Kenapa Orang yang Sering Traveling Umumnya Lebih Open-Minded?

- Bepergian membuka mata akan keberagaman
- Bertukar pikiran dengan banyak orang asing
- Keperluan untuk beradaptasi lebih mudah terpenuhi saat pikiran terbuka
Jika kamu sedang punya waktu lebih, coba perhatikan orang-orang yang sering traveling, terutama yang sampai berhasil keliling dunia. Bukan hanya mereka sangat mengagumkan karena berani menciptakan kesempatan luar biasa tersebut, tetapi juga bagaimana seluruh perjalanan itu mampu mengubah pribadinya. Mereka yang tadinya membatasi pikirannya karena menghabiskan waktu lama di satu tempat yang sama, kini menjadi berpikiran terbuka alias open-minded.
Perubahan karakter ini merupakan hasil dari akumulasi pengalaman menempuh perjalanan ke berbagai belahan dunia. Pokoknya, kalau bertukar pikiran dengan mereka, rasanya seru banget karena pasti ada hal baru yang bakal kamu peroleh. Namun, kenapa ya traveling bisa bikin orang lebih open-minded? Simak dulu alasannya berikut ini, yuk!
1. Bepergian ke banyak tempat membuka mata akan keberagaman

Tinggal di satu tempat yang sama dalam waktu yang lama dengan alasan sudah telanjur betah memang bukan masalah. Namun, terlalu lama hidup dalam kenyamanan sering kali membuat pikiran seseorang jadi tertutup. Pasalnya, mereka seolah melihat dunia hanya dari apa yang disaksikan di sekelilingnya saja, sehingga begitu melihat ada orang yang berbeda pandangan, langsung dinilai tidak benar.
Situasi berbeda dialami oleh orang-orang yang sering traveling, apa lagi sampai ke berbagai tempat di seluruh penjuru dunia. Perjalanan itu bukan hanya menyenangkan hati, tetapi juga memperkaya hidup. Bagaimana tidak, ternyata di luar sana ada banyak sekali keberagaman yang tidak bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada berbagai hal baru yang sanggup membuka mata bahwa setiap manusia dapat menjalani hidup dengan cara yang sangat bervariasi. Berhubung wawasan sudah semakin luas, maka tentu pola pikir akan turut berubah.
2. Traveling jadi sarana bertukar pikiran dengan banyak orang asing

Ketika traveling, sering ada kesempatan untuk mengobrol dengan orang asing, entah itu sesama traveler atau pun penduduk lokal yang ramah kepada siapa saja yang berkunjung ke tempatnya. Hal ini tampaknya wajar dan sederhana saja, ya. Namun, kamu harus tahu bahwa berinteraksi dengan orang-orang yang berasal dari beragam latar belakang yang berbeda adalah sebuah pengalaman yang sungguh berharga.
Mengobrol dan bertukar pikiran dengan banyak orang yang ditemui selama menempuh perjalanan dapat membuka sudut pandang baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Situasi ini dapat membuat mereka melihat hal yang sama dengan cara yang berbeda. Oleh sebab itu, tidak heran bahwa orang-orang yang sering traveling bisa memiliki pandangan yang berbeda dengan mereka yang hampir tidak pernah beranjak dari tempat tinggalnya.
3. Keperluan untuk beradaptasi lebih mudah terpenuhi saat pikiran terbuka

Tidak semua orang berani menjelajahi dunia karena ini sama artinya dengan keluar dari zona nyaman. Ada rasa takut yang muncul tatkala nanti menghadapi kesulitan selama berada dalam perjalanan. Namun, bagi mereka yang mau mencoba untuk memberanikan diri traveling meski ke daerah-daerah yang tidak begitu jauh dari kampung halaman, pasti pikirannya akan lebih terbuka. Kenapa bisa begitu?
Ketika traveling, terkadang memang ada hal-hal diluar dugaan yang bisa terjadi. Oleh sebab itu, diperlukan pikiran yang terbuka agar mampu beradaptasi dengan segala keadaan secepat mungkin. Dengan begini, kesempatan untuk selamat akan terbuka lebar, sehingga mampu menyelesaikan perjalanan sesuai rencana.
Traveling bukan sekadar perjalanan untuk melihat berbagai tempat luar biasa di seluruh dunia, tetapi juga sisi lain dari kehidupan manusia. Semua itu memberikan berbagai pelajaran penting yang dapat membuat seseorang menjadi open-minded. Kamu sebaiknya juga sesekali mencoba berpetualang agar wawasanmu terbuka lebar, ya!


















