6 Buku Favorit Phoebe Dynevor, Wajib Dibaca Penggemar Bridgerton

- Phoebe Dynevor, aktris Bridgerton, dikenal sebagai pembaca aktif yang gemar mengeksplorasi buku fiksi dan nonfiksi dengan tema emosional, reflektif, serta pengembangan diri.
- Enam buku favoritnya meliputi A Little Life, M Train, The Road, Letting Go, Figuring, dan Women Who Run With The Wolves—masing-masing menawarkan perspektif mendalam tentang kehidupan dan kemanusiaan.
- Pilihan bacaan Phoebe menunjukkan ketertarikannya pada karya yang menggugah emosi, memperluas wawasan spiritual, serta menyoroti kekuatan perempuan dan pencarian makna hidup.
Phoebe Dynevor dikenal luas berkat perannya sebagai Daphne Bridgerton dalam serial populer Bridgerton. Namun di balik kesibukannya sebagai aktris, Phoebe ternyata juga seorang pembaca yang gemar mengeksplorasi berbagai jenis buku, mulai dari novel fiksi menguras emosi hingga karya nonfiksi yang mengubah cara pandang terhadap kehidupan.
Menariknya, beberapa buku favorit Phoebe bukan hanya best seller yang banyak dibicarakan, tetapi juga karya-karya yang meninggalkan kesan mendalam bagi para pembacanya. Jika kamu penggemar Bridgerton atau sedang mencari rekomendasi bacaan yang berkualitas, daftar buku favorit Phoebe Dynevor ini bisa menjadi pilihan yang menarik untuk ditambahkan ke rak buku.
1. A Little Life — Hanya Yanagihara

A Little Life mengikuti perjalanan empat sahabat yang bertemu saat kuliah dan berusaha membangun kehidupan mereka di New York. Seiring berjalannya waktu, cerita semakin berpusat pada Jude, sosok misterius yang menyimpan trauma masa kecil yang sangat kelam. Novel ini mengeksplorasi persahabatan, cinta, kehilangan, dan dampak luka emosional yang dapat bertahan seumur hidup.
Buku ini dikenal sebagai salah satu novel modern paling emosional dalam beberapa dekade terakhir. Phoebe Dynevor mengaku membaca novel ini saat masa lockdown dan langsung terpikat oleh ceritanya. Tidak mengherankan, karena A Little Life memiliki kemampuan luar biasa untuk membuat pembaca merasa dekat dengan para karakternya.
2. M Train — Patti Smith

Dalam buku memoar ini, musisi dan penulis legendaris Patti Smith mengajak pembaca menjelajahi berbagai tempat yang memiliki arti penting dalam hidupnya. Melalui kisah tentang kafe, perjalanan, buku, acara televisi detektif, dan secangkir kopi, Smith merangkai refleksi tentang kreativitas, kehilangan, dan proses menjadi seorang seniman.
Berbeda dari memoar pada umumnya, M Train tidak mengikuti alur kronologis yang ketat. Buku ini terasa seperti kumpulan kenangan yang mengalir bebas dan penuh perenungan. Bagi Phoebe Dynevor, karya ini menjadi salah satu rekomendasi bacaan favorit karena menawarkan pengalaman yang intim dan puitis tentang kehidupan seseorang yang terus mencari inspirasi di dunia sekitarnya.
3. The Road — Cormac McCarth

The Road menceritakan perjalanan seorang ayah dan anak yang berusaha bertahan hidup di dunia pasca-apokaliptik yang hancur. Mereka berjalan menuju pantai tanpa mengetahui apakah masih ada harapan di ujung perjalanan. Di tengah ancaman kelaparan, cuaca ekstrem, dan manusia-manusia berbahaya, hubungan antara ayah dan anak menjadi pusat dari kisah yang menyentuh ini.
Meski latarnya suram dan penuh kesedihan, novel ini justru menyampaikan pesan kuat tentang cinta, pengorbanan, dan harapan. Gaya penulisan Cormac McCarthy yang sederhana tetapi tajam membuat setiap halaman terasa begitu emosional. Tidak heran jika buku ini menjadi salah satu karya favorit Phoebe dan sering dianggap sebagai salah satu novel terbaik abad ke-21.
4. Letting Go — David R. Hawkins

Berbeda dari buku-buku sebelumnya, Letting Go merupakan karya pengembangan diri yang berfokus pada cara melepaskan emosi negatif yang sering membebani kehidupan. David R. Hawkins menjelaskan bagaimana kemarahan, rasa takut, kecemasan, dan berbagai emosi lainnya dapat dikelola melalui proses penerimaan dan pelepasan secara sadar.
Phoebe Dynevor bahkan pernah menyebut bahwa buku ini mengubah cara pandangnya terhadap dunia dan dirinya sendiri. Ia menyimpan buku ini di dekat tempat tidur dan sering membacanya kembali ketika membutuhkan dorongan positif. Letting Go bukan sekadar buku motivasi, melainkan panduan praktis untuk menjalani hidup dengan lebih tenang dan seimbang.
5. Figuring — Maria Popova

Figuring adalah buku yang menghubungkan kisah berbagai tokoh sejarah dari berbagai bidang ilmu pengetahuan, sastra, dan seni. Maria Popova menelusuri kehidupan orang-orang seperti Johannes Kepler hingga Rachel Carson untuk menunjukkan bagaimana manusia terus mencari makna, kebenaran, dan hubungan dengan dunia di sekitarnya.
Buku ini mengajak pembaca melihat bagaimana ide-ide besar lahir dari rasa ingin tahu dan keberanian untuk mempertanyakan banyak hal. Tak heran jika karya ini menarik perhatian Phoebe, yang tampaknya menyukai bacaan yang memancing pemikiran mendalam.
6. Women Who Run With The Wolves — Clarissa Pinkola Estés

Buku yang sangat berpengaruh ini membahas kekuatan naluriah perempuan melalui mitos, dongeng, cerita rakyat, dan analisis psikologi Jungian. Clarissa Pinkola Estés memperkenalkan konsep "Wild Woman", sosok simbolis yang mewakili sisi perempuan yang kuat, kreatif, bebas, dan autentik.
Phoebe Dynevor menyebut buku ini sebagai bacaan yang selalu ia rekomendasikan kepada teman-teman perempuannya. Menurutnya, buku ini memberikan makna yang berbeda setiap kali dibaca di tahap kehidupan berbeda pula. Dengan pesan yang kuat tentang pemberdayaan diri dan keberanian menjadi diri sendiri, buku ini terus relevan hingga sekarang.
Pilihan buku favorit Phoebe Dynevor menunjukkan bahwa ia tidak hanya tertarik pada kisah romantis seperti yang membuatnya terkenal lewat Bridgerton. Dari keenam buku tersebut, mana yang paling membuatmu tertarik untuk segera membacanya?

















