Comscore Tracker

5 Tips Dampingi Remaja Memilih Idola, Gak Boleh Asal Tenar

Lihat dulu populernya karena apa

Memasuki usia remaja, anak biasanya akan memiliki idola. Misalnya, dari kalangan artis, atlet, dan public figure lainnya. Melarang remaja untuk punya idola rasanya tidak mungkin. Di masa ini, ia mulai mengembangkan gambaran yang ideal tentang lawan jenis, pekerjaan, dan kehidupan.

Hanya saja karena ia belum dewasa, dia bisa keliru dalam memilih idola. Bahkan asal meniru semua tindakan, gaya bicara, dan penampilan idolanya yang kurang baik. Sebagai orang dewasa yang peduli padanya, ini lima tips mendampingi remaja memilih idolanya.

1. Ingatkan ia agar tidak mengidolakan seseorang cuma karena ketenarannya, tapi lihat dulu penyebabnya

5 Tips Dampingi Remaja Memilih Idola, Gak Boleh Asal Tenarilustrasi tiga remaja (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Tidak semua orang yang terkenal itu baik. Ada orang yang justru dikenal luas di masyarakat karena perilakunya yang buruk, menyimpang, bahkan tersangkut masalah hukum. Jadi, dia harus selektif dalam memilih idola sebab siapa idolanya bisa memengaruhi cara berpikir bahkan kehidupannya.

Ketika kita bertanya siapa idolanya dan dia menyebut sebuah nama, tanyakan lagi apa yang membuat orang tersebut pantas diidolakan. Luruskan cara pandangnya apabila perilaku idolanya ternyata kurang baik atau berbahaya. Jawaban semata-mata lantaran seseorang tampak keren juga gak bisa diterima.

Remaja harus mampu menjelaskan keren seperti apa yang dimaksudnya. Sebab terkadang, keberanian seseorang menunjukkan perilaku yang menyimpang dari norma pun terlihat keren di mata remaja yang sedang mengalami krisis identitas. 

2. Idola harus punya prestasi yang bikin remaja termotivasi

5 Tips Dampingi Remaja Memilih Idola, Gak Boleh Asal Tenarilustrasi sekelompok remaja (pexels.com/RODNAE Productions)

Mengidolakan seseorang hanya karena daya tarik fisik tidaklah tepat. Idola wajib punya sejumlah kualitas diri yang menonjol. Ini tampak dari barisan prestasinya. Contoh, musisi dengan karier yang bertahan lama dan telah meraih banyak penghargaan pantas diidolakan.

Akan tetapi, seseorang yang mendadak viral bukan disebabkan oleh prestasi tidak perlu dijadikan idola. Orang yang tenar mendadak begini biasanya tak mampu mempertahankan ketenarannya dalam waktu lama. Ketiadaan prestasi yang spesifik juga tidak akan menjadi motivasi bagi remaja untuk berprestasi di suatu bidang. Apa yang hendak remaja contoh darinya?

Baca Juga: 8 Cara Mendidik Anak Remaja, Panduan Wajib untuk Orangtua

3. Mengidolakan seseorang gak boleh sampai ganggu belajarnya

5 Tips Dampingi Remaja Memilih Idola, Gak Boleh Asal Tenarilustrasi mendampingi remaja (pexels.com/Karolina Grabowska)

Saat remaja mengidolakan seorang aktor, ia barangkali ingin setiap hari menonton film-film yang dibintanginya. Juga terus memantau akun media sosialnya dan mencari berbagai informasi tentang sang aktor melalui internet. Bahkan sekadar mengobrolkannya berjam-jam bersama teman-teman yang juga mengidolakan aktor tersebut.

Akibatnya, waktu dan pikirannya banyak terbuang hanya untuk mengikuti segala hal tentang idolanya. Jam belajarnya menjadi terganggu. Emosinya juga dapat terpancing saban kita memintanya berhenti menonton film dan menyuruhnya belajar.

Maka dari itu, sejak awal kita harus memberikan rambu-rambu pada remaja yang tengah mengidolakan seseorang. Bahwa ia masih punya tugas pokok buat belajar. Boleh saja dia menonton film atau konser dari idolanya asalkan itu sama sekali tidak mengusik waktu belajarnya. Contohnya, ketika dia libur sekolah.

4. Dia juga dilarang menghabiskan uang untuk membeli produk yang berkaitan dengan idola

5 Tips Dampingi Remaja Memilih Idola, Gak Boleh Asal Tenarilustrasi sekelompok remaja (pexels.com/Max Fischer)

Terlepas dari kualitas bahan dan kegunaannya, produk apa pun yang ditawarkan bersama merchandise yang dihubungkan dengan idol tertentu biasanya dihargai lebih mahal. Walau semua itu amat menarik bagi remaja, kita harus selalu mengajarinya tentang kontrol diri.

Dia tidak perlu membeli seluruh produk yang memberikan merchandise berkaitan dengan idolanya hanya untuk menunjukkan besarnya rasa sukanya pada sang idol. Ia wajib mampu mengukur kemampuan diri serta belajar menggunakan uangnya dengan bijaksana.

5. Harus akur dan menghormati penggemar dari idola lain, jangan saling menghina

5 Tips Dampingi Remaja Memilih Idola, Gak Boleh Asal Tenarilustrasi dua remaja (pexels.com/RODNAE Productions)

Adalah wajar apabila setiap public figure mampunyai penggemar masing-masing. Demikian pula kalau dibalik, sah-sah saja buat semua orang memiliki idolanya sendiri-sendiri. Remaja tidak boleh memaksakan pandangannya tentang seseorang yang paling pantas diidolakan.

Kita perlu mengajarinya tentang mengidolakan seseorang tanpa menjadi bersikap anti dengan idola dari orang lain. Atau, menyerang penggemar dari idol yang berbeda. Soal idola dan mengidolakan dibuat santai saja. Pilih idola masing-masing, dukung karier dan karya mereka tanpa menjatuhkan tokoh publik lainnya.

Melarang keras remaja mengidolakan seseorang hanya akan membuatnya kesal dan merasa tidak dimengerti. Biarkan saja dia punya idola, sejauh rasa sukanya pada seseorang tak berubah menjadi sikap fanatik sempit.

Baca Juga: 7 Fakta Masa Puber Perempuan yang Perlu Diketahui Remaja

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya