Tantrum merupakan bagian dari proses perkembangan emosi anak, namun jika terjadi terlalu sering, maka kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Orangtua harus memahami bahwa tantrum bukan sekedar perilaku nakal, melainkan respons emosional yang muncul pada saat anak belum mampu mengekspresikan keinginannya dengan tepat.
Menghindari tantrum bukan berarti menahan anak untuk tidak mengekspresikan perasaannya, namun menemukan cara yang lebih sehat dalam mengelola emosi. Melalui beberapa cara berikut ini, maka orangtua bisa menghindari kebiasaan tantrum pada anak agar nantinya lebih stabil dan tenang.
