Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mengatasi 'Guilt Grief', Rasa Sesal Saat Kehilangan Seseorang

5 Cara Mengatasi 'Guilt Grief', Rasa Sesal Saat Kehilangan Seseorang
ilustrasi cara mengatasi 'guilt grief', rasa sesal saat kehilangan seseorang (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Intinya Sih
  • Artikel membahas konsep 'guilt grief', yaitu rasa bersalah setelah kehilangan seseorang, yang bisa menghambat proses penyembuhan jika tidak dihadapi dengan cara sehat.
  • Ditekankan pentingnya menerima perasaan bersalah sebagai hal wajar, menulis surat untuk melepaskan emosi, serta fokus pada kenangan baik agar hati lebih tenang.
  • Langkah lanjutannya mencakup memaafkan diri sendiri dan menyalurkan energi duka menjadi tindakan positif seperti berbagi kebaikan demi menghormati kenangan orang yang telah pergi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lagi sendirian di kamar yang sepi, tiba-tiba memori bareng almarhum lewat, dan yang muncul malah rasa sesal "kenapa dulu gue gak gini ya?". Perasaan ini sering disebut guilt grief atau rasa bersalah yang muncul setelah seseorang meninggal, dan jujur itu berat buat dipikul sendirian. Kamu mungkin merasa gagal jadi anak, teman, atau pasangan yang baik pas mereka masih ada di dunia ini.

Kalau rasa bersalah ini terus dibiarkan, mental kamu bisa burnout dan proses healing malah jadi macet total karena terjebak masa lalu. Kamu gak bisa terus-terusan menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sudah terjadi dan gak mungkin bisa diubah lagi sekarang. Yuk, pelan-pelan cari tahu bagaimana caranya biar kamu bisa berdamai sama keadaan tanpa rasa tertekan yang berlebihan.

1. Akui kalau perasaan itu valid

ilustrasi mengakui perasaan sedih itu valid
ilustrasi mengakui perasaan sedih itu valid (pexels.com/Timur Weber)

Kadang kamu suka denial atau malah marah sama diri sendiri karena merasa jahat sudah punya pikiran negatif setelah mereka pergi. Kamu merasa harusnya bisa melakukan lebih banyak hal, lebih sering mampir, atau lebih sabar pas menghadapi mereka dulu. Pikiran "harusnya" dan "seandainya" ini emang jadi musuh utama yang bikin hati makin gak tenang tiap harinya.

Coba, deh, terima kalau rasa bersalah itu bagian normal dari proses berduka yang harus dilewati, jadi gak perlu dilawan mati-matian. Dengan menerima kalau perasaan itu valid, beban di pundak kamu bakal terasa sedikit lebih ringan karena gak ada lagi perang batin yang melelahkan. Ini jadi langkah awal buat kamu mulai memproses duka dengan cara yang lebih sehat dan manusiawi.


2. Tulis surat buat dia yang telah pergi

ilustrasi menulis surat buat dia yang telah pergi
ilustrasi menulis surat buat dia yang telah pergi (pexels.com/cottonbro studio)

Banyak hal yang belum sempat tersampaikan bikin dada terasa sesak dan pikiran jadi overthinking tiap malam sebelum tidur. Kamu merasa ada "urusan yang belum selesai" atau kata-kata maaf yang menggantung di udara tanpa ada yang nerima. Rasa mengganjal ini seringkali jadi pemicu utama kenapa kamu susah banget buat move on dari kesedihan.

Tuangkan semua unek-unek, permintaan maaf, sampai cerita receh kamu lewat tulisan, anggap aja lagi ngobrol langsung sama mereka di kertas itu. Cara ini ampuh buat melepaskan emosi yang terpendam supaya kamu bisa merasa lebih lega dan mendapatkan closure secara personal. Menulis itu seperti memberikan ruang buat emosi kamu buat "bernapas" dan keluar dari lingkaran setan penyesalan, lho.

3. Fokus pada momen baik yang ada

ilustrasi mengenang momen baik
ilustrasi mengenang momen baik (pexels.com/Lisa from Pexels)

Otak emang sering jahat karena cuma mau memutar ulang memori buruk atau kesalahan yang pernah dibuat di masa lalu. Kamu jadi lupa kalau sebenarnya banyak memori baik dan tawa yang sudah kalian lalui bersama selama bertahun-tahun. Penyesalan satu-dua momen gak seharusnya menghapus ribuan kebaikan yang pernah kamu lakukan buat mereka, kan.

Coba paksa diri buat mengingat lagi momen ketawa bareng atau bantuan kecil yang pernah kamu kasih ke mereka dengan tulus. Fokus ke hal positif ini bakal membantu kamu sadar kalau hubungan kalian gak cuma isinya penyesalan saja, tapi banyak cinta di sana. Ingatan yang indah ini bakal jadi obat buat menyembuhkan luka di hati kamu secara perlahan tapi pasti, kok.


4. Maafkan diri sendiri yang manusiawi

ilustrasi maafkan diri sendiri yang manusiawi
ilustrasi maafkan diri sendiri yang manusiawi (pexels.com/Pixabay)

Kamu mungkin merasa gak layak buat bahagia lagi karena merasa bertanggung jawab atas kesedihan yang terjadi atau kepergian mereka. Standar yang kamu kasih ke diri sendiri itu kerap terlalu tinggi sampai lupa kalau kamu bukan Tuhan yang bisa ngatur segalanya. Rasa bersalah yang berlebihan cuma bakal bikin kamu jadi robot yang kehilangan arah dan tujuan hidup.

Ingatlah kalau kamu cuma manusia biasa yang gak bisa memprediksi masa depan atau mengatur takdir hidup dan mati seseorang. Memaafkan diri sendiri adalah bentuk self-love paling tinggi yang bakal membantu kamu buat melanjutkan hidup dengan lebih tenang dan damai. Kamu berhak buat bahagia lagi, dan mereka yang sudah tenang di sana pasti ingin melihat kamu tersenyum lagi.

5. Salurkan energi buat hal positif

ilustrasi donasi melalui aplikasi gawai (pexels.com/Ivan Samkov)
ilustrasi donasi melalui aplikasi gawai (pexels.com/Ivan Samkov)

Kamu mungkin merasa punya "utang budi" atau janji yang belum lunas ke mereka pas masih hidup dulu. Rasa sesal ini makin jadi karena kamu gak punya kesempatan lagi buat bayar itu semua secara langsung ke orangnya. Akibatnya, kamu jadi terjebak dalam perasaan gak berdaya yang bikin hari-hari kamu kerasa mendung terus tiap kali ingat mereka.

Kamu bisa mencoba salurkan energi rasa bersalah itu buat melakukan kebaikan yang kira-kira bakal bikin mereka bangga kalau masih ada di sini. Kamu bisa mulai dari hal kecil kayak donasi atas nama mereka atau meneruskan hobi baik yang dulu sering kalian lakuin bareng-bareng. Dengan cara ini, kamu gak cuma menghormati memori mereka tapi juga merasa hidup lebih bermakna karena bisa menebar manfaat buat orang sekitar.

Berdamai dengan rasa bersalah setelah seseorang meninggal emang butuh waktu yang gak sebentar, jadi jangan buru-buru dan tetap sabar sama diri sendiri. Yang paling penting adalah kamu tahu kalau mereka pasti ingin melihat kamu terus berkembang, bukan malah terpuruk dalam penyesalan yang gak ada ujungnya. Semangat ya, kamu gak sendirian dan kamu pasti bisa melewati fase berat ini!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us