- "Crying in H Mart" by Michelle Zauner: Memoar ini bercerita tentang hubungan Michelle dengan ibunya yang berdarah Korea dan perjalanan menghadapi kehilangan setelah sang ibu meninggal karena kanker. Makanan menjadi salah satu cara Zauner mempertahankan ingatan tentang ibunya dan identitas keluarganya.
- "Why Be Happy When You Could Be Normal?" by Jeanette Winterson: Winterson mengisahkan masa kecilnya dalam keluarga yang penuh konflik dan hubungannya dengan ibu angkatnya yang keras. Buku ini juga menjadi perjalanan untuk memahami identitas, cinta, penolakan, dan bagaimana seseorang menemukan dirinya sendiri.
- "Wild Game: My Mother, Her Lover, and Me" by Adrienne Brodeur: Memoar ini mengangkat hubungan ibu-anak yang sangat rumit setelah sang ibu melibatkan putrinya dalam perselingkuhan. Brodeur kemudian mencoba memahami bagaimana rahasia keluarga tersebut memengaruhi kehidupannya sebagai orang dewasa.
- "Educated" by Tara Westover: Westover tumbuh dalam keluarga yang hidup terisolasi dan tidak mendapatkan pendidikan formal seperti kebanyakan anak lain. Memoar ini mengikuti perjuangannya mendapatkan pendidikan hingga mencapai universitas, sekaligus memperlihatkan konflik antara keinginan menemukan diri sendiri dan ikatan dengan keluarga.
Resensi “Mother Mary Comes to Me”, Buku Terbaru yang Dibaca Dian Sastro

Ada alasan mengapa sebuah buku bisa terasa begitu personal meski ditulis oleh seseorang yang tidak kita kenal. “Mother Mary Comes to Me” karya Arundhati Roy adalah salah satunya. Memoar pertama Arundhati Roy ini mengajak pembaca masuk ke hubungan yang sangat rumit antara seorang anak perempuan dan ibunya.
Buku ini kembali menarik perhatian setelah Dian Sastro membagikan terkait aktivitasnya saat sedang membaca buku ini melalui Instagram pribadinya. Berikut resensi novel “Mother Mary Comes to Me” karya Arundhati Roy.
1. Sinopsis "Mother Mary Comes to Me": Ketika hubungan ibu dan anak tidak pernah sederhana

Cover buku "Mother Mary Comes to Me" (foto via Amplify Book Store) "Mother Mary Comes to Me" merupakan memoar pertama Arundhati Roy. Buku ini lahir setelah kematian ibunya, Mary Roy, seorang perempuan yang digambarkan sebagai sosok kuat, keras kepala, mandiri, sekaligus sangat kompleks. Roy menelusuri kembali masa kecilnya di Kerala hingga perjalanan hidupnya sebagai penulis, dengan hubungan bersama sang ibu menjadi pusat emosional cerita.
Mary Roy bukan sekadar figur ibu dalam memoar ini. Ia adalah pendidik dan aktivis yang memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk dalam persoalan warisan di Kerala. Di satu sisi, Arundhati melihat ibunya sebagai perempuan yang berani melawan struktur sosial yang tidak adil.
Di sisi lain, hubungan keduanya juga dipenuhi konflik, luka emosional, dan pengalaman masa kecil yang tidak mudah dilupakan. Karena itu, buku ini tidak berusaha membuat sosok Mary menjadi pahlawan atau penjahat secara sederhana.
2. Awards & rating Goodreads

Rating "Mother Mary Comes to Me" (tangkapan layar Goodreads) Secara penghargaan, "Mother Mary Comes to Me" punya catatan yang cukup kuat. Buku ini memenangkan Indie Book Awards 2026 kategori Non-Fiction, sebuah penghargaan yang melibatkan jaringan penjual buku independen di Inggris dan Irlandia. Selain itu, buku ini juga masuk shortlist Women's Prize for Non-Fiction 2026.
Dari sisi pembaca, rating Goodreads berada di angka 4,38 dari 5 bintang, berdasarkan lebih dari 33 ribu rating dan hampir 5 ribu ulasan pada halaman yang terindeks saat artikel ini ditulis. Distribusinya juga menunjukkan respons yang cukup kuat: sekitar 53 persen pembaca memberikan lima bintang dan 33 persen memberikan empat bintang.
3. Buku bertema mirip "Mother Mary Comes to Me" yang bisa masuk reading list kamu

Cover buku "Crying in H Mart" (foto via Penguin Random House) Kalau kamu tertarik dengan "Mother Mary Comes to Me" karena tema hubungan ibu-anak, keluarga yang kompleks, luka masa kecil, kehilangan, dan usaha memahami diri melalui masa lalu, ada sejumlah memoar lain yang bisa menjadi bacaan lanjutan. Buku-buku berikut tidak semuanya memiliki cerita yang identik dengan Arundhati Roy, tetapi punya benang merah berupa keluarga, identitas, hubungan orang tua-anak, dan pengalaman hidup yang membentuk seseorang.
4. Di mana bisa beli "Mother Mary Comes to Me"?

Dian Sastro membaca “Mother Mary Comes to Me” (kolase foto via Instagram.com/therealdisastr & Amplify Book Store) "Mother Mary Comes to Me" tersedia dalam beberapa edisi, termasuk hardcover, paperback, ebook, dan audiobook. Edisi paperback Penguin Books yang terbit pada Juni 2026 memiliki 384 halaman dengan ISBN 9781405978477, sementara edisi trade paperback Hamish Hamilton memiliki ISBN 9780241761724. Perbedaan ISBN penting diperhatikan ketika mencari buku karena sampul, penerbit, jumlah halaman, dan harga bisa berbeda tergantung edisinya.
Untuk pembelian online, salah satu hasil pencarian yang tersedia saat ini adalah edisi paperback melalui Sherlock & Pages. Kamu juga bisa mengecek edisi yang tersedia melalui penerbit dan toko buku internasional yang tercantum di halaman Penguin Books.
“Mother Mary Comes to Me” bukan sekadar buku tentang seorang anak yang kehilangan ibunya. Memoar ini adalah usaha Arundhati Roy untuk melihat kembali sosok yang sangat membentuk hidupnya-dengan segala keberanian, kekerasan, kasih sayang, kontradiksi, dan luka yang menyertainya.





















![[QUIZ] Kami Tahu Seperti Apa Kepribadianmu Menjalani Hidup ala Upin & Ipin](https://image.idntimes.com/post/20250530/img-20250530-205601-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-1f47e3fbd4fca7464754105ddc986501.jpg)