Perbedaan Sekolah Kedinasan Ikatan Dinas & Non-Ikatan Dinas

Sudah tahu belum?

Intinya Sih...

  • Sekolah kedinasan menarik minat pelajar karena dapat diangkat menjadi ASN setelah lulus.
  • Sekolah kedinasan ikatan dinas akan melekat pada masa depan alumninya, diangkat menjadi ASN.
  • Sekolah kedinasan non-ikatan dinas tidak langsung mengangkat lulusannya menjadi ASN, status non-ikatan dinas.

Selain melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, salah satu pilihan sekolah yang terus menarik minat pelajar adalah sekolah kedinasan. Sekolah kedinasan dijadikan pilihan oleh pelajar karena memiliki beberapa keuntungan, yakni salah satunya dapat diangkat menjadi ASN setelah lulus. 

Namun, sebenarnya tidak semua sekolah kedinasan akan langsung mengangkat siswa-siswinya menjadi pegawai. Hal inilah yang disebut dengan sekolah kedinasan non-ikatan dinas, sementara yang dijamin adalah sekolah kedinasan ikatan dinas.

Lalu, apa perbedaan dari sekolah kedinasan ikatan dinas dan non-ikatan dinas? Simak informasi selengkapnya di bawah ini, yuk!

Baca Juga: Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2024, Siapkan 6 Dokumen Ini!

1. Sekolah kedinasan ikatan dinas

Perbedaan Sekolah Kedinasan Ikatan Dinas & Non-Ikatan Dinaspotret siswa kedinasan (instagram.com/praja_ipdn_)

Sekolah kedinasan memiliki arti sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan institusi pemerintah, baik lembaga pemerintahan, badan pemerintahan, dan lainnya. Sekolah kedinasan ikatan dinas berarti status sekolah yang dijalankan akan melekat pada masa depan alumninya. 

Mudahnya, bagi siswa dan siswi sekolah kedinasan ikatan dinas, nantinya setelah lulus akan diangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) di kementerian, badan, atau lembaga yang menaungi sekolah tersebut. Prosesnya tetap melewati beberapa tes yang disesuaikan dengan syarat yang berlaku. 

2. Sekolah kedinasan non-ikatan dinas

Perbedaan Sekolah Kedinasan Ikatan Dinas & Non-Ikatan Dinasilustrasi siswi sekolah kedinasan yang sudah lulus (instagram.com/praja_ipdn_)

Selanjutnya ada sekolah kedinasan non-ikatan dinas yang artinya perguruan tinggi ini berada di bawah naungan pemerintah, lembaga, atau kementerian terkait. Siswa dan siswi yang menyelesaikan sekolahnya hingga akhir akan mendapatkan ijazah seperti yang dilakukan perguruan tinggi pada umumnya. 

Namun, sekolah kedinasan non-ikatan dinas tidak akan langsung mengangkat lulusannya menjadi ASN, hal ini karena status non-ikatan dinas tersebut. Oleh karena itu, dalam hal ini, lulusannya juga tidak harus bekerja sesuai dengan lembaga atau badan yang menaungi sekolahnya. 

3. Perbedaan sekolah kedinasan ikatan dinas dan non-ikatan dinas

Perbedaan Sekolah Kedinasan Ikatan Dinas & Non-Ikatan Dinaspotret siswa siswi sekolah kedinasan (instagram.com/praja_ipdn_)

Nah, setelah memahami pengertian sekolah kedinasan ikatan dinas dan non-ikatan dinas, selanjutnya kita akan mencari tahu perbedaan apa saja yang dimiliki keduanya. Lalu, sekolah kedinasan apa saja yang termasuk ikatan dinas dan non-ikatan dinas? Simak penjelasannya di bawah ini. 

Seperti yang telah disebutkan di atas, sekolah kedinasan ikatan dinas berarti lulusannya akan diangkat menjadi pegawai ASN. Sementara, lulusan non-ikatan dinas hanya akan mendapat ijazah, namun tidak diangkat menjadi ASN.

Biar lebih memudahkan kamu dalam memahaminya, berikut ini beberapa contoh sekolah kedinasan ikatan dinas dan non ikatan dinas.

Contoh sekolah kedinasan ikatan dinas:

  1. IPDN (Institut Perguruan Dalam Negeri) milik Kementerian dalam Negeri
  2. STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) milik Badan Pusat Statistik
  3. STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara) milik Badan Intelijen Negara (BIN)
  4. Politeknik Siber dan Sandi Negara
  5. Sekolah kedinasan di bawah Kementerian Hukum dan HAM (Poltekip dan Poltekim).

Contoh sekolah kedinasan non- ikatan dinas:

  1. STP Bandung (Sekolah Tinggi Pariwisata) milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  2. Poltekkes (Politeknik Kesehatan) milik Kementerian Kesehatan
  3. STPN (Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional) milik Kementerian ATR/BPN (Badan Pertanahan Nasional)
  4. Poltekpar (Politeknik Pariwisata) milik Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

Memilih sekolah kedinasan dapat menjadi salah satu pilihan kamu dalam melanjutkan sekolah setelah lulus SMA/SMK. Kamu juga bisa menentukan status dinas apa yang ingin kamu tempuh selama mengemban ilmu di sekolah yang kamu pilih.

Nah, itulah informasi mengenai perbedaan sekolah kedinasan ikatan dinas dan non-ikatan dinas. Jadi, status dinas mana yang paling cocok buat kamu?

Baca Juga: 7 Sekolah Kedinasan dengan Syarat Tinggi Badan

Topik:

  • Bella Manoban
  • Rizna Hidayah
  • Retno Rahayu
  • Delvia Y Oktaviani

Berita Terkini Lainnya