Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Tips Mengatur Keuangan buat Membelikan Anak Buku Bacaan

6 Tips Mengatur Keuangan buat Membelikan Anak Buku Bacaan
ilustrasi di toko buku (pexels.com/Andi sabandi)
Intinya Sih
  • Artikel menekankan pentingnya peran orangtua dalam membangun kecerdasan dan karakter anak melalui kebiasaan membaca buku di rumah.
  • Dijelaskan enam cara mengatur keuangan agar tetap bisa membeli buku anak, mulai dari mengurangi pengeluaran hiburan hingga memanfaatkan bonus dan hasil jual barang bekas.
  • Alternatif hemat seperti membeli buku obral atau memanfaatkan perpustakaan juga disarankan agar anak tetap mendapat akses bacaan berkualitas tanpa membebani anggaran keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Orangtua mana yang tidak ingin melihat anaknya tumbuh pandai? Baik pintar dalam hal akademik, nonakademik, serta tentunya berkarakter positif. Orangtua bahkan mendorong anak supaya memiliki cita-cita setinggi langit.

Biar di masa depan anak mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Namun, semua itu tentu butuh fondasi yang kokoh. Apakah kamu dan pasangan telah benar-benar memfasilitasi anak biar cerdas dan berkarakter positif?

Kalian memang telah menyekolahkannya. Akan tetapi, itu saja belum cukup. Anak memerlukan stimulus yang terus-menerus dengan berbagai media belajar. Salah satunya, membaca beragam buku. Bisa buku cerita, kisah-kisah teladan, sampai ensiklopedia. Orangtua perlu mengatur keuangan buat membelikan anak buku bacaan di rumah dengan cara berikut ini.

1. Sebagian anggaran jalan-jalan dan makan di luar buat beli buku

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/Ron Lach)

Banyak sekali keluarga muda masa kini yang hobi jalan-jalan dan jajan. Dulu orang hanya menginap di hotel ketika perjalanan dinas. Sekarang keluarga muda libur 1 atau 2 hari saja langsung memesan tiket transportasi dan kamar di hotel.

Ketika jalan-jalan pun, standar tempat makan jelas gak di warteg. Namun, mencari tempat makan yang super nyaman serta pemandangannya bagus. Kalau kamu dan pasangan ingin anak bisa membaca buku sepuasnya, berarti ada yang harus dikorbankan.

Dengan pendapatan yang tak begitu besar, kurangi agenda jalan-jalan dan wisata kuliner kalian. Gunakan sebagian duitnya buat membeli buku-buku untuk anak. Taruh kebahagiaan kalian tidak hanya pada piknik bareng, melainkan juga pada melihat anak tumbuh dengan pemikiran yang terus berkembang.

2. Gunakan bonus-bonus di luar gaji pokok

membacakan buku
ilustrasi membacakan buku (pexels.com/Kindel Media)

Bila gaji pokokmu tak seberapa, memakainya untuk membeli buku bacaan akan terasa berat sekali. Lebih baik gaji pokok difokuskan untuk kebutuhan sehari-hari, bersifat rutin, serta tidak bisa ditiadakan. Seperti membayar cicilan dan sekolah anak.

Sementara bujet beli buku diambil dari bonus-bonus di luar gaji pokok. Berapapun bonus itu dikumpulkan untuk nantinya dibelikan buku. Jika total bonus sangat besar, tidak apa-apa sebagiannya saja yang digunakan untuk belanja buku.

Sisanya dapat dipakai buat keperluan lain. Seperti menambah belanja harian, dana darurat, modal usaha, tabungan jaga-jaga renovasi rumah, dan sebagainya. Asal benar-benar niat, bonus sekecil apa pun bisa disulap menjadi buku bacaan untuk anak.

3. Ajari anak menabung dan sebagiannya untuk membeli buku

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/Marta Wave)

Mayoritas orangtua memang mengajari anaknya untuk rutin menabung. Baik dengan tabungan di sekolah maupun di rumah. Akan tetapi, bagaimana dengan pemakaian uangnya setelah tabungan diambil atau celengan dipecahkan?

Memang uang itu hak anak sepenuhnya. Dia boleh memakai uangnya untuk membeli apa pun yang diinginkannya atau kembali ditabung saja. Namun, sebagai orangtua telah sepantasnya dirimu serta pasangan berusaha untuk mengarahkan anak.

Larang anak menghabiskan semua tabungannya cuma buat beli mainan atau barang yang kurang berharga. Selalu ambil sebagian besarnya untuk membeli buku bacaan. Bukan karena dirimu gak mau membelikan buku buatnya. Namun, supaya sampai anak dewasa kelak terbiasa menjadikan buku sebagai salah satu prioritas belanjanya.

4. Beli buku obral biar dapat banyak

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/Marcio Ribeiro)

Orangtua yang belum terbiasa membeli buku bacaan untuk anak sering berpikir harganya pasti mahal. Kalau buku cerita anak yang baru diluncurkan dan masih menempati rak utama di toko buku, memang mahal. Akan tetapi, banyak sekali buku anak yang dijual murah meriah.

Biasanya telah masuk kategori buku obral. Jika di daerahmu gak ada toko buku, beli di marketplace saja. Beberapa penerbit bahkan menjual buku anak terbitan lama dengan harga di bawah 5 ribu rupiah.

Kondisi masih seperti buku baru dan full color. Ada pula penjual yang menjualnya secara kiloan atau paket. Seperti 1 kilogram buku anak atau 1 paket berisi 10 sampai 20 buku dengan harga terjangkau.

5. Hasil jual kembali barang bekas khusus untuk belanja buku

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/RDNE Stock project)

Rumah tangga biasanya menghasilkan banyak sekali sampah dan barang tak terpakai yang masih punya nilai jual. Apabila di daerahmu ada bank sampah, ikut saja. Sampah organik serta non-organik ada harganya.

Lebih-lebih barang bekas yang lebih dihargai seperti botol plastik, galon bekas, koran serta majalah, aki bekas, besi tua, dan sebagainya. Kumpulkan seluruh hasil penjualannya dan gunakan untuk membelikan anak buku bacaan. Modalnya cukup rajin memilah sampah dan barang bekas.

Hasilnya dapat sangat mencerdaskan anak. Misal, sebulan dirimu memperoleh uang 15 ribu rupiah dari penjualan sampah dan barang bekas. Cari di toko online buku anak seharga 3 ribuan. Kamu sudah memperoleh 5 buku. Sangat cukup untuk mengisi waktu luang anak selama sebulan.

6. Ajak anak ke perpustakaan atau tempat rental buku jika ada

anak membaca
ilustrasi anak membaca (pexels.com/cottonbro studio)

Selagi di daerahmu terdapat perpustakaan umum, manfaatkan dengan baik. Jadikan perpustakaan ini sebagai salah satu tujuan utama jalan-jalan keluarga. Jangan ke mal atau objek wisata terus.

Di perpustakaan, anak dapat leluasa membaca buku sesuai usianya. Begitu pula apabila terdapat tempat rental buku. Tentu ada harga yang mesti dibayar untuk sekali meminjam, tapi biasanya hanya sepersekian dari harga beli bukunya.

Sangat hemat dan bisa menjadi alternatif ketika bujet untuk membeli bacaan belum tersedia. Jangan ada pemikiran fasilitas terbaik buat anak berarti kudu dibeli dan menjadi milik pribadi. Pinjam di perpustakaan atau tempat persewaan tak mengurangi sedikit pun kandungan bacaan tersebut.

Memang kebutuhan keluarga tidak sedikit. Membeli buku bacaan buat anak terasa menambah beban. Banyak orangtua cuma fokus ke buku pelajaran. Namun, usia anak-anak sangat bagus untuk belajar berbagai hal. Sayang apabila masa emas ini dilewatkan dengan tidak memberinya buku bacaan. Oleh sebab itu, orangtua perlu mengatur keuangan buat membelikan anak buku bacaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More