Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Persiapan Finansial sebelum Anak Masuk Sekolah Elite

5 Persiapan Finansial sebelum Anak Masuk Sekolah Elite
ilustrasi guru di kelas (pexels.com/yi lu)
Intinya Sih
  • Orangtua perlu menghitung pendapatan tetap dan menyesuaikannya dengan biaya sekolah elite agar tidak mengganggu kebutuhan rumah tangga lainnya.
  • Pertimbangan jangka panjang penting, termasuk masa pendidikan anak dan saudara-saudaranya, supaya keuangan keluarga tetap stabil tanpa harus memindahkan sekolah di tengah jalan.
  • Sekolah elite bukan satu-satunya pilihan; sekolah biasa dengan tambahan les atau kegiatan pengembangan diri juga bisa membantu anak meraih prestasi optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Orangtua pasti ingin memberikan segala yang terbaik buat anak. Apalagi terkait pendidikan yang akan sangat memengaruhi masa depannya. Oleh sebab itu, sama sekali tidak salah apabila kamu dan pasangan ingin mendaftarkan anak ke sekolah elite di kota kalian bertepatan dengan tahun ajaran baru nanti.

Dengan biaya yang lebih tinggi, sekolah elite memberikan fasilitas yang lebih lengkap. Tidak hanya alat-alat untuk proses belajar dan mengajar. Tenaga pendidik pun disaring dengan amat ketat. Kegiatan non-akademiknya juga beragam.

Kemampuan anak diharapkan dapat terasah dengan lebih baik di sini. Namun, tingginya biaya di sekolah elit tentu bisa menjadi beban bagi keuangan orangtua. Oleh sebab itu, persiapan finansial sebelum anak masuk sekolah elite berikut ini perlu untuk kalian perhatikan. Bisa jadi sekolah elite menjadi jawaban yang tepat atau justru kurang pas buat keluargamu.

1. Hitung dengan cermat pendapatan tetap vs biaya pendidikan anak

guru dan murid
ilustrasi guru dan murid (pexels.com/Thang Nguyen)

Bukan berarti orangtua yang bekerja lepas tidak boleh mendaftarkan anak ke sekolah elite. Freelancer meski nominal penghasilannya tak menentu, juga bisa mencapai angka yang gede. Maksud dari pendapatan tetap di sini adalah nominal penghasilan yang pasti didapat per bulannya.

Untuk orangtua yang bekerja di kantor, bonus, apalagi jumlahnya tidak seberapa, mending gak usah dimasukkan. Cukup gaji pokok suami dan istri saja buat menentukan apakah biaya pendidikan anak di sekolah elite masih masuk akal untuk kalian atau tidak. Sebab bonus sifatnya tidak pasti didapatkan.

Sementara untuk pasangan pekerja lepas, lebih aman bukan rata-rata penghasilan per bulan yang dihitung. Akan tetapi, sama seperti karyawan, yaitu uang yang pasti didapat dalam sebulan. Jumlahnya di bawah rata-rata penghasilan per bulan.

Misal, rata-rata pendapatan tiap bulan 10 juta rupiah. Namun, penghasilan asli per bulan kadang 12, 10, atau 8 juta rupiah. Angka yang dapat dipastikan masuk kantong tiap bulan adalah 8 juta rupiah. Maka ini disandingkan dengan biaya sekolah elite. Ingat, penghasilan orangtua juga masih dipakai buat kebutuhan macam-macam.

2. Juga mempertimbangkan masa pendidikan anak serta saudara-saudaranya

lorong sekolah
ilustrasi lorong sekolah (pexels.com/Nasirun Khan)

Terkadang yang bikin orangtua stres di belakang ialah tidak memperhitungkan masa pendidikan anak yang masih panjang. Juga pendidikan saudara-saudaranya. Mereka cuma fokus ke anak yang akan bersekolah saat itu.

Kamu gak boleh begini bila tidak mau suatu saat terpaksa memindahkan anak dari sekolah elite ke sekolah biasa. Psikis anak bisa sangat terguncang. Menyesuaikan diri di lingkungan sekolah yang baru tak mudah.

