Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Memilih Aksen agar Ruangan Punya Kedalaman yang Elegan

5 Cara Memilih Aksen agar Ruangan Punya Kedalaman yang Elegan
ilustrasi ruangan taupe (pexels.com/Max Vakhtbovych)
  • Padukan tekstur halus dan berkarakter untuk membentuk lapisan visual subtil, sehingga ruangan terasa lebih kaya tanpa dipenuhi dekorasi.
  • Gunakan kontras warna yang terukur dan variasi skala, seperti artwork besar dengan objek kecil, untuk menciptakan focal point serta komposisi dinamis.
  • Pilih aksen yang selaras dengan material utama dan sisakan ruang kosong agar dekorasi menyatu, menonjol, serta menjaga suasana tetap tenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ruangan yang elegan tidak selalu membutuhkan banyak dekorasi. Justru, pemilihan aksen yang tepat dapat menciptakan kedalaman visual tanpa membuat interior terasa penuh.

Aksen berfungsi sebagai titik perhatian yang memperkaya komposisi dan memberi kontras. Sekaligus membuat setiap elemen terasa lebih terhubung. Agar hasilnya tetap refined, berikut lima cara memilih aksen yang dapat membuat ruangan terasa lebih berdimensi dan berkarakter.

  1. 1. Pilih aksen dengan perbedaan tekstur

    https://chatgpt.com/s/m_6a84e81f94e48191ad079e0f825497df
    ilustrasi ruangan scandinavia (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

    Kedalaman tidak hanya tercipta dari warna, tetapi juga dari tekstur. Ruangan dengan material yang terlalu seragam cenderung terlihat datar meskipun memiliki palet warna yang menarik. Karena itu, padukan permukaan halus dengan material yang memiliki karakter lebih terasa.

    Misalnya, sofa berbahan linen dapat dipadukan dengan meja batu bertekstur natural, karpet beranyaman lembut, atau cushion dengan permukaan sedikit bertekstur. Perbedaan tersebut menciptakan lapisan visual yang subtil sehingga ruangan terasa lebih kaya tanpa terlihat berlebihan.

  2. 2. Gunakan kontras warna secara terukur

    https://unsplash.com/id/foto/ruang-tamu-modern-dengan-lukisan-kuda-abstrak-90IQSr360JA
    ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/POOJAN THANEKAR)

    Aksen tidak harus memiliki warna yang sangat mencolok. Untuk mendapatkan kesan elegan, gunakan kontras dalam intensitas yang terkendali. Jika ruangan didominasi warna netral seperti beige, ivory, atau taupe, tambahkan aksen dalam warna cokelat tua, olive, charcoal, atau muted blue.

    Kuncinya adalah menjaga agar warna aksen tetap memiliki hubungan dengan palet utama. Kontras yang terlalu tajam dapat membuat perhatian terpecah. Sedangkan perbedaan warna yang terukur membantu menciptakan focal point sekaligus mempertahankan kesatuan visual.

  3. 3. Manfaatkan aksen dengan skala berbeda

    https://unsplash.com/id/foto/ruang-tamu-modern-dengan-sofa-krem-dan-meja-kopi-XWRW66qiRp8
    ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/POOJAN THANEKAR)

    Kedalaman juga berkaitan dengan skala. Jangan menempatkan seluruh elemen dekoratif dalam ukuran yang hampir sama karena komposisinya dapat terasa monoton. Cobalah menghadirkan satu aksen berukuran lebih besar, kemudian seimbangkan dengan beberapa elemen yang lebih kecil.

    Sebuah artwork berukuran besar, misalnya, dapat menjadi pusat perhatian di atas console. Di sekitarnya, letakkan vas atau objek dekoratif berukuran lebih kecil. Variasi skala membuat mata bergerak dari satu elemen ke elemen lain sehingga ruangan terasa lebih dinamis.

  4. 4. Pilih akses yang mengikuti karakter material utama

    https://www.pexels.com/photo/luxurious-modern-bedroom-interior-design-35189676/
    ilustrasi ruangan taupe (pexels.com/Rana Matloon Hussain)

    Aksen yang elegan sebaiknya tidak terasa seperti elemen yang berdiri sendiri. Pilih objek yang memiliki hubungan dengan material utama di dalam ruangan. Jika interior menggunakan banyak kayu berwarna hangat, aksen seperti keramik earthy atau logam dengan finishing warm dapat memperkuat karakter tersebut.

    Begitu pula jika ruangan menggunakan batu alam. Aksen dekoratif dengan warna atau tekstur yang mengambil inspirasi dari batu tersebut dapat menciptakan kesinambungan. Cara ini membuat dekorasi terasa menyatu, bukan sekadar tambahan.

  5. 5. Sisakan ruang untuk bernapas

    https://unsplash.com/id/foto/dapur-dengan-meja-dan-kursi-di-dalamnya-iC15JQ1IOOw
    ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/Alex Tyson)

    Memilih aksen bukan berarti memenuhi setiap sudut dengan dekorasi. Salah satu rahasia interior yang terlihat mahal adalah keberanian menyisakan ruang kosong. Negative space membantu aksen terlihat lebih menonjol sekaligus memberikan jeda visual.

    Daripada menempatkan banyak objek kecil, pilih beberapa aksen yang benar-benar memiliki nilai estetis. Letakkan secara strategis pada area yang membutuhkan perhatian. Dengan begitu, setiap elemen memiliki kesempatan untuk terlihat dan komposisi ruangan terasa lebih tenang.

    Pada akhirnya, kedalaman yang elegan muncul dari keseimbangan antara aksen, material, warna, skala, dan ruang kosong. Bukan seberapa banyak dekorasi yang digunakan, melainkan seberapa tepat setiap elemen ditempatkan. Aksen yang dipilih dengan cermat dapat membuat interior terasa lebih berlapis, sophisticated, dan memiliki karakter tanpa kehilangan kesan ringan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More