Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Alasan Jangan Sembarangan Titip Anak ke Orang Lain
ilustrasi mengasuh anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Artikel menegaskan bahwa tanggung jawab utama pengasuhan anak sepenuhnya ada pada orangtua, bukan pihak lain seperti saudara atau tetangga yang juga memiliki kesibukan sendiri.
  • Ditekankan bahwa menitipkan anak sembarangan bisa membuat anak tidak nyaman dan berisiko karena orang lain belum tentu telaten atau terlatih menjaga anak.
  • Solusi yang disarankan adalah membawa anak ke mana pun atau menitipkannya di tempat penitipan profesional agar keamanan dan perkembangan anak tetap terjamin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjadi orangtua sama sekali bukan tugas yang gampang. Tugas pengasuhan sejatinya melekat padamu dan pasangan 24 jam nonstop dan 365 hari dalam setahun. Tidak ada satu alasan pun yang membolehkan kalian rehat barang sejenak dari tugas tersebut.

Bahkan ketika tampaknya anak dijaga oleh ART atau pengasuh anak. Tetap kamu serta pasangan sebagai orangtua kandung yang paling bertanggung jawab. Serepot apa pun, kalian jangan sembarangan menitipkan anak pada orang lain.

Apalagi dia bukan orang yang secara profesional ditugaskan untuk menjaga anak. Seperti saudara, orangtua kalian, atau tetangga. Bagaimanapun caranya, dirimu dan pasangan harus sama-sama bisa menjaga anak sendiri. Berikut enam alasan jangan sembarangan titip anak ke orang lain.

1. Orang lain juga punya kesibukan

ilustrasi mengasuh anak (pexels.com/Marcial Comeron)

Jangan berpikir kamu dan pasangan lebih sibuk dari orang lain. Sehingga kalian bebas main, tunjuk siapa pun buat bantu menjaga anak, bahkan tanpa bayaran sepeser pun. Malah kalian menyederhanakan urusan ini menjadi sudah tugasnya untuk menolong kalian.

Di dunia ini gak ada orang yang tidak sibuk. Termasuk saudara atau tetanggamu yang bekerja dari rumah, misalnya. Demi membereskan pekerjaan saja, ia kerap sampai kurang tidur dan telat makan.

Masih pula kalian menitipkan anak padanya. Konsentrasinya dalam bekerja langsung berantakan. Energi serta waktumu habis buat mengasuh anakmu. Seanteng-antengnya anakmu, tetap saja itu menjadi tugas ekstra bagi orang lain.

2. Tidak semua orang telaten mengurus anak, apalagi anak orang lain

ilustrasi mengasuh anak (pexels.com/Helena Lopes)

Kamu dan pasangan memang mau tidak mau wajib telaten mengurus anak. Itu sudah konsekuensi dari kalian memiliki keturunan. Juga seharusnya merupakan naluri kalian sebagai orangtua.

Sementara itu, orang lain sama sekali tidak mempunyai kewajiban untuk sabar serta telaten mengurus anakmu. Mereka bahkan bukan tenaga terlatih untuk tugas tersebut. Sedekat apa pun hubungan kalian dengan seseorang, jangan berharap ia dapat menjadi orangtua pengganti sesaat bagi anakmu.

Apalagi dia bahkan belum pernah menjadi orangtua dan masih lajang. Sesekali ia menemani anakmu bermain ketika kamu dan pasangan ada beda sekali dengan dirinya, cuma berdua dengan anakmu. Rasanya dia seperti mendadak menjadi orangtua dan ini dapat membuat stres.

3. Anakmu juga belum tentu merasa nyaman

ilustrasi mengasuh anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kamu tidak hanya harus menimbang perasaan orang yang tahu-tahu dititipi anak. Dirimu juga mesti memikirkan rasanya menjadi anak. Mereka bukan bola yang bisa dioper ke sana kemari.

