Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Aturan Parenting yang Harus Dipatuhi Tanpa Tawar-Menawar
ilustrasi memasak bersama dengan keluarga (.pexels.com/augustderichelieu)

Dalam mengasuh anak, memang ada aturan yang bisa disesuaikan dengan kondisi dan usia mereka. Namun, beberapa batasan tetap perlu ditegakkan karena berkaitan dengan keselamatan, hubungan orangtua dan anak, hingga pembentukan karakter.

Aturan yang tidak bisa ditawar bukan berarti orangtua harus bersikap keras atau kaku setiap saat. Lantas, apa saja aturan parenting yang sebaiknya tetap dipatuhi tanpa tawar-menawar? Simak selengkapnya di bawah ini, ya!

1. Utamakan keselamatan dalam setiap situasi

ilustrasi keluarga membuat sarapan (pexels.com/augustderichelieu)

Keselamatan menjadi aturan utama yang tak boleh dikesampingkan dalam pengasuhan. Kebiasaan seperti tidak menyentuh kompor, melihat ke dua arah sebelum menyeberang, memegang tangan orangtua di tempat ramai, dan memakai sabuk pengaman perlu diterapkan konsisten. Selain mencegah cedera, hal ini membantu anak belajar menjaga diri dan bertanggung jawab.

“Mempertahankan aturan pengasuhan yang tidak bisa ditawar terkait keselamatan dapat mengurangi kemungkinan risiko cedera pada diri sendiri maupun orang lain, serta membantu mengembangkan keterampilan menjaga keselamatan diri dan perilaku yang bertanggung jawab sekaligus menumbuhkan kemampuan untuk menjadi lebih mandiri,” ujar Alisha Simpson-Watt, L.C.S.W., B.C.B.A., L.B.A., pendiri Collaborative ABA Services, dikutip dari Good Housekeeping.

Aturan keselamatan sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak serta disertai penjelasan yang mudah dipahami. Dengan begitu, anak tidak hanya mematuhi larangan, tetapi juga memahami alasan di baliknya dan mampu menerapkannya secara mandiri.

2. Luangkan waktu untuk benar-benar terhubung dengan anak

ilustrasi menonton film bersama keluarga (pexels.com/august-de-richelieu)

Kesibukan sehari-hari bisa membuat orangtua merasa sudah cukup menghabiskan waktu bersama anak, meski perhatian sering terbagi dengan pekerjaan atau gawai. Padahal, meluangkan beberapa menit untuk mengobrol, membaca, atau bermain tanpa distraksi dapat mempererat kedekatan. Tak perlu aktivitas besar, perhatian penuh yang konsisten justru lebih berarti bagi anak.

“Jadikan prioritas untuk berbicara, membaca, dan bermain bersama anak setiap hari! Perkembangan otak pada masa awal kehidupan bergantung pada interaksi-interaksi ini, dan interaksi tersebut menjadi fondasi bagi kepercayaan diri seumur hidup serta proses belajar yang baru,” ujar Aimee Ketchum, O.T.D., O.T.R./L., C.N.M.I., dari ParentCo, dikutip dari Good Housekeeping.

Cobalah menyediakan waktu khusus setiap hari untuk benar-benar hadir bersama anak tanpa terdistraksi ponsel atau pekerjaan. Mendengarkan cerita sepulang sekolah atau bermain sebelum tidur pun bisa menjadi rutinitas sederhana yang memperkuat hubungan.

3. Jangan biarkan anak menyakiti diri sendiri maupun orang lain

ilustrasi keluarga (pexels.com/emmabauso)

Mengajarkan anak untuk tidak menyakiti orang lain bukan berarti melarang mereka menunjukkan emosi. Anak tetap boleh merasa marah, sedih, atau kecewa, tetapi perlu memahami bahwa emosi bukan alasan untuk memukul, mendorong, atau menyakiti orang lain. Batasan yang jelas membantu anak belajar bahwa semua perasaan boleh dirasakan, tetapi tidak semua perilaku dapat diterima.

“Penting untuk menerima semua emosi dan menetapkan batasan terhadap perilaku yang tidak aman,” ujar Devon Kuntzman, P.C.C., penulis dan pendiri Transforming Toddlerhood, dikutip dari Good Housekeeping.

Orangtua juga bisa mengenalkan konsep persetujuan (consent) dan batasan tubuh sejak dini. Anak perlu tahu bahwa mereka berhak menolak sentuhan yang tidak diinginkan dan harus meminta izin sebelum menyentuh orang lain. Dengan begitu, mereka belajar menghargai diri sendiri sekaligus menghormati batasan orang lain.

4. Tegakkan batasan yang sudah dibuat

ilustrasi bonding time antara anggota keluarga (pexels.com/timamiroshnichenko)

Membuat aturan akan percuma jika orangtua mudah mengubahnya saat anak menangis atau mengamuk. Batasan yang jelas dan konsisten membantu anak memahami perilaku yang boleh dilakukan, yang tidak boleh dilakukan, serta konsekuensinya. Namun, konsisten bukan berarti keras karena aturan tetap bisa ditegakkan dengan tenang dan penuh kasih.

Hindari pula ancaman yang tidak benar-benar akan dilakukan karena dapat membuat anak menganggap aturan bisa dinegosiasikan. Jika sebuah batasan sudah ditetapkan, orangtua perlu tetap konsisten meski anak menunjukkan reaksi emosional. Dengan begitu, aturan menjadi pedoman yang membuat anak merasa aman sekaligus memahami harapan orangtua.

5. Ajarkan prinsip memperlakukan orang lain seperti diri sendiri ingin diperlakukan

ilustrasi memasak bersama dengan keluarga (.pexels.com/augustderichelieu)

Mengajarkan anak untuk menghormati orang lain penting untuk membentuk empati dan karakter. Sejak kecil, anak perlu memahami bahwa orang lain juga memiliki kebutuhan dan hak yang harus dihargai. Prinsip sederhana seperti memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan dapat menjadi dasar untuk mengajarkan kebaikan, kejujuran, dan rasa hormat.

“Menjelaskan kepada mereka tentang ‘Golden Rule’ bahwa dalam setiap situasi, mereka harus memperlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan sangatlah penting,” ujar Petal Modeste, pembawa acara podcast Parenting for the Future, dikutip dari Good Housekeeping.

Namun, rasa hormat juga perlu diarahkan kepada diri sendiri. Anak perlu memahami batasan pribadi dan mengetahui bahwa dirinya juga layak diperlakukan dengan baik. Dengan begitu, mereka belajar menghargai orang lain tanpa mengabaikan harga dirinya sendiri.

Aturan parenting bukan soal menjadi orangtua yang paling tegas, tetapi tentang memberi anak batasan yang aman dan konsisten. Dengan menerapkannya sejak dini, kamu bisa membantu anak tumbuh lebih mandiri, berempati, dan bertanggung jawab.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article