Comscore Tracker

5 Penanganan Pertama Diare pada Anak yang Harus Diketahui

Pantangannya apa saja, ya?

Memasuki peralihan musim atau pancaroba, virus dan bakteri rawan menyerang jika daya tahan tubuh gak terjaga dengan baik. Biasanya penyakit yang langganan menyebar saat pancaroba adalah batuk pilek dan diare.

Dibanding orang dewasa, anak-anak dan bayi lebih rentan terserang penyakit. Sistem kekebalan tubuh mereka yang berada dalam masa pertumbuhan, lebih rawan terjangkit virus dan bakteri jahat.

Apalagi diare yang penyebarannya bisa sangat mudah, seperti lewat lingkungan dan udara kotor, serta makanan yang gak terjaga kualitasnya.

Jika sampai terjadi pada si kecil, berikut IDN Times rangkum beberapa tips atau cara penanganan pertama diare pada anak yang harus kamu ketahui. Simak ulasan lengkapnya dibawah ini ya!

1. Jaga asupan cairan

5 Penanganan Pertama Diare pada Anak yang Harus Diketahuiintermountainhealthcare.org

Saat diare, sistem penyerapan dalam usus mengalami gangguan. Frekuensi buang air besar pun meningkat dengan konsistensi feses yang cenderung lembek hingga cair. Penyakit ini menyebabkan cairan dalam tubuh menurun drastis.

Pastikan si kecil mendapat asupan cairan yang cukup. Berikan air putih sedikit demi sedikit untuk menghindari rasa mual. Selain itu bisa juga memberikan teh manis hangat atau jus buah.

2. Tetap berikan ASI pada bayi

5 Penanganan Pertama Diare pada Anak yang Harus Diketahuimotherandbaby.co.uk

Mitos menyebutkan bahwa penderita diare sebaiknya gak mengonsumsi susu. Hal ini gak sepenuhnya benar, susu boleh dikonsumsi dalam jumlah yang cukup sebagai sumber nutrisi. Jika diminum dalam jumlah banyak, proses pencernaan laktosa berlebih (gula dalam susu) bisa menyebabkan permukaan usus terluka.

Menurut pakar gizi di National Digestive Disease Information Clearinghouse, diare bisa membuat beberapa orang menjadi sensitif pada produk olahan susu selama beberapa waktu.

Proses pencernaan laktosa dibantu oleh enzim laktase. Enzim ini diproduksi oleh dinding-dinding usus halus. Kebutuhan laktase yang tinggi akan meningkatkan kinerja usus dan memicu terjadinya iritasi.

Kondisi ini berbeda pada ASI. Meski sama-sama disebut susu, ASI diproduksi dalam tubuh manusia dan merupakan sumber nutrisi yang sangat baik untuk bayi. Jadi, bayi tetap harus mendapat asupan ASI yang cukup meski sedang diare.

3. Berikan larutan gula garam atau oralit siap pakai

5 Penanganan Pertama Diare pada Anak yang Harus Diketahuinycfoodpolicy.org

Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dengan lebih optimal, berikan larutan gula garam atau serbuk oralit siap pakai. Berikan pada anak sedikit demi sedikit, untuk menghindari rasa mual dan keinginan muntah.

Baca Juga: 5 Sinyal Lain dari Tubuh Ini Menandakan Kamu akan Diare

4. Usahakan pencernaan tidak dalam keadaan kosong

5 Penanganan Pertama Diare pada Anak yang Harus Diketahuifamilydoctor.org

Diare menyebabkan tubuh penderitanya jadi terasa lemas dan nafsu makan pun menurun. Padahal, untuk mengganti cairan yang hilang dan mempercepat proses penyembuhan dibutuhkan asupan nutrisi seimbang.

Usahakan pencernaan si kecil tidak dalam keadaan kosong saat diare. Jangan dipaksa makan berat jika ia merasa mual. Berikan roti, bubur, atau buah potong secara berkala.

Selain susu, mitos lain saat diare adalah dilarang mengonsumsi makanan berserat tinggi. Katanya, serat pangan bisa membuat pencernaan bekerja berat dan buang air besar justru makin lancar.

Gak sepenuhnya benar, lho. Tubuh tetap butuh serat agar asupan nutrisi terjaga seimbang. Konsumsi sedikit demi sedikit saja, agar pencernaan tetap terasa nyaman.

5. Kenali gejala dehidrasi agar segera mendapat penanganan yang tepat

5 Penanganan Pertama Diare pada Anak yang Harus Diketahuifreepik/peoplecreations

Potensi bahaya lanjut dari diare adalah dehidrasi akut. Hilangnya sebagian besar cairan dalam tubuh bisa mengakibatkan dehidrasi jika dibiarkan. Meski keempat penanganan awal di atas sudah dilakukan, potensi dehidrasi tetap mengancam si kecil.

Kenali beberapa gejala awal dehidrasi berikut agar gak terlambat mendapat penanganan:

  1. Bibir kering dan mulai nampak pecah-pecah
  2. Warna urin terlihat gelap atau pekat
  3. Tubuh makin lemas
  4. Ujung jari tangan dan kaki terasa dingin, atau berwarna agak keunguan jika sudah parah

Jika tanda-tanda diare pada anak di atas mulai muncul, segera bawa si kecil ke klinik atau rumah sakit terdekat. Penanganan lanjutan seperti pemberian cairan infus mungkin sudah dibutuhkan.

Jaga kesehatan selalu, ya apalagi di masa peralihan musim seperti sekarang ini. Pastikan kebersihan lingkungan terjaga dan terapkan pola hidup sehat.

Baca Juga: Diare Tanpa Henti? Ini 5 Minuman Sederhana yang Bisa Menyembuhkanmu

Topic:

  • Pinka Wima
  • Wendy Novianto

Berita Terkini Lainnya