ilustrasi anak bermain bersama orangtua (pexels.com/RDNE Stock project)
Permainan peran seperti menjadi dokter, guru, koki, atau petualang merupakan aktivitas yang sangat disukai anak. Orangtua dapat ikut terlibat sehingga permainan terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Melalui permainan imajinatif, anak belajar memahami berbagai situasi sosial, mengekspresikan emosi, serta mengembangkan kemampuan komunikasi. Aktivitas ini juga memberi kesempatan bagi orangtua untuk melihat cara berpikir dan perasaan anak dari sudut pandang mereka.
Dalam laporan AAP berjudul "The Power of Play", para peneliti menyebut bahwa permainan bersama orangtua membantu membangun hubungan yang aman dan penuh dukungan bagi anak. Mereka perlu mengembangkan berbagai keterampilan untuk mengoptimalkan perkembangan mereka dan mengelola stres toksik.
"Penelitian menunjukkan bahwa bermain yang sesuai dengan perkembangan anak bersama orangtua dan teman sebaya merupakan kesempatan unik untuk meningkatkan keterampilan sosial-emosional, kognitif, bahasa, dan pengaturan diri yang membangun fungsi eksekutif dan otak prososial," demikian laporan American Academy of Pediatrics.
Libur sekolah tidak selalu harus diisi dengan perjalanan jauh atau aktivitas yang mahal. Justru, berbagai kegiatan sederhana yang dilakukan bersama orangtua dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak.