“Salah satu hal paling luar biasa yang dapat dilakukan orang tua adalah membacakan buku untuk anak setiap hari,” ujar Josie Meade, guru di Creative Kids Preschool, Manhattan Beach, California, dikutip dari Parents.
Cara Membantu Anak Mengikuti Kurikulum Prasekolah dari Rumah

Masa prasekolah penting bagi tumbuh kembang anak karena berbagai kemampuan dasar mulai terbentuk, mulai dari bahasa, mengenal huruf dan angka, motorik, kemandirian, hingga keterampilan sosial. Orangtua dapat mendukung proses ini dari rumah melalui aktivitas sederhana dan menyenangkan tanpa harus membuatnya terasa seperti belajar formal.
Yang perlu diingat, mengikuti kurikulum prasekolah dari rumah bukan berarti orang tua harus menggantikan peran guru sepenuhnya. Anak justru dapat belajar melalui aktivitas sehari-hari seperti membaca buku, menghitung benda di rumah, bermain, menggambar, hingga membantu membereskan mainan. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan orangtua untuk mendukung pembelajaran anak di rumah.
1. Kenalkan huruf dan bunyi lewat aktivitas sehari-hari

ilustrasi ibu duduk bersama dua anak (pexels.com/ellyfairytale) Salah satu kemampuan yang mulai dikembangkan anak selama prasekolah adalah mengenali huruf dan memahami hubungan antara huruf dengan bunyinya. Orang tua dapat membantu dengan menggunakan magnet huruf, kartu bergambar, buku cerita, atau permainan mencari huruf agar proses belajar terasa lebih menyenangkan.
Pengenalan huruf juga bisa dilakukan melalui berbagai aktivitas sehari-hari tanpa harus terasa seperti belajar formal. Misalnya, saat bepergian, ajak anak memperhatikan huruf pertama dari nama toko, makanan, kendaraan, atau benda yang mereka temui, kemudian ucapkan bersama bunyi huruf tersebut.
2. Biasakan membaca bersama setiap hari

ilustrasi membaca bersama anak (pexels.com/lina) Membaca bersama dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasa dan literasi anak sebelum memasuki jenjang sekolah berikutnya. Tidak perlu berjam-jam, luangkan beberapa menit setiap hari untuk membaca buku sesuai usia sambil mengajak anak melihat gambar, mengenali benda, dan mengikuti alur cerita.
Agar lebih interaktif, jangan hanya meminta anak mendengarkan cerita yang dibacakan. Ajukan pertanyaan sederhana seperti “Apa ini?”, “Apa yang akan terjadi selanjutnya?”, atau “Apa yang sedang dilakukan tokoh itu?” sehingga anak terbiasa mengamati, menjawab pertanyaan, dan mengungkapkan pikirannya.
3. Ajarkan warna dan bentuk melalui permainan

ilustrasi anak-anak melukis (pexels.com/artempodrez) Mengenal warna dan bentuk merupakan kemampuan dasar yang mulai dikembangkan anak di masa prasekolah. Orang tua bisa mengenalkannya tanpa lembar kerja, misalnya dengan mengajak anak mencari benda berwarna merah atau menemukan benda berbentuk lingkaran di rumah.
Agar lebih menarik, ubah kegiatan tersebut menjadi permainan tebak-tebakan. Saat bepergian, misalnya, minta anak menebak warna dan bentuk benda yang dilihat, atau ajak mereka menyebutkan warna pakaian, sepatu, dan kaus kaki saat berpakaian. Dengan begitu, anak dapat belajar mengenali konsep dasar melalui aktivitas sehari-hari tanpa merasa sedang mengikuti pelajaran formal.
4. Latih kemampuan berhitung dengan benda di sekitar rumah

