Comscore Tracker

Stop Foya-foya! Ini Tips Mengelola Keuangan Millennial dari Ahlinya

Segera lakukan hal ini agar keuanganmu lebih baik

Dalam 5 tahun ke depan, millennial diprediksi akan mengisi 75 persen tenaga kerja secara global. Sadar memiliki peranan penting dalam perekonomian, Technical Director BRI Insurance (BRINS), Ade Zulfikar justru mengatakan millennial ditengarai akan menghadapi risiko finansial lebih besar di masa mendatang akibat pengelolaan keuangan yang kurang sehat. 

Lebih lanjut ia menilai, tuntutan gaya hidup dan perilaku konsumtif menjadi salah satu faktor utama para generasi millennial cenderung lebih suka menikmati hidup yang kerap dianggap sebagai self reward dibanding menginvestasikan kekayaannya.

Menanggapi hal tersebut, Ade menyampaikan beberapa tips agar millennial dapat mengelola keuangannya dengan lebih baik.

1. Tentukan prioritas dan kebutuhan

Stop Foya-foya! Ini Tips Mengelola Keuangan Millennial dari AhlinyaSeorang lelaki dan perempuan sedang berbelanja. (ShutterStock/Art_Photo)

Ade menjelaskan bahwa ungkapan YOLO (You Only Live Once) dan FOMO (Fear of Missing Out) sering kali dijadikan justifikasi millennial dalam perilaku konsumtif. Namun menurutnya, jangan hanya mengikuti tren tanpa memahami skala prioritas kebutuhan.

“Millennial kerap kesulitan dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Hindari hal-hal yang bersifat konsumtif yang bukan kebutuhan utamamu, seperti terlalu sering belanja online dan hangout,” ujarnya. 

Ia juga mengimbau untuk menentukan prioritas kebutuhan dengan mengidentifikasi kegiatan sehari-hari terlebih dahulu.

“Hindari membeli barang dengan dasar keinginan bukan kebutuhan,” tambahnya.

Baca Juga: BRINS Raih The Most Supportive and Reliable Company in Microinsurance 

2. Smart spending

Stop Foya-foya! Ini Tips Mengelola Keuangan Millennial dari AhlinyaSeorang perempuan berbelanja (ShutterStock/OduaImages)

Selain itu, Ade juga menilai, millennial cenderung membeli sesuatu tanpa memperhatikan kondisi keuangan untuk jangka panjang. Kesulitan membedakan keinginan dan kebutuhan ini turut jadi faktor yang menyebabkan millennial cenderung sulit mengelola keuangan.

Bagi yang menghadapi kesulitan mengelola keuangan, ia menyarankan untuk mencoba terapkan rumus 40-30-20-10. 

Maksud dari rumus tersebut adalah, sisihkan 40 persen uang untuk keperluan sehari-hari, 30 persen untuk kebutuhan hutang, 20 persen untuk investasi, tabungan, atau asuransi, serta 10 persen untuk kebutuhan sosial. 

“Setelah menentukan skala prioritas, akan lebih mudah untuk dapat mengimplementasikan rumus 40-30-20-10, agar bisa lebih bijak dalam mengelola pengeluaran,” ujarnya. 

3. Investasi dan asuransi

Stop Foya-foya! Ini Tips Mengelola Keuangan Millennial dari AhlinyaBRINS Mobile. (Dok. BRINS)

Usia yang masih muda menjadi waktu yang tepat bagi generasi millennial untuk mulai belajar berinvestasi. Fenomena Financial Independence Retire Early (FIRE) yang sedang trend di kalangan millennial, membuat banyak yang mencari “side hustle” atau melakukan investasi yang bersifat high risk high return.

Namun, perlu dipahami, lanjut Ade, investasi yang bersifat high risk harus diimbangi dengan pengetahuan dan analisa mendalam. Menurutnya, peran financial advisor sangat penting untuk investor pemula. 

Hal lain yang juga harus dipahami adalah adanya fakta bahwa risiko tak terduga dapat terjadi pada siapa pun, kapan pun dan di mana pun. Ia pun mengingatkan pentingnya terlindungi asuransi. 

“Pilar pertama dalam pengelolaan keuangan adalah to protect and to preserve. Jadi dalam  pengelolaan kekayaan hal yang pertama harus dilakukan adalah memproteksi aset-aset yang  dimiliki. Harus dipahami bahwa risiko bisa terjadi pada siapa pun, Anda akan sulit melakukan recover kecuali diproteksi oleh asuransi,”  jelas Ade.

4. BRINS Mobile cocok untuk millennial

Stop Foya-foya! Ini Tips Mengelola Keuangan Millennial dari AhlinyaBRINS Mobile. (Dok. BRINS)

Namun, sampai saat ini masih banyak millennial yang belum memiliki asuransi dengan alasan mahalnya premi, dan sulitnya klaim premi. 

Dalam upaya menjangkau segmen millennial, Ade mengatakan bahwa BRI Insurance (BRINS) juga merambah dunia digital dengan kemasan sederhana, namun sesuai kebutuhan millenial. Selain itu, BRINS juga bisa menerbitkan polis dalam hitungan menit.

"BRINS terus berkomitmen untuk mengikuti perkembangan zaman, melalui BRINS Mobile nasabah dapat mendapatkan proteksi yang bersifat customizable dari jangka waktu sampai risiko pertanggungan, sehingga cocok untuk millennial yang agile dan fast paced,” tutupnya. (WEB)

Baca Juga: HUT Ke-32, BRINS Usung Semangat Transformasi Digital 

Topic:

  • Ridho Fauzan
  • Ezri T Suro

Berita Terkini Lainnya