Comscore Tracker

Konjungsi Intrakalimat, Konjungsi yang Berada di Tengah Kalimat

Ada yang perlu diikuti tanda koma, ada yang tidak

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ada yang namanya konjungsi. Konjungsi adalah penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, antarkalimat, ataupun antarparagraf.

Ada banyak jenis konjungsi, salah satunya adalah konjungsi intrakalimat. Jenis kata penghubung seperti apa itu? Berikut IDN Times sajikan pengertian, jenis, dan contoh konjungsi intrakalimat.

1. Pengertian konjungsi intrakalimat

Konjungsi Intrakalimat, Konjungsi yang Berada di Tengah Kalimatilustrasi menulis (pexels.com/energepic.com)

Menurut Wijayanti, dkk. (2013), konjungsi intrakalimat adalah konjungsi yang terletak di tengah kalimat. Konjungsi ini menghubungkan dua kata frasa, maupun klausa.

Karena letaknya yang berada di tengah kalimat, maka konjungsi tidak diawali huruf kapital. Selain itu, beberapa konjungsi intrakalimat perlu diikuti tanda koma, tetapi ada pula yang tidak.

Baca Juga: Konjungsi Penerang: Kata Penghubung yang Menerangkan Suatu Hal

2. Jenis-jenis konjungsi intrakalimat

Konjungsi Intrakalimat, Konjungsi yang Berada di Tengah Kalimatilustrasi menulis (freeImages.com/ijansempoi)

Konjungsi intrakalimat terbagi menjadi tiga jenis, yakni

a. Konjungsi koordinatif

Menurut Chaer (2008), konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya setara.

Konjungsi koordinatif dibagi kembali menjadi beberapa macam, antara lain

  • konjungsi koordinatif yang menyatakan pertentangan, contohnya tetapi dan sedangkan;
  • konjungsi koordinatif yang menyatakan penambahan, yakni dan dan serta;
  • konjungsi koordinatif yang menyatakan penegasan, contohnya apalagi dan lagipula;
  • konjungsi koordinatif yang menyatakan pemilihan, yaitu atau;
  • konjungsi koordinatif yang menyatakan penyamaan, contohnya adalah, ialah,
    yaitu, dan yakni;
  • konjungsi koordinatif yang menyatakan pembetulan, yaitu melainkan;
  • konjungsi koordinatif yang menyatakan pembatasan, yakni kecuali dan hanya;
  • konjungsi koordinatif yang menyatakan urutan kejadian, contohnya lalu, kemudian, selanjutnya.

b. Konjungsi subordinatif

Kebalikan koordinatif, konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat (klausa) yang tidak setara. Dalam hal ini, ada klausa yang kedudukannya lebih tinggi (induk kalimat) dan lebih rendah (anak kalimat).

Ada sejumlah jenis konjungsi subordinatif, di antaranya

  • konjungsi subordinatif yang menyatakan sebab, contohnya karena, sebab, gara-gara, dan lantaran;
  • konjungsi subordinatif yang menyatakan tujuan, misalnya untuk, supaya, agar, guna, bagi, dan demi;
  • konjungsi subordinatif yang menyatakan syarat, contohnya kalau, jika, jikalau, bila, apabila, bilamana, dan asal;
  • konjungsi subordinatif yang menyatakan perbandingan, contohnya seperti,
    sebagai, bagai, laksana, dan seumpama;
  • konjungsi subordinatif yang menyatakan pengandaian, misalnya andai, andaikan, andai kata, dan seandainya;
  • konjungsi subordinatif yang menyatakan penyungguhan, seperti meskipun, biarpun, walaupun, sungguhpun, sekalipun, dan kendatipun;
  • konjungsi subordinatif yang menyatakan kesewaktuan, contohnya ketika, waktu, sewaktu, saat, tatkala, selagi, sebelum, sesudah, setelah, sejenak, dan semenjak;
  • konjungsi subordinatif yang menyatakan batas akhir, seperti sampai, hingga, dan sehingga.

c. Konjungsi korelatif

Mansur (2014) mendefinisikan konjungsi korelatif sebagai konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, ataupun klausa yang status sintaksisnya sama. Konjungsi ini terbagi menjadi dua bagian dan biasanya dipisahkan oleh kata, frasa, maupun klausa.

Meskipun terbagi menjadi dua, bagian-bagian konjungsi korelatif selalu bersanding dan tidak bisa dipisahkan. Contoh dari konjungsi korelatif adalah

  • baik ... maupun;
  • antara ... dan;
  • entah ... entah;
  • jangankan ... pun;
  • tidak hanya ... tetapi juga;
  • bukan hanya ... melainkan juga;
  • demikian ... sehingga; dan
  • sedemikian rupa ... sehingga.

3. Contoh-contoh konjungsi intrakalimat

Konjungsi Intrakalimat, Konjungsi yang Berada di Tengah Kalimatilustrasi menulis (Unsplash.com/Hannah Olinger)

Nah, supaya makin paham tentang konjungsi intrakalimat, yuk, cermati beberapa contoh kalimatnya berikut ini:

  • Sudah banyak disediakan tempat sampah di sekitaran taman, tetapi masih ada saja orang yang membuang sampah sembarangan.
  • Setiap orang akan mendapat hujatan dari para warganet, kecuali mereka yang berparas anggun dan menawan.
  • Pemerintah mendorong masyarakat agar beralih ke kompor induksi demi mengurangi ketergantungan terhadap gas LPG.
  • Perempuan Australia harus membayar denda sebesar Rp27 juta gara-gara sandwich Subway yang lupa ia makan.
  • Pancarmu yang secerah rembulan kaitkan hatiku padamu bagaikan bintang-bintang yang menggantung di langit malam.
  • Akankah ada perubahan signifikan di negeri ini seandainya hukuman mati diberlakukan bagi para pencuri berdasi?
  • Tidak ada yang bisa menciptakan satu ayat pun yang setara dengan Al-Qur'an sekalipun orang itu adalah pujangga ternama di dunia.
  • Dampak buruk PMO tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga psikis seseorang.
  • Kalau melihat ibumu marah, jangankan manusia, hantu pun bakalan takut.
  • Mengonsumsi makanan cepat saji sebenarnya tidaklah mengapa asal tak berlebihan.
  • Rinai-rinai memori tentangmu terputar kembali dalam pikiran tatkala hujan basahi hamparan bumi.

Itulah tadi pengertian, jenis, dan contoh-contoh konjungsi intrakalimat. Apakah kamu tahu jenis konjungsi yang lain? Kasih tahu di kolom komentar, ya!

Penulis: Fria Sumitro

Baca Juga: Konjungsi Antarkalimat, Konjungsi yang Selalu di Awal Kalimat

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Pinka Wima
  • Retno Rahayu

Berita Terkini Lainnya