Hal ini selaras dengan pendapat Roxanne Morrison, seniman multidisiplin dalam Very Well Mind. “Sehari dalam hidup adalah tentang bangun dan mendengarkan diri sendiri untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan,” ungkapnya.
Gaya Hidup Warga Kampung Upin Ipin, Bikin Gen Z Lebih Menikmati Hidup

- Warga Kampung Durian Runtuh digambarkan menjalani ritme hidup lambat dan mindful, sehingga lebih menikmati proses keseharian serta hubungan sosial yang hangat.
- Saat menghadapi tekanan atau terburu-buru, kebiasaan mengambil jeda dan mengendalikan respons dapat membantu melambatkan ritme serta melepaskan perhatian dari aktivitas penuh tekanan.
- Slow living tidak berarti tidak produktif; Upin dan Ipin tetap belajar, bekerja, dan bersosialisasi melalui rutinitas serta penentuan prioritas yang sesuai kebutuhan.
Kampung Durian Runtuh tempat Upin dan Ipin tinggal menampilkan kehidupan masyarakat yang harmonis, minim konflik, dan terkesan menikmati hidup. Warga Kampung Durian Runtuh terbiasa menjalani hari dengan ritme yang tidak tergesa-gesa.
Dari kehidupan Upin dan Ipin di Kampung Durian Runtuh, ada banyak pelajaran berharga yang bisa diikuti, terutama dari keseharian mereka. Sebab, cara warga menjalani keseharian justru menunjukkan bahwa rasa bahagia bisa tumbuh dari hubungan sosial yang hangat dan aktivitas sederhana. Yuk, simak gaya hidup warga di Kampung Upin-Ipin yang bisa diterapkan Gen Z untuk lebih menikmati hidup.
1. Hidup perlahan dan lebih melambat

Kak Ros menjual nasi lemak di serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production) Warga Kampung Durian Runtuh menjalani hidup dengan fase yang lebih lambat. Slow living ternyata menghadirkan banyak manfaat positif dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Dr. Steve Taylor, dosen psikologi di Leeds Beckett University, UK, slow living membuat manusia mengalami lebih banyak realitas karena ia melakukan sesuatu secara lebih sadar. Pemaparan Dr. Steve dalam Psychology Today juga menyebut bahwa menjalani rutinitas dengan lebih melambat, membuat hidup jauh lebih rileks karena tidak ada hal yang menegangkan dan lebih memuaskan.
Tak heran, warga Kampung Durian Runtuh lebih menikmati kehidupan karena memaknai setiap proses dan keseharian secara lebih mendalam. Sebab, mereka tidak melakukan aktivitas secara terburu-buru dan lebih memilih menuntaskan kegiatan secara mindful.
2. Mengambil jeda saat terburu-buru

cuplikan Opah sedang terkejut (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin) Kehidupan di Kampung Durian Runtuh terasa berbeda dari hiruk-pikuk kehidupan modern. Masyarakat di kampung tersebut tak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk melakukan mobilisasi, mengejar target, hingga terburu-buru untuk melakukan berbagai aktivitas dalam satu waktu. Itulah mengapa kehidupan Upin dan Ipin terasa lebih bahagia.
Dr. Steve menerangkan bahwa kesulitan melakukan suatu tindakan secara perlahan karena terbiasa terburu-buru, setidaknya cobalah untuk mengendalikan respons atas suatu situasi. Ketika mengalami banyak tekanan dan tuntutan, coba untuk meluangkan waktu dan berhenti sejenak. Melambatkan ritme dan meluangkan waktu untuk melepaskan perhatian dari aktivitas yang penuh tekanan. Meski penerapannya tak akan sempurna, namun praktik ini bisa diadaptasi bagi orang-orang yang sering kali merasa tak punya banyak waktu dan suka terburu-buru.
3. Memiliki prioritas yang baik

ilustrasi Upin & Ipin (dok. Les' Copaque') Meski memilih hidup slow living, warga Kampung Durian Runtuh bukan berarti tidak produktif. Mereka tetap berkarya, bekerja, bahkan belajar dengan baik. Pada dasarnya, hal ini dapat diterapkan apabila seseorang memiliki prioritas yang baik dalam mengatur kehidupan.
Misalnya Upin dan Ipin, bocah kembar itu memiliki rutinitas dari sejak bangun tidur hingga menjelang tidur. Dengan mengikuti rutinitas itu, ia bisa mengikuti pelajaran di sekolah secara optimal maupun bersosialsiasi dengan tetangga di rumah.
Kehidupan Upin dan Ipin mungkin hanya serial animasi fiksi, namun ternyata terdapat banyak pelajaran berharga. Kira-kira, kamu akan mengikuti gaya hidup upin dan Ipin juga gak?
![[QUIZ] Dari Pertemanan Upin Ipin, Siapkah Kamu Jadi Pasangan Dewasa?](https://image.idntimes.com/post/20260706/screenshot-2026-07-06-10_d343e263-cfb6-496d-901d-dd739ef8db65.png)
![[QUIZ] Dari Momen Upin Ipin, Ini Stress Response Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260805/radqskrrj1km5pxnx88b7zx4h_3079d4e4-7bd6-4f83-91a4-1c5354f68dd2.jpg)
![[QUIZ] Pilih Line Ikonik Upin Ipin, Ini Finansial Red Flag Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260810/pexels-bia-limova-1908542654-33175647_b59bf8e6-7a02-4047-9542-de1c12a9da5f.jpg)



