Anak punya kelekatan khusus dengan orangtuanya. Wajar kalau anak gak nyaman bersama orang lain tanpa kehadiran kalian juga. Apalagi dalam waktu yang lama atau di tempat yang asing. Misal, kamu menitipkan anak-anak ke rumah adikmu.

Stres anak menjadi dobel karena tidak bersama orangtua dan bukan di rumahnya sendiri. Mereka mungkin akan sangat rewel, tidak mau makan di jam makan, juga menangis baik di siang hari maupun menjelang waktu tidur malam. Ini bikin kerepotan orang yang dititipi anak berlipat-lipat.

4. Tanggung jawabnya sangat besar

ilustrasi mengasuh anak (pexels.com/olia danilevich)

Siapa yang seharusnya memikul tanggung jawab sebesar itu terhadap anak? Tentu saja kamu dan pasangan adalah orangtuanya. Tidak ada satu pun orang lain yang boleh dikenai tanggung jawab itu, apalagi mereka tak terlatih untuk menjaga anak.

Sebab orang dewasa berpaling sedikit saja, anak bisa celaka. Bukan karena orang yang dititipi anakmu sengaja mencelakakannya. Dia cuma mau kencing sebentar, misalnya. Anakmu tahu-tahu sudah naik ke meja, lalu lompat dan cedera.

Betapa kasihan orang yang sebetulnya bebas malah dibebani tanggung jawab sebesar itu. Menjaga anak tidak sama dengan menjaga paketmu yang datang saat rumahmu kosong. Barang bisa disimpan dulu di rumahnya dan akan terus diam di situ. Beda dengan anak yang aktif ke sana kemari.

5. Mending anak ikut kamu ke mana pun atau titip ke TPA

ilustrasi mengasuh anak (pexels.com/Jonathan Borba)

Setelah kalian punya anak, jangan ada rasa risi atau ribet sedikit pun karena harus membawa anak ke mana pun kalian pergi. Lihat di luar sana begitu banyak orangtua juga melakukannya. Orangtua dan anak seperti sudah satu paket yang tak terpisahkan.

Anak ikut berbelanja ke kantor kalian, kondangan, dan sebagainya. Dengan begitu kalian sungguh-sungguh mengetahui rasanya menjadi orangtua. Keuntungannya, kalian dapat memastikan keamanan anak.

Andai pun karena satu dan lain hal kalian tidak bisa membawa anak, cari tempat penitipan anak. Di sana, anak lebih mungkin diasuh secara profesional. Anak bukan sekadar ditunggu selama kalian gak ada. Akan tetapi, anak juga dididik melalui berbagai aktivitas.

6. Kamu jadi terbiasa mengandalkan orang lain

ilustrasi mengasuh anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Next, sekali kalian dengan mudahnya menitipkan anak ke orang lain, dapat menjadi kebiasaan di kemudian hari. Awalnya, barangkali memang ada alasan yang mendesak untuk kalian menitip anak barang sebentar. Kebetulan ada orang yang gak enakan menolak permintaan tolong kalian.

Namun, apa yang terjadi kemudian? Kalian malah memasukkannya dalam daftar orang yang kapan pun dapat diganggu. Kalian menutup mata terhadap kesibukannya.

Dirimu dan pasangan bisa tambah egois. Seakan-akan semua orang di dunia ini harus membantu kalian mengasuh anak. Mereka kudu siap direpotkan oleh kalian kapan saja. Tidak seorang pun akan senang diperlakukan begini.

Segala yang terkait anak memang bukan perkara yang bisa disepelekan. Terlebih, anak belum mampu menjaga diri sendiri. Namun, pengasuhan anak sudah menjadi tugas setiap orangtua. Dua orang dewasa mesti mampu membangun keluarga yang mandiri.

Oleh sebab itu, jangan sembarangan titip anak ke orang lain. Bila kalian tak mampu menjaga anak sendiri, gunakan jasa profesional. Bukan kamu dan pasangan merepotkan orang secara gratisan. Itu sama sekali tak sebanding dengan tanggung jawab serta kelelahannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team