Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Gen-Z dari Sejarawan Indonesia
Rekomendasi Buku Sejarah untuk Gen Z (gramedia.com | books.google.co.id)

Sejarah Indonesia bukan cuma soal menghafal nama tokoh, tahun, atau urutan peristiwa yang pernah dipelajari di sekolah. Kalau ingin memahaminya dengan lebih utuh, membaca buku sejarah bisa jadi salah satu cara untuk melihat bagaimana sebuah peristiwa terbentuk dari segala sisi. Ditemui pada acara Tapak Tilas Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jl. Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (16/8/2026), sejarawan sekaligus pendiri Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali, punya beberapa rekomendasi buku yang bisa menjadi teman untuk mulai menjelajahi sejarah Indonesia. Menariknya, daftar ini tidak hanya berisi bacaan yang tebal dan serius, tetapi juga ada buku yang bisa membuat pengalaman belajar sejarah terasa lebih interaktif.

Membaca sejarah sebaiknya tidak berhenti pada satu buku atau satu sudut pandang saja. Setiap penulis punya cara berbeda dalam memilih sumber, menyusun cerita, dan melihat sebuah peristiwa. Karena itu, membaca beberapa referensi justru bisa membantu kita membandingkan narasi dan memahami bahwa sejarah tidak selalu sesederhana hitam dan putih. Kalau kamu sedang mencari bacaan sejarah Indonesia, empat buku berikut bisa masuk ke daftar bacaanmu.

1. Sejarah Indonesia Modern karya M.C. Ricklefs

Buku Sejarah Indonesia Modern (gramedia.com)

Kalau kamu ingin memahami perjalanan Indonesia secara lebih menyeluruh, Sejarah Indonesia Modern karya M.C. Ricklefs bisa menjadi salah satu pilihan. Asep Kambali merekomendasikan buku ini karena, "Buku ini bicara tentang kelahiran bangsa Indonesia", ujarnya. Buku ini juga membahas perjalanan sejarah Indonesia dalam rentang waktu yang panjang, sehingga pembaca bisa melihat perubahan masyarakat, politik, hingga berbagai dinamika yang membentuk Indonesia modern. Karena cakupannya luas, buku ini cocok untuk pembaca yang ingin punya gambaran besar sebelum masuk ke topik sejarah yang lebih spesifik.

Meski ditulis oleh sejarawan asing, buku ini tetap menarik untuk dibaca sebagai salah satu perspektif dalam melihat sejarah Indonesia. Justru dari sini pembaca bisa membandingkan cara pandang Ricklefs dengan buku yang ditulis oleh sejarawan Indonesia. Jadi, jangan berhenti di satu referensi saja kalau ingin memahami sebuah peristiwa secara lebih lengkap.

2. Sejarah Nasional Indonesia I-VI

Buku Sejarah Nasional Indonesia (books.google.co.id)

Rekomendasi selanjutnya dari Asep Kambali adalah Sejarah Nasional Indonesia yang terdiri dari enam jilid. Menurut Asep Kambali, "Buku ini adalah buku babon yang sangat komprehensif". Buku ini disusun oleh sejumlah sejarawan Indonesia dan membahas perjalanan sejarah Nusantara dari masa awal hingga periode yang lebih mdern, sehingga pembahasannya cukup luas untuk dijadikan rujukan. Nama Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto termasuk di antara tokoh yang terlibat dalam penyusunan karya ini.

Buat yang ingin mengenal sejarah Indonesia dari perspektif historiografi nasional, seri ini bisa menjadi bacaan yang menarik. Jumlah jilidnya memang kelihatan serius, tetapi justru bisa dipilih sesuai topik atau periode yang sedang ingin kamu ketahui. Membacanya berdampingan dengan buku sejarah lain juga bisa membantu melihat bagaimana satu periode yang sama diceritakan dari perspektif berbeda.

3. Sejarah Indonesia Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global

Asep Kambali, Sejarawan Indonesia, menjelaskan rekomendasi buku Sejarah Indonesia Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global (IDN Times/Maura Thirza A)

Kalau ingin membaca sejarah Indonesia dengan pembaruan kajian yang lebih mutakhir, kamu bisa membaca Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Buku ini terdiri dari sepuluh jilid utama yang membahas perjalanan sejarah Indonesia secara kronologis dan tematik, mulai dari masa prasejarah hingga era Reformasi. Penyusunannya juga memanfaatkan hasil penelitian sejarah dalam beberapa dekade terakhir dengan pendekatan yang menempatkan Indonesia sebagai subjek aktif dalam dinamika global.

Menurut Asep Kambali, “Buku ini sangat penting, karena memuat banyak sejarah, menceritakan sejarah permainan tradisional, sejarah sepak bola, sejarah marsinah, dan sejarah-sejarah yang selama ini gak pernah kita baca. Walaupun ini versi negara, ini tetap bisa menjadi satu angle, Anda cari angle lain dari buku lain sehingga nanti akan lebih luas. Yang perlu diingat, membaca sejarah itu jangan hanya dari satu buku, tetapi dari berbagai buku sehingga kita bisa menyimpulkan dari satu cerita sejarah itu, supaya ada multiperspektif, gak hanya satu perspektif”.

Setiap buku bisa membawa sudut pandang, sumber, dan cara bercerita yang berbeda, sehingga membandingkan beberapa bacaan justru dapat membantu pembaca melihat suatu peristiwa dengan lebih utuh. Cara ini juga membuat membaca sejarah seperti proses menemukan dan mempertanyakan kembali sebuah cerita, bukan sekadar menerima satu versi sebagai kebenaran.

4. Serunya Museum di Jakarta karya Komunitas Historia Indonesia bersama Erlangga

Buku Serunya Museum di Jakarta (shopee.id/Wahyu Utami)

Belajar sejarah juga gak harus selalu dimulai dari buku yang penuh halaman dan teks. Buku Serunya Museum di Jakarta karya Komunitas Historia Indonesia bersama Erlangga menawarkan cara yang lebih interaktif untuk mengenalkan sejarah, terutama untuk anak-anak. Buku ini mengajak pembaca jalan-jalan mengenal museum di Jakarta sambil mengerjakan berbagai aktivitas yang tersedia di dalamnya. 

“Buku ini cocok untuk anak-anak karena ada stempel, catatan, dan sticker. Ini adalah buku jalan-jalan ke museum secara interaktif,” pungkas Asep Kambali. 

Format buku seperti ini juga bisa membuat anak lebih mudah menghubungkan informasi sejarah dengan tempat dan benda yang benar-benar bisa mereka lihat. Jadi, kalau ingin mengenalkan sejarah sejak dini tanpa takut terasa seperti sedang belajar untuk ujian, buku ini bisa jadi pilihan yang seru.

Membaca sejarah memang bisa dimulai dari buku apa saja, tetapi jangan buru-buru menganggap satu buku sebagai satu-satunya kebenaran. Kamu bisa mencoba membandingkan bacaan dari penulis dan latar belakang yang berbeda supaya kamu bisa melihat sebuah peristiwa dengan lebih luas.

Bahkan, sesekali datang langsung ke museum atau situs bersejarah juga bisa membuat cerita di dalam buku terasa lebih hidup. Dari empat rekomendasi Asep Kambali ini, kamu bisa memilih mau mulai dari bacaan yang serius, buku referensi, atau yang lebih interaktif. Jadi, sudah tahu buku sejarah mana yang akan masuk ke reading list kamu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article