Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tantangan Mengikuti Summer School di Luar Negeri

5 Tantangan Mengikuti Summer School di Luar Negeri
ilustrasi summer school (unsplash.com/Ahmed)
  • Summer school luar negeri menghadirkan tantangan bahasa akademik; peserta perlu membiasakan membaca materi dan mempelajari kosakata bidang studi sebelum berangkat.
  • Metode belajar, kebiasaan, transportasi, makanan, dan aturan setempat dapat berbeda; keaktifan di kelas serta riset tentang negara tujuan membantu proses adaptasi.
  • Biaya mencakup tiket, akomodasi, makan, transportasi, asuransi, dan kebutuhan pribadi; anggaran serta komunikasi dengan keluarga membantu mengelola pengeluaran dan homesick.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengikuti summer school di luar negeri bisa menjadi pengalaman menarik bagi yang ingin belajar sekaligus mengenal lingkungan baru. Program ini memberi kesempatan untuk mengikuti kelas, bertemu peserta dari berbagai negara, dan merasakan kehidupan akademik di tempat yang berbeda. Di balik pengalaman tersebut, ada sejumlah tantangan yang perlu dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan.

Perbedaan bahasa, kebiasaan, hingga sistem pembelajaran dapat membuat masa awal terasa cukup menantang. Situasi tersebut tentu membutuhkan kemampuan beradaptasi agar kegiatan belajar tetap berjalan dengan baik. Agar bisa memahami kendalanya sejak awal, berikut beberapa tantangan mengikuti summer school di luar negeri dan cara untuk menghadapinya.

  1. 1. Bahasa yang digunakan

    ilustrasi mengikuti kelas summer school
    ilustrasi mengikuti kelas summer school (unsplash.com/Getty Images)

    Bahasa menjadi salah satu tantangan ketika seluruh kegiatan akademik menggunakan bahasa asing. Kamu perlu memahami penjelasan dosen, membaca materi, mengerjakan tugas, sekaligus berkomunikasi dengan peserta lain. Kesulitan menangkap istilah tertentu bisa saja muncul meskipun sudah memiliki kemampuan bahasa yang cukup.

    Persiapan bisa dilakukan dengan membiasakan diri membaca materi akademik dalam bahasa yang digunakan selama program. Kosakata yang berkaitan dengan bidang studi juga layak dipelajari sebelum berangkat. Langkah tersebut dapat membuat proses mengikuti kelas terasa lebih ringan.

  2. 2. Gaya belajar yang berbeda

    ilustrasi belajar
    ilustrasi belajar (unsplash.com/Getty Images)

    Metode pembelajaran di negara lain belum tentu sama dengan yang biasa ditemui di kampus asal. Ada program yang lebih banyak menggunakan diskusi, presentasi, kerja kelompok, atau proyek dibandingkan dengan perkuliahan satu arah. Kamu perlu menyesuaikan diri dengan pola tersebut dalam waktu yang relatif singkat.

    Perbedaan ini justru dapat menjadi kesempatan untuk mengenal cara belajar yang baru. Jangan ragu menyampaikan pendapat saat diskusi atau bertanya ketika ada bagian yang belum dipahami. Keaktifan dalam kelas juga membantu membangun hubungan dengan kamu dan pengajar.

  3. 3. Beradaptasi dengan lingkungan baru

    ilustrasi menggunakan transportasi umum
    ilustrasi menggunakan transportasi umum (unsplash.com/Getty Images)

    Tinggal di negara lain membuat kamu berhadapan dengan kebiasaan sehari-hari yang berbeda. Cara menggunakan transportasi, pilihan makanan, aturan di tempat umum, hingga kebiasaan berinteraksi dapat terasa asing pada awal kedatangan. Kondisi tersebut membutuhkan waktu agar terasa lebih familiar.

    Mencari informasi mengenai tempat tujuan sebelum keberangkatan dapat mengurangi kebingungan. Pelajari transportasi umum, lokasi kebutuhan sehari-hari, serta aturan dasar yang berlaku di sana. Dengan bekal informasi tersebut, aktivitas di luar jadwal summer school dapat dilakukan dengan lebih mudah.

  4. 4. Pengeluaran selama program

    ilustrasi menghitung pengeluaran
    ilustrasi menghitung pengeluaran (unsplash.com/Igal Ness)

    Biaya menjadi pertimbangan penting karena kebutuhan selama berada di luar negeri tidak berhenti pada biaya pendaftaran. Tiket pesawat, akomodasi, makanan, transportasi, asuransi, hingga kebutuhan pribadi perlu masuk dalam perhitungan. Pengeluaran tambahan juga bisa muncul ketika ingin berwisata atau membeli oleh-oleh.

    Membuat anggaran sejak awal membantu menentukan batas pengeluaran selama program berlangsung. Pisahkan dana untuk kebutuhan utama dari uang yang memang disiapkan untuk aktivitas tambahan. Cara ini tentu membantu membuat pengelolaan keuangan lebih terarah selama berada di negara tujuan.

  5. 5. Rasa homesick

    ilustrasi homesick
    ilustrasi homesick (unsplash.com/Valeriia Miller)

    Jauh dari keluarga dan lingkungan yang sudah dikenal dapat menimbulkan rasa rindu terhadap rumah. Perasaan tersebut bisa muncul terutama ketika jadwal kegiatan mulai padat atau belum memiliki teman dekat. Kondisi ini wajar terjadi saat menjalani pengalaman baru dalam waktu terbatas.

    Menjaga komunikasi dengan keluarga dan teman di rumah dapat membantu mengurangi rasa tersebut. Di sisi lain, cobalah membangun rutinitas bersama peserta lain agar mulai memiliki lingkungan sosial di tempat baru. Interaksi kecil seperti makan bersama atau mengikuti kegiatan kampus dapat membuat suasana terasa lebih akrab.

    Summer school di luar negeri menawarkan pengalaman akademik sekaligus kesempatan untuk mengenal kehidupan di negara lain. Tantangan mengikuti summer school di luar negeri pada umumnya meliputi perbedaan bahasa, metode belajar, lingkungan, biaya, dan rasa rindu terhadap rumah, yang perlu diperhitungkan sejak awal. Dengan persiapan yang matang, berbagai kendala tersebut tentunya bisa kamu hadapi sambil tetap menikmati pengalaman belajar di luar negeri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More