- Orientasi
Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Bisa Ditiru!

Contoh teks negosiasi jual beli sering dibutuhkan sebagai referensi saat melakukan proses tawar-menawar. Materi ini juga umum dipelajari di sekolah, khususnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
Namun pada praktiknya, negosiasi tidak hanya terjadi secara lisan, melainkan juga dapat dituangkan dalam bentuk tulisan yang disebut teks negosiasi. Untuk memahami lebih jauh bagaimana bentuk dan strukturnya, simak contoh teks negosiasi jual beli selengkapnya berikut ini.
1. Struktur teks negosiasi

Seperti teks lainnya, teks negosiasi juga memiliki susunan atau struktur yang perlu diperhatikan agar alurnya jelas dan mudah dipahami. Berikut urutan strukturnya:
Orientasi adalah bagian awal dari teks negosiasi. Orientasi ini biasanya berisi salam atau sapa antara dua belah pihak
- Permintaan
Permintaan adalah bagian di mana satu atau dua belah pihak mengungkapkan permasalahannya
- Pemenuhan
Pemenuhan adalah bagian di mana satu atau dua belah pihak dapat memenuhi sebuah permintaan atau tidak
- Penawaran
Penawaran adalah bagian puncak dari negosiasi. Di sini, terjadilah proses tawar menawar antara pihak satu dengan pihak lainnya untuk mencapai kesepakatan bersama
- Persetujuan
Persetujuan adalah bagian ketika pihak satu dan lainnya sepakat dengan keputusan hasil tawar menawar
- Penutup
Bagian terakhir, yaitu penutup. Penutup adalah bagian yang menandakan kalau negosiasi telah disepakati dan berakhir. Penutup juga biasanya berisi ucapan terima kasih dan salam
2. Contoh teks negosiasi jual beli di pasar

Orientasi
Penjual: "Selamat pagi, Bu Heri. Wah sudah belanja macam-macam, ya?"
Bu Heri: "Iya, Pak. Nanti sore akan ada arisan. Jadi, hari ini rencananya masak agak lebih banyak dibandingkan biasanya."
Penjual: "Ohh. Ini kebetulan dagingnya segar-segar Bu. Baru sampai subuh tadi, belum kena freezer. Ibu Heri mau daging apa? Kambing apa sapi?"
Bu Heri: "Sapi sajalah, Pak. Tidak berani makan daging kambing. Suami saya sedang naik tensinya, bisa gawat kalau makan daging kambing."
Penjual: "Oh, tensinya sering naik, ya Bu? Kalau saya tiap hari makan daging, mau sapi atau kambing tidak masalah buat saya. Sejauh ini tensi saya aman, Bu. Akan tetapi, saya rajin makan ketimun, melon, semangka, apel, kangkung biar seimbang, Bu. Jangan lupa juga banyak minum air putih. Satu lagi yang terpenting adalah harus ikhlas, Bu!"
Bu Heri: "Ikhlas bagaimana, Pak?"
Penjual: "Ya, kalau menjalani hidup ini ikhlas pasti, kan adem ayem saja. Jadi, tensinya tidak akan naik."
Bu Heri: "Betul juga Bapak ini."
Penjual: "Nah, ini! Ibu, silakan pilih, mau bagian mana? Paha atau iga?"
Permintaan
Bu Heri: "Kalau paha sekilonya berapa, Pak?"
Penjual: "Masih sama, Bu, seperti kemarin, Rp 110 ribu, Bu."
Bu Heri: "Kalau iga?"
Penjual: "Buat Bu Heri, saya berikan diskon saja, Rp 105 ribu untuk 1 kg iga."
Bu Heri: "Kalau begitu saya ambil daging bagian paha 1 kg, iga ½ kg, tetapi harganya boleh kurang, ya? Kan, saya sudah beli banyak."
Pemenuhan
Penjual: "Ya, sudah, khusus untuk Ibu, semuanya saya berikan harga Rp 210 ribu saja."
Bu Heri: "Terima kasih, Pak. Bonus tulang, juga, Pak. saya hendak membuat kaldu."
Penjual: "Siap Bu Heri. Pokoknya beres."
Bu Heri: "Terima kasih, Pak."
Penjual: "Ini, Bu. Sudah saya pisahkan iga dan paha. Semuanya Rp 210 ribu."
Bu Heri: "Terima kasih, Pak. Ini uangnya."
Permintaan
Penjual: "Uangnya Rp 250 ribu. Ibu tidak mempunyai uang pas?"
Pemenuhan
Bu Heri: "Wah, tidak ada, Pak. Memangnya tidak ada kembaliannya, ya?"
Penawaran
Penjual: "Iya, belum ada uang kembaliannya. Begini saja, Ibu membayar Rp 200 ribu dulu saja, sisanya besok ketika Ibu belanja di sini."
Persetujuan
Bu Heri: "Oh, baiklah, kalau begitu. Besok sisanya akan saya berikan, Pak."
Penutup
Penjual: "Iya, Bu. Tidak usah dipikirkan."
Bu Heri: "Terima kasih, Pak."
Penjual: "Ya, Bu. Salam untuk Pak Heri."
Bu Heri: "Ya, Pak."
3. Contoh teks negosiasi jual beli baju

