4 Novel Indonesia tentang Persahabatan, Gak Hanya Laskar Pelangi!

- Laskar Pelangi karya Andrea Hirata: Kisah persahabatan anak sekolah di Belitung, menyentuh, dan memberi pesan kuat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi.
- Orbit Tiga Mimpi karya Miranda Malonka: Cerita tiga sahabat dengan proses pencarian jati diri, pendewasaan, dan konflik realistis yang dikemas dengan alur menarik.
- Galette - Fenny Wong: Kisah persahabatan sekaligus kekeluargaan dengan nuansa ringan dan hangat, menggambarkan persahabatan yang realistis dan kehidupan sebuah kafe dengan baik.
Persahabatan di masa remaja sering kali terasa paling tulus dan membekas. Di usia ini, kita belajar mengenal diri sendiri lewat orang lain: tertawa bersama, bertengkar karena hal sepele, lalu berbaikan seolah tak pernah terjadi apa-apa. Karena itu, tema persahabatan selalu punya tempat istimewa dalam novel fiksi.
Di Indonesia, Laskar Pelangi memang kerap menjadi rujukan utama saat membicarakan kisah persahabatan. Padahal, ada banyak novel lain yang juga mengangkat dinamika pertemanan remaja dengan sudut pandang berbeda, mulai dari mimpi, seni, musik, hingga perjalanan hidup. Berikut empat novel Indonesia tentang persahabatan yang layak kamu baca!
1. Laskar Pelangi karya Andrea Hirata

Siapa, sih, yang tidak tahu novel satu ini? Laskar Pelangi karya Andrea Hirata bercerita tentang sekelompok anak dari keluarga sederhana di Belitung yang bersekolah di SD Muhammadiyah. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda, tetapi disatukan oleh semangat belajar dan persahabatan yang kuat. Bersama guru mereka, Bu Mus, anak-anak ini berjuang mempertahankan sekolah dan mimpi masing-masing di tengah keterbatasan ekonomi.
Garis besar cerita ini berfokus pada perjalanan Ikal dan teman-temannya menghadapi tantangan hidup di Belitung, mulai dari fasilitas sekolah yang minim hingga tekanan sosial. Persahabatan mereka tumbuh secara alami lewat keseharian seperti belajar, bermain, saling menyemangati, dan saling menguatkan ketika salah satu jatuh.
Novel Laskar Pelangi ini sederhana. Namun kesederhanaan itulah yang membuat cerita ini menyentuh. Persahabatan di antara Ikal dan kawan-kawannya digambarkan dengan jujur, "membumi", dan apa adanya tanpa romantisisasi berlebihan. Novel ini memberi pesan yang kuat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi.
2. Orbit Tiga Mimpi karya Miranda Malonka

Orbit Tiga Mimpi karya Miranda Malonka mengisahkan tiga sahabat dengan impian dan karakter yang berbeda, tetapi terikat oleh keinginan yang sama: menemukan arah hidup mereka sendiri.
Cerita ini berfokus pada Alejandro (Ale), Angkara (Kara), dan Asterion (Aster) yang disatukan pada satu tugas kelompok biologi saat kelas sebelas. Ketiganya membawa mimpi dan cerita masing-masing. Ale terobsesi dengan astronomi dan bertekad menang olimpiade, Kara yang penuh dengan imajinasi dan suka menulis puisi, serta Aster yang merupakan seorang vokalis band sekolah.
Meski terkesan klise di awal, novel ini justru menawarkan cerita yang jauh dari kesan tersebut. Orbit Tiga Mimpi dipenuhi proses pencarian jati diri, pendewasaan, upaya berdamai dengan luka batin, serta berbagai persoalan kompleks yang wajar dialami remaja. Konflik-konflik yang dihadirkan terasa realistis dan dikemas dengan alur yang rapi serta menarik.
3. Galette - Fenny Wong

Fenny Wong menghadirkan kisah persahabatan sekaligus kekeluargaan dengan nuansa yang ringan dan hangat lewat novel Galette. Novel ini mengisahkan tiga sahabat—Odile, Ganesh, dan Kirana—yang tumbuh bersama sejak kecil di sebuah taman kecil di belakang kafe Galette.
Odile hidup dengan kenyataan pahit bahwa keluarganya berada di ambang kebangkrutan dan harus menjual satu per satu aset untuk bertahan. Di sisi lain, Ganesh menyimpan dendam dan prasangka terhadap ayahnya yang menitipkannya pada keluarga Odile. Kemarahan mendorong Ganesh untuk pergi ke Paris demi mencari jawaban atas masa lalunya tersebut. Sementara itu, Kirana menyadari bakat seni ayahnya mengalir dalam dirinya, tetapi sifat pemalu dan ketidakpercayaan diri membuat potensinya terkubur. Puncak cerita terjadi ketika kafe Galette—tempat yang menjadi saksi perjalanan hidup mereka—terancam dijual. Dengan hanya satu kesempatan untuk mempertahankannya, Odile, Ganesh, dan Kirana dipaksa menengok kembali isi hati mereka.
Kelebihan Galette terletak pada narasinya yang menggambarkan persahabatan yang realistis: tidak selalu harmonis, penuh jarak, namun tetap menyimpan ikatan yang dalam. Penulis juga menggambarkan kehidupan sebuah kafe dengan baik. Cerita ini dieksekusi dengan sangat menarik.
4. Raindrops Serenade karya Dya Ragil

Raindrops Serenade karya Dya Ragil mengangkat cerita tentang persahabatan remaja melalui dunia musik. Kisah yang diceritakan dalam novel ini tergolong ringan dan sederhana. Yang membuatnya unik dan sedikit berbeda adalah isu plagiarisme yang menjadi topik utama.
Novel ini berfokus pada tokoh utama, Risa, yang menyimpan luka masa lalu akibat lagu yang ia tulis bersama sahabatnya, Amel, diklaim sebagai karya personel band LIma Oktaf. Pengklaiman lagu itu merusak persahabatan di antara Risa dan Amel. Tekanan semakin berat saat Risa menjadi korban cyberbullying dari para penggemar Lima Oktaf, hingga membuatnya melakukan percobaan bunuh diri. Bertahun-tahun kemudian, Risa kembali harus berhadapan dengan Lima Oktaf, dan semakin rumit saat ia menghadapi kenyataan bahwa Galang—seseorang yang Risa anggap seperti adik—menulis lagu untuk band itu tanpa mengetahui masa lalu Risa.
Dya Ragil berhasil mengemas Raindrops Serenade dengan baik. Selain isu plagiarismenya, yang membuat novel ini menarik adalah bagaimana Risa menyelesaikan masalah, baik dengan Lima Oktaf maupun Amel. Penulis juga menyelipkan romansa antara Risa dan Galang dengan porsi yang terbilang sedikit, namun masih bisa dinikmati. Lewat Raindrops Serenade, Dya Ragil berhasil membawa pembaca untuk memahami bagaimana isu plagiarisme dan cyberbullying dapat merugikan orang yang menghadapinya.
Itulah 4 novel Indonesia tentang persahabatan yang bisa kamu masukkan ke daftar bacaan untuk menemani waktu luang sekaligus mengingat hangatnya arti kebersamaan. Selamat membaca!


















