Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tri Suci Waisak: Pengertian dan Asal-usul Perayaannya
biksu Buddha (pexels.com/Eky Rima Nurya Ganda)

  • Hari Raya Tri Suci Waisak adalah perayaan umat Buddha yang memperingati tiga peristiwa penting: kelahiran Siddharta Gautama, pencapaian Penerangan Sempurna, dan wafatnya Buddha Gotama.
  • Perayaan Waisak pertama kali dilaksanakan di Sri Lanka tahun 1950 berdasarkan keputusan Konferensi Persaudaraan Buddhist Sedunia, dan ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia sejak 1983.
  • Di Indonesia, perayaan Waisak dipusatkan di Candi Borobudur dengan rangkaian acara seperti pengambilan air berkat, ritual Pindapatta, serta samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hari Raya Waisak sering disebut juga dengan istilah Tri Suci Waisak. Ini merupakan hari besar umat Buddha yang diperingati setiap tahunnya. Di tahun ini, Hari Raya Waisak akan jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026.

Lantas, apa itu Tri Suci Waisak dan bagaimana asal-usul perayaannya? Yuk, simak penjelasan di bawah untuk tahu jawabannya!

1. Apa itu Tri Suci Waisak?

patung buddha gautama (pexels.com/ Suraphat Nuea-)

Dilansir laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, kalangan umat Buddha menyebut Waisak sebagai Hari Raya Trisuci Waisak. Hal tersebut dikarenakan ada tiga peristiwa penting yang diperingati, yakni:

  1. Kelahiran Bodhisattva (calon Buddha) Siddharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 SM (Sebelum Masehi).
  2. Petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna di Bodh pada tahun 588 SM.
  3. Wafatnya Buddha Gotama (Maha Parinibbana) di Kusinara. 

Pada perayaan Waisak, umat Buddha biasanya sering melakukan berbagai kegiatan, seperti bersih-bersih Vihara, ziarah ke makam leluhur, dan bersih-bersih makam pahlawan. Pada saat Hari Waisak, umat Buddha melaksanakan puja pada detik-detik bulan purnama. Kegiatan lomba atau pentas kesenian juga dilaksanakan untuk memeriahkan perayaan Waisak.

2. Asal-usul Tri Suci Waisak

ilustrasi berdoa di depan Buddha (pexels.com/Swastik Arora)

Hari Raya Tri Suci Waisak atau Vesak Day diperingati tiap tahunnya oleh umat Buddha di seluruh dunia. Momen ini mengingatkan umat Buddha pada tiga peristiwa penting, di antaranya; Lahirnya Pangeran Siddharta, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha, serta Buddha Gautama parinibbana.

Perayaan Hari Raya ini pertama kali dilaksanakan di Sri Lanka pada tahun 1950, berdasarkan keputusan yang dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhist Sedunia (World Fellowship of Buddhist) atau dikenal juga dengan sebutan WFB. Hingga saat ini, perayaan Waisak diperingati setiap tahunnya dan di tahun ini Hari Raya Waisak jatuh pada 31 Mei 2026.

Di Indonesia, peringatan Hari Raya Waisak juga dijadikan sebagai hari libur nasional yang dirayakan setiap tahunnya. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983.

3. Perayaan Tri Suci Waisak di Indonesia

Candi Borobudur (unsplash.com/Mario La Pergola)

Umat Buddha di Indonesia memiliki tradisi tahunan perayaan Waisak yang biasanya dilakukan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ada tiga rangkaian acara pokok yang dilakukan untuk perayaan Hari Raya Waisak, di antaranya:

  1. Pengambilan air berkat dari mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung, serta penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.
  2. Ritual "Pindapatta", yang merupakan ritual pemberian dana makanan kepada para biksu oleh umat. Tujuannya adalah memberi kesempatan kepada umat untuk melakukan kebajikan.
  3. Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama yang ditentukan berdasarkan perhitungan falak. Sehingga, puncak bulan purnama bisa terjadi di siang hari.

Demikianlah penjelasan seputar Tri Suci Waisak, mulai dari pengertian hingga asal-usulnya. Semoga bisa menjawab pertanyaanmu, ya!

FAQ Seputar Tri Suci Waisak

Apa pengertian dasar dari istilah Tri Suci Waisak dalam literatur agama Buddha?

Secara harfiah, Tri Suci Waisak berarti tiga peristiwa suci yang terjadi di bulan Vesakha menurut kalender kuno India. Istilah ini digunakan untuk mendefinisikan satu hari raya tunggal yang merangkum tiga tonggak sejarah paling sakral dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu momen kelahiran beliau sebagai pangeran, pencapaian pencerahan sempurna menjadi Buddha, dan momen mangkat atau parinibbana beliau dari dunia.

Bagaimana asal-usul historis penentuan perayaan Waisak hingga diakui secara internasional?

Pada mulanya, perayaan Waisak dirayakan secara lokal dengan tradisi yang berbeda di masing-masing negara penganut Buddha. Asal-usul penyatuan dan pengakuan internasionalnya baru dimulai secara resmi pada tahun seribu sembilan ratus lima puluh melalui perhelatan Konferensi Persaudaraan Buddha Sedunia di Sri Lanka, di mana para delegasi sepakat menetapkan hari purnama di bulan Mei sebagai hari raya bersama untuk menghormati sang Guru Agung.

Mengapa penyebutan nama hari raya ini bisa berbeda-beda di beberapa wilayah di dunia?

Perbedaan penyebutan ini terjadi karena adanya proses asimilasi linguistik dan budaya di setiap negara tempat ajaran Buddha berkembang. Sebagai contoh, di kawasan Asia Selatan seperti India dan Sri Lanka hari raya ini lebih populer disebut Vesak atau Buddha Purnima, sementara di wilayah Asia Timur seperti Jepang dikenal dengan Hanamatsuri, dan masyarakat Indonesia menyerapnya menjadi kata Waisak yang bersumber dari bahasa Pali.

Apa tujuan utama dari diajarkannya materi pengertian dan asal-usul Waisak ini dalam dunia pendidikan?

Pengajaran mengenai definisi dan kronik sejarah Waisak dalam ranah edukasi bertujuan untuk membangun pemahaman yang inklusif dan objektif di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan mempelajari akar sejarah dan pengertian yang benar, generasi muda dapat menumbuhkan rasa hormat, memperluas wawasan toleransi antarumat beragama, serta menghargai warisan kebudayaan spiritual yang membentuk peradaban dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorKori

Related Article