Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Mengatasi Bedtime Battle pada Balita agar Tidur Malam Lebih Tenang

Cara Mengatasi Bedtime Battle pada Balita agar Tidur Malam Lebih Tenang
ilustrasi ayah membacakan dongeng untuk anak (pexels.com/cottonbro)

Bedtime battle adalah kondisi ketika balita menolak tidur, misalnya dengan terus meminta perhatian, keluar masuk kamar, atau menunda waktu tidur. Hal ini biasanya terjadi karena anak belum siap berhenti bermain atau masih ingin beraktivitas. Akibatnya, suasana sebelum tidur yang seharusnya tenang justru berubah jadi penuh drama.

Kondisi ini tidak hanya melelahkan bagi anak, tetapi juga menguras energi orangtua setiap malam. Jika dibiarkan, bedtime battle bisa memengaruhi kualitas tidur dan rutinitas keluarga. Karena itu, penting mencari cara agar waktu tidur jadi lebih tenang dan minim konflik. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba untuk mengatasi bedtime battle pada balita.

1. Bangun rutinitas tidur yang konsisten

ilustrasi anak kecil berkumur (pexels.com/mikhailnilov)
ilustrasi anak kecil berkumur (pexels.com/mikhailnilov)

Rutinitas sebelum tidur membantu anak memahami bahwa hari mereka akan segera berakhir. Aktivitas sederhana seperti mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan cerita bisa menjadi sinyal bahwa waktunya tidur sudah dekat. Dengan kebiasaan yang sama setiap malam, tubuh dan pikiran anak akan lebih mudah beradaptasi.

Selain itu, rutinitas yang konsisten juga membantu anak merasa lebih aman dan terprediksi. Mereka tidak lagi merasa dipaksa tidur, karena sudah tahu urutan kegiatan yang akan terjadi. Hal ini secara perlahan mengurangi penolakan saat waktu tidur tiba.

“Secara umum, anak-anak memiliki kontrol diri yang lebih rendah saat waktu tidur. Menurut penelitian, kemampuan mengendalikan diri cenderung menurun sepanjang hari, dan jika mereka lelah, mereka bisa menjadi lebih impulsive,” jelas Dr. Daniel Huerta, Psy.D., seorang psikolog, dikutip dari Parents.

2. Ciptakan suasana yang menenangkan sebelum tidur

ilustrasi membacakan buku cerita pada anak sebelum tidur (pexels.com/paveldanilyuk)
ilustrasi membacakan buku cerita pada anak sebelum tidur (pexels.com/paveldanilyuk)

Lingkungan yang tenang sangat berpengaruh pada kualitas tidur anak. Cahaya redup, suara lembut, atau musik pelan bisa membantu tubuh anak lebih rileks sebelum tidur. Hal-hal kecil ini bisa membuat transisi dari aktif ke istirahat terasa lebih halus.

Selain itu, stimulasi yang terlalu tinggi seperti bermain gadget atau aktivitas fisik berat sebaiknya dihindari sebelum tidur. Sebaliknya, pilih kegiatan yang menenangkan seperti membaca atau mendengarkan cerita. Dengan begitu, anak tidak merasa kaget saat harus berhenti beraktivitas dan langsung tidur.

“Banyak anak kecil tidak ingin melewatkan apa pun dan masih sangat penasaran serta mencari rangsangan. Musik, suara lembut saat membaca atau bernyanyi, serta gerakan dapat memberikan stimulasi yang cukup menenangkan bagi tubuh anak,” ujar Dr. Daniel Huerta.

3. Lakukan perpisahan secara bertahap

ilustrasi ayah membacakan dongeng untuk anak
ilustrasi ayah membacakan dongeng untuk anak (pexels.com/cottonbro)

Banyak balita merasa cemas saat harus tidur sendiri di kamar. Karena itu, perpisahan yang terlalu tiba-tiba bisa memicu penolakan atau tangisan. Melakukan transisi secara perlahan bisa membantu anak merasa lebih nyaman.

Kamu bisa mulai dengan menemani anak sampai mengantuk, lalu perlahan menjauh dari tempat tidur. Misalnya, duduk di samping tempat tidur, lalu berpindah ke dekat pintu, hingga akhirnya di luar kamar. Cara ini membantu anak belajar tidur mandiri tanpa merasa ditinggalkan.

“Duduklah di samping tempat tidur anak saat mereka tertidur, lalu berpindah ke dekat pintu, dan akhirnya ke luar kamar. Yakinkan mereka bahwa mereka aman dan kamu berada di dekat mereka,” ujar Dr. Gail Saltz Hafeez, M.D., psikiater anak, dikutip dari Parents.

4. Beri anak rasa kontrol dan tanggung jawab kecil

ilustrasi ayah dan anak sedang tertidur (pexels.com/rdne)
ilustrasi ayah dan anak sedang tertidur (pexels.com/rdne)

Melibatkan anak dalam rutinitas tidur bisa membuat mereka lebih kooperatif. Hal sederhana seperti memilih buku cerita atau menentukan piyama bisa memberi mereka rasa memiliki kontrol. Ini penting agar anak tidak merasa semua keputusan dipaksakan.

Selain itu, tanggung jawab kecil juga membantu anak merasa lebih dewasa. Ketika mereka merasa mampu, kepercayaan diri mereka meningkat dan penolakan pun berkurang. Proses tidur jadi terasa lebih menyenangkan, bukan sesuatu yang harus dihindari.

5. Gunakan pendekatan positif sebelum tidur

ilustrasi ayah membaca bersama anak
ilustrasi ayah membaca bersama anak (pexels.com/rdne)

Membangun suasana hati yang positif sebelum tidur bisa membuat anak lebih tenang. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah berbagi hal-hal menyenangkan atau mengungkapkan hal yang disukai dari anak. Ini membantu anak menutup hari dengan perasaan nyaman.

Pendekatan ini juga memperkuat hubungan emosional antara orangtua dan anak. Ketika anak merasa dicintai dan dihargai, mereka cenderung lebih mudah merasa aman saat tidur. Hasilnya, drama sebelum tidur pun bisa berkurang.

“Ini membantu anak memikirkan hal-hal positif dan dapat menciptakan perasaan positif sebelum tidur,” ujar Dr. Daniel Huerta.

6. Pastikan kamar dan rumah aman untuk anak

ilustrasi orangtua menemani anak tidur (pexels.com/cottonbro)
ilustrasi orangtua menemani anak tidur (pexels.com/cottonbro)

Jika anak terbiasa keluar kamar di malam hari, keamanan rumah jadi hal yang sangat penting. Pastikan tidak ada benda berbahaya yang mudah dijangkau anak, terutama saat mereka terbangun tanpa pengawasan. Lingkungan yang aman memberi rasa tenang, baik untuk anak maupun orangtua.

Selain itu, kamu juga bisa menata kamar agar terasa nyaman dan tidak menakutkan bagi anak. Misalnya, menambahkan lampu tidur atau menempatkan boneka kesayangan di sekitar tempat tidur. Hal-hal ini bisa membantu anak merasa lebih aman saat tidur sendiri.

Mengatasi bedtime battle memang butuh kesabaran dan konsistensi. Namun, dengan pendekatan yang tepat, waktu tidur bisa berubah jadi momen yang lebih tenang dan menyenangkan. Perlahan tapi pasti, anak juga akan belajar tidur mandiri tanpa drama setiap malam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us