Siapa pun yang sudah menikah tentu paham bahwa urusan keuangan itu sensitif sekali. Bukan hanya antara suami dan istri, melainkan ini juga bisa merembet ke keluarga besar. Salah satu yang paling sering bikin pusing ialah ketika mertua ikut campur dalam keuangan rumah tangga. Kadang niatnya baik karena ingin ikut membantu. Namun, kalau caranya kurang pas, yang ada malah bikin hubungan jadi tegang.
Campur tangan mertua bisa muncul dalam banyak bentuk, mulai dari ingin tahu gaji kamu dan pasangan, menyarankan cara membelanjakan uang, sampai ikut menentukan apakah kita boleh beli sesuatu atau tidak. Ada juga yang suka membandingkan dengan anak orang lain atau mengomentari gaya hidup kita, seolah-olah semua harus sesuai standar mereka. Lama-kelamaan, pasangan bisa merasa tidak dipercaya dan tidak mandiri. Kalau terus dibiarkan, situasi ini bisa jadi sumber konflik serius. Di sinilah pentingnya punya strategi yang sehat untuk menghadapi campur tangan mertua dalam urusan keuangan.
