Comscore Tracker

5 Alasan Pentingnya Mengajarkan Keteraturan Hidup pada Anak

#IDNTimesLife Manfaatnya terbawa sampai dewasa

Kunci dari mengajarkan apa pun pada anak ialah contoh dan pembiasaan. Jika dua hal ini dilakukan, anak akan lebih mudah mengingat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Begitu pula saat kita hendak mengajarkan keteraturan hidup. Sekalipun dorongan untuk berbuat sesuka hati cukup kuat pada anak-anak, penting sekali bagi kita untuk tetap mengajarinya keteraturan hidup. Berikut lima alasannya:

1. Agar waktu istirahat anak selalu cukup

5 Alasan Pentingnya Mengajarkan Keteraturan Hidup pada AnakIlustrasi anak di tempat tidur (unsplash.com/marisahowenstine)

Jangankan untuk anak, orang dewasa pun sangat membutuhkan istirahat yang cukup. Bila waktu istirahat selalu kurang, kita akan jatuh sakit. Terlebih untuk anak.

Fisiknya jelas belum sekuat orang dewasa. Oleh karena itu, penting untuk kita mengatur jam tidurnya. Usahakan agar anak tidak tidur terlalu malam. Bangunkan anak di pagi hari agar siangnya dia mengantuk dan mau tidur.

2. Agar anak bisa berkonsentrasi saat belajar

5 Alasan Pentingnya Mengajarkan Keteraturan Hidup pada AnakIlustrasi anak belajar (unsplash.com/anniespratt)

Ini terkait erat dengan istirahat anak yang cukup. Kalau istirahat anak cukup, pasti lebih mudah untuknya belajar apa pun. Sebaliknya jika waktu istirahatnya kacau, anak akan cepat merasa lelah.

Baru belajar sebentar sekali sudah minta berhenti. Belum lagi suasana hatinya yang memburuk. Jika anak dibujuk untuk belajar sedikit lagi nanti malah menangis atau mengamuk.

3. Agar anak gak bingung mencari barang-barangnya

5 Alasan Pentingnya Mengajarkan Keteraturan Hidup pada AnakIlustrasi anak menata barangnya (unsplash.com/tinafloersch)

Barang-barang anak biasanya berukuran kecil. Seperti mainan dan alat tulis. Bila kita tidak terus mengajarinya merapikan barang-barang pribadinya setelah digunakan, pasti akan sering ada yang 'hilang'.

Ya, 'hilang' sebab sebenarnya hanya terselip atau anak lupa terakhir kali menaruhnya di mana. Padahal, anak bisa rewel sekali jika kehilangan satu saja dari barang pribadinya.

Baca Juga: Sarat Makna, Ini 5 Drama Korea yang Mengangkat Isu Parenting

4. Agar sampai dewasa ia mahir mengatur hidupnya

5 Alasan Pentingnya Mengajarkan Keteraturan Hidup pada AnakIlustrasi perempuan muda (unsplash.com/aima1999)

Mengajarkan apa pun pada anak sama dengan membuat fondasi untuk sebuah rumah. Kualitas fondasi akan sangat memengaruhi kekuatan bangunan di atasnya.

Dan keteraturan hidup adalah sebaik-baik fondasi dalam kehidupan anak sampai jauh di masa depan. Dengan biasa teratur sejak kecil, ia gak akan lagi keteteran dalam mengatur waktu, pengeluaran, dan seluruh aspek dalam hidupnya.

Bahkan ia mampu mengatur rencana-rencana dalam hidupnya. Bukan berarti ia menjadi pribadi yang kaku dan penuh aturan. Namun hidupnya menjadi jauh lebih tertata dan bertujuan ketimbang bila ia tidak pernah diajari keteraturan. 

5. Agar dia mengerti bahwa hidup sekali saja sudah cukup

5 Alasan Pentingnya Mengajarkan Keteraturan Hidup pada AnakIlustrasi seorang pria (unsplash.com/jlhaddox)

Sub judul di atas barangkali terasa membingungkan. Apa hubungannya keteraturan hidup dengan hidup sekali saja sudah cukup? Tentu sangat berhubungan.

Sebab hidup sekali saja akan terasa cukup hanya jika ia bisa menggunakan hidupnya dengan sebaik mungkin. Tidak ada waktu,  sumber daya, dan peluang yang disia-siakan. Kebiasaan hidup teratur membuat setiap hal dalam hidupnya ada jatah waktunya.

Apalagi untuk perkara-perkara penting. Dijamin gak akan ada yang terabaikan. Hal ini membuat pencapaian hidupnya maksimal. Dia  merasa puas dan gak memerlukan kesempatan hidup satu kali lagi untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang di masa lalu.

Rasanya memang tidak mungkin mengajarkan keteraturan hidup pada anak jika cara hidup kita sebagai orangtuanya juga berantakan. Anak gak bisa dididik hanya dengan ucapan. Anak butuh panutan dan sosok yang terus mengingatkannya. 

Baca Juga: 5 Tips Parenting di Film 'Wonderful Life' yang Patut Dijadikan Catatan

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya