"Seorang anak, terlepas dari kemampuan berenang mereka, tidak boleh pernah ditinggal tanpa pengawasan. Ada beberapa lapisan perlindungan terhadap tenggelam, dengan pengawasan sebagai yang paling utama," ujar Dr. Sarah Denny, Fellow American Academy of Pediatrics dilansir Fatherly.
Kesalahan Fatal Orangtua saat Mengawasi Anak di Kolam Renang

Liburan keluarga ke kolam renang memang selalu terasa menyenangkan. Namun di balik keceriaan itu, ada risiko yang sering kali diabaikan. Data dari berbagai lembaga kesehatan dunia menunjukkan bahwa tenggelam masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar pada anak-anak, dan ironisnya, banyak kejadian terjadi saat orangtua ada di dekat mereka.
Sebagian besar insiden itu bukan karena orangtua tak peduli, namun karena mereka gak sadar sedang melakukan kesalahan. Dari sekadar sebentar melirik HP sampai terlalu percaya anak pakai pelampung. Ada banyak kebiasaan yang kelihatannya wajar tapi ternyata bisa fatal. Yuk, simak di bawah ini beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan orangtua ketika mengawasi anaknya berenang.
1. Terlalu percaya anak bisa berenang

Banyak orangtua akhirnya mulai lengah begitu anak sudah ikut les renang atau dinilai cukup mahir di air. Banyak yang berpikir, biasanya kalau anak sudah bisa renang sendiri, risiko tenggelam jadi jauh lebih kecil. Tapi anggapan ini ternyata keliru dan bisa berujung fatal. Sebagaimana dilansir situs Fatherly, Sekitar 45 persen orangtua yang anaknya sudah mahir berenang mengizinkan anak mereka berenang tanpa pengawasan, dibandingkan hanya 13 persen orangtua yang anaknya belum bisa berenang.
2. Teralihkan sebentar saja sudah cukup berbahaya

Ini mungkin kesalahan yang paling sering terjadi dan juga paling mudah diremehkan. Bukan berarti orangtua gak peduli, tapi justru karena merasa 'ah, cuma sebentar.' Padahal, di jeda-jeda singkat seperti itulah, kecelakaan anak di kolam renang bisa saja terjadi. Hal tersebut disampaikan juga oleh Justin Scarr, CEO of Royal Life Saving Australia, dari situs Kidspot,
"Kesalahan terbesar yang dilakukan orangtua berkaitan dengan gangguan yang menciptakan kelengahan dalam pengawasan. Terlena oleh media sosial atau mengurus anak lain sudah cukup untuk membuat anak-anak tergelincir masuk ke kolam, dengan cepat dan tanpa suara."
Jika gangguan tersebut mengharuskan kamu meninggalkan area kolam renang sepenuhnya, kamu tetap harus memastikan anak ikut bersamamu. Jangan membiarkan jeda atau sikap lengah tersebut menimbulkan kecelakaan pada anak.
3. Underestimate anak usia 1-4 tahun

Kalau ditanya siapa yang paling perlu diawasi ketat di kolam renang, kebanyakan orang mungkin langsung jawab bayi. Tapi data justru menunjukkan sebaliknya. Anak yang sudah mulai bisa jalan, sekitar usia satu tahun, adalah yang paling rentan tenggelam.
"Anak-anak paling rentan tenggelam saat mereka mulai berjalan, yakni sekitar ulang tahun pertama mereka. Tragisnya, kami melihat lonjakan besar kasus tenggelam pada anak usia satu tahun yang tidak berkurang hingga mereka mencapai usia empat tahun, saat banyak dari mereka sudah mengembangkan kemampuan berenang," ujar Justin Scarr.
Sayangnya, banyak orangtua dan pengasuh yang beranggapan bahwa anak-anak yang paling kecillah yang perlu diawasi ketat. Sementara balita dan anak prasekolah yang mungkin sudah mulai les renang dan mempelajari keterampilan dasar seperti berenang ke tepi untuk keselamatan, dianggap tidak terlalu berisiko. Sebagai orangtua, penting untuk mengawasi anak dari segala usia.
Demikian beberapa kesalahan fatal orangtua saat mengawasi anak berenang. Semoga bermanfaat!


![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin Pilihan Kamu, Kami Tahu Gaya Berpakaianmu](https://image.idntimes.com/post/20250820/1000114574_6f910799-c6d7-463a-aed3-fd68d548d97b.jpg)















