iilustrasi belajar menggunakan laptop (unsplash.com/steinart)
Untuk melihat pengaruh tidur terhadap kemampuan mengingat, peneliti melibatkan 40 orang dewasa asal Prancis dalam penelitian yang diterbitkan di Psychological Science. Peserta dibagi secara acak ke dalam kelompok tidur dan kelompok tetap terjaga, lalu mempelajari 16 pasangan kata bahasa Prancis-Swahili.
Setelah 12 jam, kedua kelompok kembali mempelajari materi yang sama. Kelompok tidur menjalani sesi pertama pada malam hari dan tidur sebelum sesi berikutnya, sedangkan kelompok tetap terjaga belajar pada pagi dan malam hari tanpa tidur di antara kedua sesi.
Hasilnya, peserta yang tidur dapat mengingat sekitar 10 dari 16 pasangan kata, sedangkan kelompok yang tetap terjaga hanya sekitar 7,5 pasangan kata. Perbedaan ini menunjukkan bahwa jeda tidur di antara sesi belajar berkaitan dengan kemampuan mengingat materi yang lebih baik.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa menyisipkan waktu tidur di antara sesi latihan memberikan keuntungan ganda, yaitu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari kembali materi dan memastikan retensi jangka panjang yang jauh lebih baik dibandingkan hanya melakukan latihan,” ujar Stephanie Mazza, ilmuwan psikologi dari University of Lyon, dikutip dari HuffPost.