Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alasan Anak Harus Diajari Berjuang meski Orangtua Berkecukupan

ilustrasi mengajarkan anak memasak
ilustrasi mengajarkan anak memasak (pexels.com/RODNAE Productions)

Orangtua yang kini berhasil membangun karier cemerlang dan mewujudkan kehidupan sejahtera setelah melalui perjuangan panjang sering kali tidak ingin bila anak-anaknya harus mengalami kepahitan yang sama. Berhubung mereka sudah memiliki segala sumber daya, maka sebisa mungkin ingin memenuhi seluruh kebutuhan dan keinginan buah hati. Tujuannya jelas, yaitu memastikan agar anak merasa bahagia dalam hidupnya.

Terlepas dari tujuan yang baik tersebut, sebenarnya memanjakan buah hati dengan segala kemudahan hidup juga membawa konsekuensi buruk untuk kehidupan mereka di masa depan. Oleh karena itu, orangtua yang berkecukupan sekalipun lebih baik tetap menguatkan hati untuk melatih anak-anaknya berjuang demi meraih sesuatu yang mereka inginkan dalam hidupnya. Apa alasan anak harus diajari berjuang? Simak beberapa alasan berikut ini untuk menambah wawasan, ya!

1. Roda kehidupan terus berputar

ilustrasi seorang ayah yang sedang menasihati anak perempuannya
ilustrasi seorang ayah yang sedang menasihati anak perempuannya (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Memenuhi keinginan anak tentu bukan hal sulit bagi orangtua yang berstatus kaya raya. Anak tinggal sebut saja apa yang ingin diminta, tidak lama kemudian bisa saja langsung menjadi kenyataan. Namun, dapatkah membayangkan apa yang akan terjadi bila tanpa diduga orangtua kehilangan kemampuan tersebut?

Perlu untuk selalu diingat bahwa roda kehidupan akan terus berputar. Orangtua mungkin sekarang berada dalam kondisi serba berkecukupan, sehingga mudah untuk memanjakan anak. Namun, bila ternyata suatu hari nanti keadaan tidak lagi sama dan anak telanjur manja, pasti akan sangat kerepotan. Oleh sebab itu, anak sebaiknya tetap diberi pengertian bahwa apa yang mereka inginkan tidak selalu dapat dipenuhi atau diminta untuk berjuang dulu bila benar-benar menginginkan sesuatu agar mereka tahu betapa kerasnya dunia ini.

2. Daya juang yang tinggi bikin anak tangguh hadapi berbagai tantangan kehidupan

ilustrasi mendampingi anak yang sedang belajar
ilustrasi mendampingi anak yang sedang belajar (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Memanjakan buah hati, apa lagi saat mereka masih kecil dan orangtua memang berkecukupan, tentu sah-sah saja. Namun, hal seperti ini sebaiknya tidak dijadikan sebagai kebiasaan. Pasalnya, usia anak akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu dan kelak ada masanya mereka harus hidup terpisah dari kedua orangtuanya.

Kendati orangtua memiliki kekayaan yang sanggup mengabulkan seluruh permintaan anak, tetapi bukan berarti anak bisa terus "disuapi". Mereka harus tetap dilatih agar memiliki daya juang yang tinggi agar kelak bisa menghadapi ganasnya tantangan kehidupan saat orangtua tidak lagi punya kesempatan untuk mendampingi. Jika buah hati mampu survive dalam segala keadaan, bukankah orangtua juga yang akan merasa bangga?

3. Anak yang punya mentalitas pejuang bisa mempertahankan kesuksesan yang diraihnya

ilustrasi seseorang yang sedang melakukan presentasi
ilustrasi seseorang yang sedang melakukan presentasi (pexels.com/ThisIsEngineering)

Orangtua yang kaya raya memang kerap berusaha untuk memanjakan anaknya. Pasalnya, memang mereka punya sumber daya untuk melakukan semua itu, sehingga tidak ada kesulitan sama sekali. Namun, anak yang terbiasa terus dilayani seperti ini biasanya akan mudah menyerah saat menghadapi masalah karena mentalnya tidak pernah terlatih untuk menghadapi tantangan. Jika dibiarkan terus, bukan hal yang mengejutkan bila anak tidak akan bisa sukses di masa depan.

Oleh karena itu, orangtua sebaiknya bersikap "tega" pada buah hatinya. Latih mereka agar memiliki kemampuan berjuang, terutama untuk sesuatu yang ingin diraihnya. Dengan begini, anak jadi paham betapa sulitnya dalam menggapai suatu impian, sehingga saat telah berhasil nanti, mereka dapat mempertahankan kesuksesan tersebut.

Walau orangtua berkecukupan, ada segudang alasan anak harus diajari berjuang. Semua itu demi kebaikan mereka sendiri di masa depan. Jika buah hati telah memiliki mentalitas pejuang, mereka akan mampu menghadapi segala macam kesulitan, bahkan tanpa didampingi orangtua.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

Cara Menata Meja Makan yang Benar dan Menarik, Tips Interior Designer!

06 Jan 2026, 22:21 WIBLife