ilustrasi ayah dan anak sedang packing pakaian (pexels.com/ketutsubiyanto) Pada usia prasekolah, anak mulai mengenali angka 0 hingga 9 sekaligus memahami konsep berhitung. Orang tua bisa mengenalkan angka melalui buku, kemasan makanan, kalender, jam, atau benda di sekitar, kemudian mengajak anak menghitung jumlah benda nyata agar mereka memahami hubungan antara angka dan kuantitas.
Tidak perlu menggunakan alat khusus karena benda sehari-hari di rumah sudah bisa menjadi media belajar. Ajak anak menghitung mainan, krayon, anak tangga, buah, atau camilan sehingga kegiatan berhitung terasa lebih alami dan menyenangkan.
“Saat mereka sedang makan camilan, tanyakan, ‘Ada berapa biskuit yang kamu punya?’ Susun biskuit tersebut berjajar, lalu minta mereka menunjuk setiap biskuit dengan jari sambil menghitungnya satu per satu,” ujar Josie Meade.
5. Kembangkan motorik halus lewat menggambar dan bermain

ilustrasi anak kecil bermain (pexels.com/cottonbro) Kemampuan motorik halus membantu anak mengembangkan koordinasi tangan dan mata yang dibutuhkan untuk menulis, memegang alat tulis, menggunakan gunting, hingga melakukan berbagai aktivitas di sekolah. Di rumah, orang tua bisa menyediakan krayon, spidol, kertas, kapur, gunting khusus anak, atau Play-Doh sebagai media latihan yang menyenangkan.
Biarkan anak menggambar, menggunting, meremas, dan membentuk Play-Doh sesuai kreativitasnya tanpa terlalu sering mengoreksi hasil. Aktivitas seperti meremas dan menekan Play-Doh juga dapat melatih kekuatan otot-otot kecil pada jari, sementara penggunaan gunting membantu melatih koordinasi dan ketelitian anak.
“Meremas dan menekannya benar-benar akan melatih otot-otot pada jari mereka,” ujar Josie Meade.
6. Latih kemampuan sosial dan berbagi

ilustrasi anak kecil makan bersama (pexels.com/naomishi) Persiapan menuju taman kanak-kanak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan sosial. Anak perlu belajar berbagi, bergiliran, bekerja sama, mengikuti instruksi sederhana, serta menyampaikan keinginan dan kebutuhannya kepada orang lain.
Orang tua bisa melatihnya melalui kegiatan sederhana seperti bermain bersama teman sebaya, mengajak anak ke taman bermain, atau melakukan permainan kelompok. Di rumah, berikan pula tanggung jawab sesuai usia, seperti merapikan mainan atau membereskan tempat tidur, sambil membiasakan anak berkomunikasi dengan sopan dan meminta bantuan ketika membutuhkannya.
“Ketika mulai masuk taman kanak-kanak, anak akan diantar dan ditinggal sendiri, sehingga mereka harus mampu menyuarakan kebutuhan mereka. Mereka perlu tahu bagaimana cara meminta bantuan,” ujar Josie Meade.
7. Bangun rasa percaya diri, bukan sekadar mengejar kemampuan akademik

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/ketutsubiyanto) Kurikulum prasekolah tidak hanya tentang kemampuan membaca, menulis, atau berhitung, tetapi juga perkembangan emosional dan rasa percaya diri anak. Anak perlu merasa aman untuk mencoba, melakukan kesalahan, dan belajar kembali tanpa takut dimarahi atau dianggap gagal.
Karena itu, hargai proses belajar anak dengan memberikan pujian atas usaha dan keberaniannya mencoba. Ketika anak melakukan kesalahan, bantu mereka memahami bahwa kesalahan merupakan bagian dari belajar agar mereka terbiasa menghadapi tantangan dengan sikap positif.
“Jika anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan tahu bagaimana merasa bangga meskipun melakukan kesalahan, hal-hal lainnya akan mengikuti,” ujar Josie Meade.
Demikianlah, mendukung kurikulum prasekolah dari rumah tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit, karena aktivitas sederhana pun bisa menjadi kesempatan belajar bagi anak. Yang terpenting, dampingi prosesnya dengan sabar dan menyenangkan agar anak tumbuh percaya diri sekaligus menikmati setiap proses belajarnya.












![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Capek atau Mulai Stres](https://image.idntimes.com/post/20250602/img-20250602-232248-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-10d0d970fe707292815711bf6b95b641.jpg)








