkan lagu, berkendara tanpa memutar radio atau podcast. Intinya, kamu bisa menciptakan hal-hal kecil yang melatih dirimu untuk lebih mindful.
Jadi, itu dia arti dari istilah chronically online. Apakah kamu termasuk orang yang terlalu banyak menghabiskan waktu dengan layar gadget-mu?


















