Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Cara Hadapi Campur Tangan Mertua dalam Urusan Keuangan Rumah Tangga
ilustrasi pasangan suami istri sedang membahas soal uang (freepik.com/jcomp)
  • Satukan visi dan keputusan keuangan dengan pasangan agar lebih percaya diri menghadapi campur tangan mertua.

  • Tetapkan batasan yang sehat dan bedakan antara nasihat serta kontrol dalam urusan finansial.

  • Perkuat kemandirian finansial dan tetap bersikap tenang untuk menjaga hubungan baik dengan mertua.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa pun yang sudah menikah tentu paham bahwa urusan keuangan itu sensitif sekali. Bukan hanya antara suami dan istri, melainkan ini juga bisa merembet ke keluarga besar. Salah satu yang paling sering bikin pusing ialah ketika mertua ikut campur dalam keuangan rumah tangga. Kadang niatnya baik karena ingin ikut membantu. Namun, kalau caranya kurang pas, yang ada malah bikin hubungan jadi tegang.

Campur tangan mertua bisa muncul dalam banyak bentuk, mulai dari ingin tahu gaji kamu dan pasangan, menyarankan cara membelanjakan uang, sampai ikut menentukan apakah kita boleh beli sesuatu atau tidak. Ada juga yang suka membandingkan dengan anak orang lain atau mengomentari gaya hidup kita, seolah-olah semua harus sesuai standar mereka. Lama-kelamaan, pasangan bisa merasa tidak dipercaya dan tidak mandiri. Kalau terus dibiarkan, situasi ini bisa jadi sumber konflik serius. Di sinilah pentingnya punya strategi yang sehat untuk menghadapi campur tangan mertua dalam urusan keuangan.

1. Satukan dulu visi keuangan dengan pasangan

ilustrasi suami dan istri sedang berdiskusi (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Untuk bisa menghadapi apa pun di luar sana, kamu dan pasangan harus satu suara dulu. Sepakati bersama soal prioritas finansial, baik tabungan, kebutuhan harian, cicilan, sampai rencana jangka panjang. Kalau visi kalian belum solid, campur tangan mertua akan makin gampang masuk dan kalian pun mudah terpengaruh. Dengan memiliki visi yang sama, kalian jadi lebih percaya diri menghadapi tekanan dari luar.

2. Tentukan batasan yang sehat sejak awal

ilustrasi menantu dan mertua (pexels.com/Elina Fairytale)

Menetapkan batasan bukan berarti jadi anak atau menantu yang durhaka. Sebaliknya, ini merupakan cara dewasa untuk menjaga hubungan tetap sehat. Kamu tidak wajib membuka semua detail soal gaji, tabungan, atau pengeluaran ke siapa pun. Kalau mertua bertanya, jawab dengan sopan, tapi umum saja. Kamu bisa katakan, “Alhamdulillah cukup,” tanpa perlu menyebut angka.

3. Bedakan antara nasihat dan kontrol

ilustrasi mertua sedang mengatur acara makan malam (pexels.com/Anna Shvets)

Kadang, mertua hanya ingin memberi saran, tetapi terdengar seperti mengatur. Kamu perlu pintar-pintar memilah mana yang bisa didengar, mana yang perlu dibatasi. Nasihat boleh diambil kalau masuk akal. Namun, kalau sudah sampai ke tahap mengontrol keputusan finansial, di situlah kamu perlu bersikap tegas dengan cara yang tetap sopan.

4. Waspadai bantuan yang mengandung niat terselubung

ilustrasi uang (unsplash.com/Mufid Majnun)

Bantuan finansial dari mertua memang bisa meringankan, tapi kadang-kadang datang bersama ekspektasi. Kalau setiap bantuan diikuti dengan hak mengatur hidup kalian, lama-lama ini jadi tidak sehat. Tidak ada salahnya bertanya sejak awal apakah bantuan ini murni bantuan atau ada aturan tertentu? Kalau terasa membebani, lebih baik pelan-pelan belajar mandiri.

5. Perkuat kemandirian finansial sebagai pasangan

ilustrasi pasangan suami istri sedang membahas soal uang (freepik.com/jcomp)

Bisa jadi mertua ikut campur karena mereka melihat kalian belum mandiri secara finansial dan masih membutuhkan bantuan. Sebaliknya, semakin mandiri kalian, semakin kecil ruang campur tangan orang lain. Untuk itu, tingkatkan kemandirian finansial. Ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti punya tabungan bersama, mengatur anggaran bulanan, dan membangun dana darurat. Meski awalnya berat, kemandirian finansial membuat kalian lebih bebas mengambil keputusan tanpa tekanan.

6. Tetap jaga hubungan baik dan jangan emosional

ilustrasi menyambut mertua yang datang berkunjung (pexels.com/RDNE Stock project)

Ingat, tidak mau diatur bukan berarti kamu dan mertua tidak bisa memiliki hubungan yang sehat. Tujuan utamanya bukan menang debat, tapi menjaga keharmonisan. Jangan langsung defensif atau marah saat mertua berkomentar soal uang. Tarik napas, pahami niat mertua, lalu respons dengan tenang. Tegas boleh, tetapi kasar jangan. Sikap dewasa justru bikin kalian lebih dihormati.

Campur tangan mertua dalam urusan keuangan memang tidak bisa selalu dihindari, apalagi dalam budaya masyarakat Indonesia yang masih kental akan kekeluargaan. Namun, bukan berarti kalian harus mengorbankan kemandirian rumah tangga. Dengan komunikasi yang baik, batasan yang jelas, dan kerja sama yang solid dengan pasangan, masalah ini bisa dihadapi tanpa harus merusak hubungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