Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Bentuk Kedewasaan yang Tidak Ada Hubungannya dengan Usia

Seorang perempuan berbaring.
ilustrasi seorang perempuan berbaring (pexels.com/Ivan Oboleninov)
Intinya sih...
  • Mampu mengelola emosi dengan sehat, bukan menyalahkan orang lain atas perasaan pribadi.
  • Bertanggung jawab atas pilihan sendiri, termasuk mengakui kesalahan tanpa merasa harga diri runtuh.
  • Mampu menetapkan dan menjaga batasan, serta menerima perbedaan dengan terbuka dan empatik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang menganggap kedewasaan sebagai sesuatu yang otomatis datang seiring bertambahnya usia. Semakin tua seseorang, semakin dewasa pula ia dinilai. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Usia hanyalah angka, sementara kedewasaan terbentuk dari cara seseorang bersikap dan mengambil keputusan.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita temui orang yang usianya sudah matang, tetapi masih kesulitan mengelola emosi atau tanggung jawab. Sebaliknya, ada pula mereka yang relatif muda, namun mampu bersikap bijak dan penuh pertimbangan. Nah, berikut ini lima bentuk kedewasaan yang tidak ada hubungannya dengan usia. Apa saja? Yuk, simak satu per satu!

1. Mampu mengelola emosi dengan sehat

ilustrasi seorang perempuan mengatur emosi saat bekerja
ilustrasi seorang perempuan mengatur emosi saat bekerja (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Kedewasaan tidak diukur dari seberapa jarang seseorang merasa marah, sedih, atau kecewa, melainkan dari caranya mengelola emosi tersebut. Orang yang dewasa memahami bahwa emosi adalah hal wajar, bukan sesuatu yang harus ditekan atau diluapkan secara berlebihan. Mereka mampu mengenali apa yang sedang dirasakan dan mencari cara yang tepat untuk mengekspresikannya.

Mengelola emosi secara sehat berarti tidak menyalahkan orang lain atas perasaan pribadi. Seseorang yang dewasa mampu menunda reaksi, berpikir jernih, dan memilih respons yang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kemampuan ini lahir dari kesadaran diri, bukan dari usia atau pengalaman semata.

2. Bertanggung jawab atas pilihan sendiri

Seorang perempuan sedang berpikir.
ilustrasi seorang perempuan berpikir (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

Kedewasaan tercermin dari kesediaan seseorang untuk bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Orang yang dewasa tidak mudah menyalahkan keadaan, orang lain, atau masa lalu ketika menghadapi konsekuensi dari pilihannya. Mereka memahami bahwa setiap keputusan memiliki dampak yang harus diterima dengan lapang.

Bertanggung jawab juga berarti berani mengakui kesalahan tanpa merasa harga dirinya runtuh. Mengakui salah bukan tanda kelemahan, melainkan keberanian untuk belajar dan memperbaiki diri. Sikap ini menunjukkan kedewasaan yang lahir dari integritas, bukan dari status atau usia.

3. Mampu menetapkan dan menjaga batasan

ilustrasi menetapkan batasan
ilustrasi menetapkan batasan (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Banyak orang mengira kedewasaan berarti selalu mengalah atau menyenangkan orang lain. Padahal, kemampuan menetapkan batasan justru merupakan tanda kedewasaan yang penting. Orang yang dewasa memahami kapasitas dirinya dan tahu kapan harus berkata cukup atau tidak.

Menjaga batasan membantu seseorang tetap sehat secara emosional. Mereka tidak merasa bersalah saat menolak hal yang tidak sesuai dengan nilai atau kemampuannya. Sikap ini menunjukkan penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain. Kedewasaan semacam ini terbentuk dari kesadaran, bukan dari seberapa lama seseorang hidup.

4. Mampu menerima perbedaan

Mengobrol dengan rekan kerja.
ilustrasi mengobrol dengan rekan kerja (pexels.com/William Fortunato)

Kedewasaan juga terlihat dari cara seseorang menyikapi perbedaan pandangan, pilihan hidup, atau nilai yang dianut orang lain. Orang yang dewasa tidak merasa terancam oleh perbedaan. Ia mampu mendengarkan tanpa harus selalu setuju.

Menerima perbedaan berarti memahami bahwa setiap orang memiliki latar belakang dan pengalaman hidup yang unik. Sikap ini membuat seseorang lebih terbuka, empatik, dan bijak dalam berinteraksi. Kedewasaan tidak menuntut keseragaman, melainkan kemampuan hidup berdampingan dengan saling menghormati.

5. Bersedia terus belajar dan berkembang

Seorang perempuan sedang bekerja.
ilustrasi seorang perempuan bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Seseorang yang dewasa menyadari bahwa dirinya tidak selalu benar dan tidak pernah sepenuhnya selesai belajar. Mereka terbuka terhadap kritik dan masukan, bukan sebagai serangan, melainkan sebagai kesempatan untuk berkembang.

Kesediaan untuk belajar menunjukkan kerendahan hati dan keinginan untuk menjadi lebih baik. Orang yang dewasa tidak terpaku pada gengsi atau merasa paling tahu. Mereka memahami bahwa perubahan adalah bagian dari hidup, dan bertumbuh adalah proses seumur hidup yang tidak ditentukan oleh usia.

Beberapa bentuk kedewasaan di atas menunjukkan bahwa menjadi dewasa bukan hanya soal bertambahnya umur, melainkan tentang cara bersikap dan bertanggung jawab. Kedewasaan tumbuh dari kesadaran diri dan kemauan untuk terus memperbaiki diri, di usia berapa pun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Membangun Emotional Safety dalam Hubungan, Makin Harmonis!

05 Feb 2026, 06:15 WIBLife