Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Parenting yang Membentuk Mental Tangguh ala Keluarga Erling Haaland
Erling Haaland (instagram.com/erling)

Erling Haaland menjadi pemain sepak bola yang membela tim Norwegia. Pesepakbola muda tersebut tengah menjadi sorotan berkat kepiawaiannya di lapangan. Berkat produktivitas gol Erling, tim Norwegia berhasil melangkah ke babak perempat final setelah menyingkirkan Brasil di babak 16 besar.

Erling yang baru berusia 25 tahun ini langsung mencuri perhatian publik, termasuk latar belakang keluarganya. Ayahnya, Alf-Inge Haaland adalah seorang mantan pemain sepak bola profesional yang sempat membela klub Inggris seperti Manchester City sementara Ibunya adalah salah satu atlet terbaik Norwegia. Dari keluarga Erling, ada banyak pelajaran parenting yang dapat dipetik sebagai pola asuh.

1. Tidak memaksakan bakat anak dan terus memberi dukungan

Erling Haaland (instagram.com/erling)

Dalam sebuah interview, Erling menyampaikan bahwa kedua orangtuanya tidak pernah memaksakan minat ataupun bakat yang ingin ditekuni oleh putranya. Meski kedua orangtua Erling merupakan seorang profesional di bidang olahraga, akan tetapi Alf-Inge dan istrinya, Gry Marita Braut, tidak memaksa putranya untuk mengikuti jejak karier mereka.

"Ayah maupun ibu saya tidak pernah memaksa saya dalam hal apa pun," ujar Erling.

Erling mengaku, kedua orangtuanya memberikan support yang besar terhadap minat dan bakat personalnya. Pasalnya, memaksakan karier anak dapat mematikan motivasi internal mereka yang berujung pada rasa tidak puas seumur hidup. Orangtua seyogianya mendukung bakat dalam diri anak dan membantu menentukan jalan hidup mereka dan mendorong pertumbuhan mandiri agar siap menghadapi tantangan dalam hidup.

2. Mendorong motivasi internal anak

Erling Haaland (instagram.com/erling)

Tak hanya memiliki bakat yang gemilang, Erling juga dikenal dengan semangat dan motivasinya yang tinggi. Ia mengaku selalu antusias menjalani latihan sepak bola, dan semangat itulah yang mendorongnya untuk terus berlatih setiap hari. Setiap pagi, ia bangun dengan tekad yang kuat untuk mengejar target-target yang telah ditetapkannya.

Meski ayahnya memiliki pengalaman yang luar biasa di bidang olahraga, ia tak pernah memaksa Erling untuk mengikuti jejaknya. Justru, Alf-Inge memberi ruang bagi putranya untuk berkembang, menemukan minatnya sendiri, dan mengeksplorasi dunia yang benar-benar disukainya.

Kedua orangtua Erling menyadari orangtua yang terlalu terlibat dalam pengambilan keputusan anak akan membentuk pribadi yang penuh rasa tidak percaya diri pada anaknya. Interupsi dari kedua orangtua bisa menghambat kemampuan anak untuk memecahkan masalah.

"Saya tidak pernah mendapat tekanan dari ayah saya. Namun, ketika mengetahui bahwa beliau adalah mantan pemain Liga Inggris dan juga pemain tim nasional, secara tidak langsung Anda akan merasakan sedikit tekanan. Meski begitu, tekanan yang paling besar justru datang dari diri saya sendiri, karena saya benar-benar sangat ingin menjadi seorang pesepak bola," ujarnya.

3. Pengasuhan positif dan present father mendorong anak lebih percaya diri

Erling Haaland (instagram.com/erling)

Erling menyampaikan keinginannya untuk membuat kedua orangtuanya bangga. Dorongan ini muncul dapat didasarkan karena kebutuhan akan kasih sayang, pengakuan, dan penerimaan yang baik oleh kedua orangtua selama pengasuhan. Alf-Inge dan Gry Marita Braut menunjukkan bahwa keduanya memenuhi kebutuhan emosional putranya sehingga ia memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan memiliki keyakinan dalam menjalani hidup. Selain itu, sang ayah juga terlibat aktif dalam pengasuhan sang putra.

Motivasi ini juga muncul karena Erling merasakan kehangatan dalam keluarga. Tak heran jika perasaan ini juga menumbuhkan keinginan untuk selalu melibatkan kedua orangtuanya terhadap karier sepak bola yang tengah digeluti.

"Saya berusaha membuat mereka bangga. Saya juga ingin mereka menjadi bagian dari hidup saya, atau setidaknya lebih banyak terlibat dalam perjalanan saya di dunia sepak bola, karena bagi saya, sepak bola adalah bagian hidup yang sangat istimewa."

Perjalanan Erling Haaland menjadi seorang pesepak bola muda tak terlepas dari keterlibatan dan dukungan kedua orangtuanya. Tanpa paksaan dan lebih banyak melakukan pengasuhan suportif, Erling tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan produktif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article