Orientasi
Penjual: "Ada yang bisa dibantu, Mas?"
Permintaan
Pembeli: "Baju yang ini ukuran L ada nggak?"
Pemenuhan
Penjual: "Ada, Mas. Sebentar saya ambil."
Pembeli: "Iya."
Penjual: "Ini, Mas, yang ukuran L."
Pembeli: "Berapa harganya, Mas?"
Penjual: "Itu Rp 300 ribu, pasnya Rp 290 ribu."
Penawaran
Pembeli: "Bisa Rp 260 ribu nggak, Mas?"
Penjual: "Tidak bisa, Mas. Paling kurangi Rp 5 ribu jadi Rp 285 ribu."
Pembeli: "Yah, Rp 280 ribu, deh, Mas. Langsung saya beli."
Persetujuan dan penutup
Penjual: "Iya, baiklah."
4. Contoh teks negosiasi jual beli buah

Orientasi
Penjual: "Silakan buah yang manis dan murah meriah."
Pembeli: "Berapaan harganya, Bang?"
Penjual: "Murah, Bu. Satu kilonya cuma Rp 15 ribu aja."
Permintaan
Pembeli: "2 kilo, Rp 25 ribu aja. Boleh?"
Pemenuhan
Penjual: "Belum dapat, Bu. Kalau segitu, mah, saya belum dapat untung."
Penawaran
Pembeli: "Wah kalau Rp 15 ribu satu kilo itu kemahalan, Bang."
Penjual: "Bisa kurang, kok, Bu, tapi jangan banyak-banyak, nanti saya rugi."
Pembeli: "Gimana kalau Rp 13 ribu satu kilo, boleh nggak, Bang?"
Penjual: "Naikin lagi, Bu. Kalau segitu, untung saya mepet, Bu."
Pembeli: "Tawaran terakhir, nih, Bang. Rp 14 ribu satu kilo, bisa?"
Penjual: "Bolehlah, Bu. Hitung-hitung buat penglaris hari ini.
Persetujuan
Pembeli: "Jadi, boleh Rp 14 ribu satu kilo?"
Penjual: "Boleh, buat ibu saya kasih murah aja, lah."
Penutup
Pembeli: Terima kasih, Bang. Ini uangnya."
5. Contoh teks negosiasi jual beli motor

Orientasi
Penjual: "Ini, Mas Ryan, Honda Supra X tahun 2022 yang sampean taksir."
Pembeli: "Iya, Mas Danu. Masih mulus, ya, bodinya?"
Penjual: "Iya, Mas Ryan, soalnya saya sering dinas di luar kota, maklum prajurit. Jadi paling motor ini sesekali dipakai pembantu saya."
Permintaan
Pembeli: "Jujur saya tertarik dengan motor ini, Mas Danu. Tapi tolonglah harganya dikurangi dari yang kemarin."
Penjual: "Iya kemarin saya banderol Rp 5 juta karena disesuaikan dengan kondisinya saat ini. Bodi mulus mesin halus."
Penawaran
Pembeli: "Saya tawar Rp 3,5 juta, ya, Mas Danu."
Penjual: "Waduh kalau segitu, saya berat melepasnya, Mas Ryan."
Pembeli: "Daripada jarang sampean pakai, Mas Danu, mending saya yang rawat, Mas Danu. Haha."
Penjual: "Ya sudah, Rp 4,5 juta ya, Mas Ryan?"
Persetujuan dan Penutup
Pembeli: "Oke deh, Mas Danu. Saya bayar via transfer bank, ya, Mas."
6. Contoh negosiasi jual beli mobil

Orientasi
Penjual: "Selamat datang di garasi lawas saya, Mas Dika."
Pembeli: "Oh ini, ya, Mas, Toyota Starlet yang mau dijual itu? Keren. Tahun berapa ini, Mas?"
Penjual: "Mobil ini tahun 1990, Mas Dika. Surat-suratnya lengkap, pajak hidup."
Permintaan
Pembeli: "Waktu kemarin sampean kirim video suara mesinnya, saya sebetulnya langsung jatuh hati, Mas. Cuma terkendala dengan harga yang ditawarkan."
Pemenuhan
Penjual: "Iya, Mas Dika. Saya buka di harga Rp 48 juta. Kemarin ada yang nawar Rp 41 juta, nggak saya lepas."
Penawaran
Pembeli: "Iya, Mas. Apa daya, saat ini saya hanya punya uang Rp 40 juta. Tapi serius Mas, saya tertarik dengan mobil lawas ini. Akan saya rawat sepenuh hati."
Persetujuan
Penjual: "Ya sudah, Mas Dika. Saya lepas ke sampean deh walau Rp 40 juta. Saya percaya sampean benar-benar ingin mobil ini. Bukan untuk dijual kembali dan mencari keuntungan. Tapi karena suka dengan mobilnya."
Penutup
Pembeli: "Wah, terima kasih, Mas. Semoga berkah untuk kita semua. Saya bayar via transfer bank, ya, Mas."
Penjual: "Siap, Mas. Aamiin."
Itulah contoh teks negosiasi jual beli lengkap dengan struktur teksnya. Semoga bisa membantu kamu memahami cara melakukan tawar-menawar dengan lebih baik dan jadi referensi yang berguna, baik untuk belajar di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.