Misal, kamu mau mendaftarkan anak ke SD swasta yang mahal. Lama pendidikan 6 tahun. Sementara, 4 tahun lagi adiknya juga akan masuk sekolah dasar. Apakah dirimu mampu membiayai dua anak sekaligus di SD elite? Rasanya mustahil adik disekolahkan di sekolah biasa.

3. Fokus membiayai pendidikan anak, jangan larut gengsi orangtua murid

sekolah internasional
ilustrasi sekolah internasional (pexels.com/This And No Internet 25)

Membiayai sekolah anak saja sudah cukup berat. Apalagi bila kamu atau pasangan larut dalam gengsi orangtua murid. Contoh, beberapa orangtua murid membuat pesta ulang tahun mewah untuk anaknya.

Tempat perayaannya megah, masih pula bagi-bagi bingkisan yang isiannya mahal. Kamu lantas merasa juga harus melakukannya ketika anak ultah. Padahal, kemampuan keuanganmu gak sebaik orangtua lain. Ini tentu menjadi masalah.

Itu baru soal ulang tahun. Belum merek tas dan sepatu yang dipakai. Dirimu mesti bisa menahan diri sekaligus mewanti-wanti anak supaya tidak serta-merta menginginkan apa yang dimiliki atau didapatkan teman-temannya. Terpenting, anak tetap memperoleh pendidikan terbaik.

4. Kira-kira jenjang pendidikan berikutnya masih kuat di sekolah elite atau tidak?

kegiatan belajar mengajar
ilustrasi kegiatan belajar mengajar (pexels.com/kimmi jun)

Kelanjutan pendidikan anak pada jenjang berikutnya juga mesti dipikirkan sebelum kamu memasukkannya ke sekolah elite. Katakanlah, dirimu berhasil membiayainya di SD elite. Bagaimana dengan SMP-nya?

Biasanya makin tinggi jenjang pendidikan, makin gede juga biaya yang dikeluarkan. Kalau orangtua gak yakin dapat membiayai anak di SMP elite, lebih baik awalannya berubah. Anak sekolah di SD biasa saja dulu. Seandainya ketika usianya SMP nanti rezekimu dan pasangan membaik, baru masuk ke SMP yang termasuk elite.

Itu pun bukan semata-mata ditentukan oleh citra elitenya. Akan tetapi, anak juga harus bersedia karena belum tentu ia bisa nyaman di lingkungan sekolah elite. Juga masih ada jenjang pendidikan SMA serta kuliah yang sebisa mungkin naik level. Bukan justru turun level menjadi seadanya sebab orangtua kehabisan dana di tengah jalan.

5. Masih bisa sekolah biasa, tapi les-les di luar dioptimalkan

murid sekolah dasar
ilustrasi murid sekolah dasar (pexels.com/Mulya Has)

Orangtua mampu menyekolahkan anak di sekolah elite tentu baik sekali. Namun, jangan lantas berpikir sekolah elite adalah satu-satunya cara untuk mengantarkan anak menuju masa depan terbaiknya. Sekolah dengan biaya lebih ringan, bahkan gratis, pun tetap menjanjikan masa depan yang cemerlang.

Dengan biaya sekolah yang tak terlalu mahal, kamu dan pasangan masih punya dana buat pengembangan diri serta kemampuan anak di luar sekolah. Anak bisa diikutkan dalam berbagai les seperti pelajaran, musik, olahraga, dan sebagainya. Ada banyak keuntungan jika anak mengikutinya.

Temannya bertambah. Ia terbiasa dengan berbagai situasi. Penyesuaian dirinya menjadi lebih baik. Anak pun dapat mengukir beragam prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Persiapan finansial sebelum anak masuk sekolah elite perlu dilakukan dengan matang. Tidak hanya terkait pembiayaan, melainkan juga mental anak maupun orangtua. Jangan mengambil keputusan yang terlalu berani hanya karena FOMO banyak kawan, tetangga, atau saudaramu yang menyekolahkan anak ke sekolah elite.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More