Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Pola Asuh Anak Menurut Ahli, Mana yang Ternyata Kamu Terapkan?

ilustrasi ayah dan anak
ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya sih...
  • Pola asuh demokratis memberikan kebebasan kepada anak dalam memilih.
  • Pola asuh otoriter memaksa anak tanpa memperdulikan keinginan mereka.
  • Pola asuh permisif cenderung memanjakan anak dengan memberikan kelonggaran besar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Rumah merupakan lingkungan pertama bagi anak dimana kita mengenalkan banyak hal kepada mereka. Dari pola asuh orang tua dan pendidikan dalam keluarga, kita dapat membentuk karakter terbaik anak dengan mengajarkan dan mengenalkan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka.

Pada dasarnya, pola asuh dan pendidikan di rumah merupakan bekal yang penting ketika anak mulai menginjak dunia luar yang serba tidak dapat diperkirakan. Menurut Diana Baumrind, seorang psikolog klinis dan ahli perkembangan asal Amerika Serikat, pola asuh anak dapat dibagi menjadi empat macam. Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Pola asuh demokratis

ilustrasi ibu dan anak
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Merupakan pola asuh yang memberikan kebebasan kepada anak dalam memilih, namun orang tua tetap memiliki kontrol tentang pilihan anak tersebut. Dengan demikian, terjadi komunikasi yang baik antara anak dan orangtua. Orangtua dan anak dapat berperan sebagai teman, dimana anak dapat berdiskusi tentang pilihannya dan orangtua dapat mengetahui apa yang menjadi keinginan anak.

Pola asuh demokratis umumnya akan menghasilkan karakter seorang anak yang mampu berinteraksi dengan baik di lingkungan, mandiri, mampu mengontrol diri, dan kooperatif terhadap orang sekitarnya.

2. Pola asuh otoriter

ilustrasi ayah mengajari anak
ilustrasi ayah mengajari anak (pexels.com/cottonbro studio)

Pola asuh orangtua kepada anak tipe ini termasuk pola asuh yang memaksa, dimana apa yang menjadi keinginan anak tidak menjadi bahan pertimbangan orangtua sama sekali. Bahkan, orangtua akan mengancam atau menghukum anak jika anak tidak mau melakukan hal yang diperintahkan orangtua. Komunikasi pola asuh otoriter cenderung satu arah yaitu perintah dari orangtua ke anak, tanpa orangtua mau memperdulikan apa yang menjadi keinginan anak.

Pola asuh otoriter akan menghasilkan karakter anak yang penakut, pendiam, suka menentang, berkepribadian lemah dan suka melanggar norma yang ada sebagai bentuk pemberontakan.

3. Pola asuh permisif

ilustrasi ibu mengajari anak
ilustrasi ibu mengajari anak (pexels.com/William Fortunato)

Tipe pola asuh seperti ini cenderung memanjakan anak, memberikan kelonggaran yang besar, namun tetap dengan sedikit pengawasan. Pola asuh seperti ini memang sangat disukai oleh anak, karena kebebasan yang mereka dapat. Bahkan, mereka cenderung tidak ditegur dan tidak diperingatkan ketika mereka melakukan hal yang berbahaya menurut orang lain. Tipe pola asuh seperti ini memang disukai anak tetapi terkesan kurang baik untuk masa depan mereka.

Pola asuh permisif akan membuat karakter anak menjadi manja, mau menang sendiri, kurang percaya diri dan bahkan tidak bisa mandiri.

4. Pola asuh penelantar

ilustrasi ayah memeluk anak
ilustrasi ayah memeluk anak (pexels.com/pexels.com/)

Pola asuh tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan dukungan yang sangat minim kepada anaknya, termasuk perhatian. Dengan pola seperti ini, anak dipaksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Anak-anak diberikan support yang minim padahal kebutuhan mereka seharusnya dipenuhi dengan maksimal. Oleh karena itu, terkadang sebagian dari anak yang diasuh dengan tipe pola asuh seperti ini akan mencari pekerjaan tambahan ataupun melakukan hal yang sebenarnya belum waktunya mereka lakukan.

Pola asuh penelantar kebanyakan akan menghasilkan anak yang kurang percaya diri, kurang bertanggung jawab, moody dan sering bermasalah dengan teman-temannya.

Pola asuh orangtua kepada anak sangat berpengaruh terhadap karakter mereka ketika beranjak dewasa, khususnya tentang bagaimana mereka akan bereaksi terhadap lingkungan di luar rumah.

Dari empat pola asuh orangtua kepada anak berdasarkan teori di atas, kita sebagai orangtua dapat melakukan introspeksi dan evaluasi tentang apakah pola asuh yang selama ini kita berikan sudah tepat atau belum. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

50 Ide Caption Ramadan Kareem dan Ramadan Mubarak 2026, Rayakan!

13 Feb 2026, 19:03 WIBLife