"Kamu juga harus mengajari anak-anak bahwa tidak apa-apa untuk gagal," ujar Kathryn Smerling, seorang terapis keluarga.
Cara Melatih Keberanian Anak seperti Karakter Masha and The Bear

Keberanian anak dapat tumbuh melalui kemauan mencoba, menghadapi kesalahan, dan tidak mudah menyerah.
Orangtua dapat membantu dengan memberi contoh, afirmasi positif, dan arahan yang konsisten.
Kejujuran dalam menyampaikan emosi menjadi bagian penting saat anak belajar berani.
Keberanian tidak selalu berarti tak gentar menghadapi semua hal. Dalam kehidupan sehari-hari, keberanian juga dapat terlihat dari kemauan untuk mencoba hal baru, menghadapi kesalahan, hingga tidak mudah menyerah. Seorang anak yang memiliki keberanian, bisa mengembangkan potensi terbaik mereka.
Karakter Masha dalam kartun Masha and The Bear dikenal aktif, berani mengeksplorasi berbagai hal, dan penuh rasa ingin tahu. Meski terkadang tindakannya membuat situasi kacau, namun sikap Masha bisa menjadi pembelajaran yang berharga.
1. Berikan pengertian tentang kegagalan

apakah Masha punya pacar? (youtube.com/mashabearen) Keberanian bukan berarti selalu menang, unggul, dan tidak mengenal takut saat melakukan apa pun. Terkadang, keberanian berarti tangguh menghadapi kegagalan. Sebab, mengutip VeryWell Mind, kegagalan adalah bagaimana anak belajar untuk berhasil.
Artinya, orangtua perlu mengarahkan keterampilan yang berguna pada anak agar tangguh menghadapi kegagalan. Hal ini juga dilakukan Bear untuk mengajarkan Masha. Terkadang, beruang itu membiarkan Masha terlibat dalam masalah agar bisa menghadapinya dengan baik.
2. Orangtua memberikan contoh

Masha and the Bear (dok. Animaccord/Masha and the Bear) Dokter Roots dalam VeryWell Mind menyebut, anak-anak itu seperti spons yang menyerap segala hal pada orangtuanya, bahkan ketika orangtua sedang tidak memperhatikannya. Anak-anak selalu memperhatikan perilaku orangtua, termasuk dalam menghadapi emosi yang sulit.
Membangun keberanian pada anak harus dilakukan secara konsisten. Berikan afirmasi positif saat sarapan, sebelum melakukan aktivitas, bahkan sebelum tidur. Lakukan pemeriksaan emosional secara teratur agar orangtua dapat mengarahkan sikap berani dan tak mudah menyerah dalam diri mereka. Bear juga kelihatan sering mengarahkan sikap Masha saat mereka tengah melakukan aktivitas bersama.
3. Ajarkan mengenai kejujuran

potret karakter Masha dan si beruang (youtube.com/Masha and The Bear) Saat hendak melatih keberanian, orangtua juga perlu menujukkan bahwa tidak apa-apa untuk menunjukkan emosi mereka. Anak-anak terkadang gugup, takut, dan khawatir, namun memilih untuk menyembunyikan emosi mereka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam laman Children First Canada.
Tugas orangtua adalah mendukung anak untuk mengatakan kejujuran, termasuk soal emosi mereka. Bear sering kali mengobrol dengan Masha dan saling mengungkapkan perasaan yang tengah dihadapi satu sama lain. Tidak hanya menginterogasi Masha, beruang cokelat itu juga menunjukkan emosinya secara jujur.
Demikian tips untuk mengajarkan keberanian pada si kecil. Coba lakukan dengan cara yang sederhana dulu.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
![[QUIZ] Pilih Karakter Masha & The Bear, Ini Hal yang Belum Kamu Selesaikan](https://image.idntimes.com/post/20260922/1000055458_ea8034a0-839a-445d-ba5d-4f4777ef1e91.jpg)

![[QUIZ] Dari Kartun Masha and The Bear, Cari Tahu Cara Kamu melalui Duka](https://image.idntimes.com/post/20260916/screenshot-2026-09-16-235510_8500521e-b0a3-4f5d-a018-1e14028d410e.png)



















