Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Aktivitas Seru Orangtua dan Anak saat Libur Sekolah, Si Kecil Jadi Lupa Gadget!
ilustrasi parenting orang tua (freepik.com/freepik)

Libur sekolah menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak anak. Setelah berbulan-bulan menjalani rutinitas belajar, mereka memiliki kesempatan untuk beristirahat, mengeksplorasi hal baru, dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Bagi orangtua, masa liburan juga bisa menjadi kesempatan emas untuk mempererat hubungan dengan anak melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.

Sayangnya, tidak sedikit keluarga yang menghabiskan masa liburan hanya dengan menonton televisi atau bermain gawai. Padahal, aktivitas bersama orangtua dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak.

1. Berkebun bersama di rumah

ilustrasi mengajak anak berkebun(pexels.com/RDNE Stock project)

Berkebun menjadi aktivitas sederhana yang bisa dilakukan tanpa harus pergi jauh. Orangtua dapat mengajak anak menanam sayuran, bunga, atau tanaman herbal di halaman rumah maupun menggunakan pot kecil. Kegiatan ini mengajarkan anak tentang proses pertumbuhan tanaman sekaligus melatih kesabaran.

Selain itu, berkebun juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab anak. Mereka belajar menyiram tanaman secara rutin, memperhatikan kondisi tanah, hingga memahami pentingnya merawat makhluk hidup. Aktivitas ini juga menjadi sarana belajar sains yang menyenangkan karena anak bisa melihat langsung perubahan yang terjadi pada tanaman.

2. Memasak dan membuat camilan favorit

ilustrasi ibu dan anak memasak (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Dapur dapat menjadi tempat belajar yang menyenangkan selama libur sekolah. Anak bisa diajak membuat kue sederhana, salad buah, atau makanan favorit keluarga. Selain mempererat hubungan, kegiatan ini juga melatih motorik halus dan kemampuan mengikuti instruksi.

Saat memasak, anak belajar mengenal berbagai bahan makanan, ukuran, warna, tekstur, hingga konsep matematika sederhana seperti menghitung dan menakar. Mereka juga belajar bekerja sama serta memahami pentingnya menjaga kebersihan selama proses memasak.

3. Piknik dan bermain di ruang terbuka

ilustrasi piknik keluarga (Pexels.com/Mikhail Nilov)

Mengajak anak ke taman kota, pantai, atau area hijau terdekat bisa menjadi pilihan menarik saat liburan. Aktivitas fisik di luar ruangan membantu anak mengurangi waktu layar sekaligus meningkatkan kesehatan tubuh mereka.

Bermain bola, berlari, bersepeda, atau sekadar menikmati suasana alam memberi kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar. Interaksi dengan alam juga terbukti membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

"Bermain sangat penting untuk perkembangan karena berkontribusi pada kesejahteraan kognitif, fisik, sosial, dan emosional anak-anak dan remaja," ujar dokter spesialis anak Dr. Kenneth R. Ginsburg dikutip dalam laporan American Academy of Pediatrics (AAP).

 

4. Membuat kerajinan tangan dan proyek kreatif

ilustrasi anak kreatif dan imajinatif (pexels.com/Rosemary Ketchum)

Libur sekolah juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan membuat kerajinan tangan. Orangtua dapat mengajak anak membuat kolase, melukis, membuat mainan dari barang bekas, atau menghias kamar bersama.

Aktivitas kreatif membantu anak mengembangkan imajinasi, kemampuan memecahkan masalah, dan rasa percaya diri. Tidak perlu hasil yang sempurna, karena proses berkarya jauh lebih penting daripada hasil akhirnya.

"Mereka harus merekomendasikan agar semua anak diberi waktu luang yang cukup, tidak terjadwal, mandiri, dan tanpa layar untuk berkreasi (proyek kreatif), merenung, dan melepaskan stres," tulis dalam laporan yang sama.

5. Bermain peran dan permainan imajinatif

ilustrasi anak bermain bersama orangtua (pexels.com/RDNE Stock project)

Permainan peran seperti menjadi dokter, guru, koki, atau petualang merupakan aktivitas yang sangat disukai anak. Orangtua dapat ikut terlibat sehingga permainan terasa lebih hidup dan menyenangkan.

Melalui permainan imajinatif, anak belajar memahami berbagai situasi sosial, mengekspresikan emosi, serta mengembangkan kemampuan komunikasi. Aktivitas ini juga memberi kesempatan bagi orangtua untuk melihat cara berpikir dan perasaan anak dari sudut pandang mereka.

Dalam laporan AAP berjudul "The Power of Play", para peneliti menyebut bahwa permainan bersama orangtua membantu membangun hubungan yang aman dan penuh dukungan bagi anak. Mereka perlu mengembangkan berbagai keterampilan untuk mengoptimalkan perkembangan mereka dan mengelola stres toksik. 

"Penelitian menunjukkan bahwa bermain yang sesuai dengan perkembangan anak bersama orangtua dan teman sebaya merupakan kesempatan unik untuk meningkatkan keterampilan sosial-emosional, kognitif, bahasa, dan pengaturan diri yang membangun fungsi eksekutif dan otak prososial," demikian laporan American Academy of Pediatrics.

Libur sekolah tidak selalu harus diisi dengan perjalanan jauh atau aktivitas yang mahal. Justru, berbagai kegiatan sederhana yang dilakukan bersama orangtua dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak.

Editorial Team

Related Article