Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rekomendasi Buku Parenting untuk Mendampingi Anak Autistik

5 Rekomendasi Buku Parenting untuk Mendampingi Anak Autistik
ilustrasi anak kecil (unsplash.com/@daen_2chinda)
Intinya Sih
  • Lima buku parenting direkomendasikan untuk membantu orang tua memahami dan mendampingi anak autistik dengan pendekatan empatik, komunikatif, serta berfokus pada kebutuhan sensorik dan emosional anak.
  • Setiap buku menawarkan perspektif berbeda, mulai dari memahami perilaku anak sebagai bentuk komunikasi hingga membangun koneksi emosional dan kemandirian melalui strategi positif berbasis bukti.
  • Artikel juga menekankan pentingnya kesehatan mental orang tua dengan menyarankan micro-break dan pembagian peran agar tetap tenang serta mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mendampingi tumbuh kembang anak di spektrum autisme memerlukan pendekatan yang penuh empati sekaligus berbasis strategi yang terstruktur. Sebagai orang tua, memahami bahwa otak anak bekerja dengan cara yang berbeda adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan rumah yang aman dan mendukung potensi mereka.

Banyak literatur parenting saat ini mulai bergeser dari metode yang bersifat "memperbaiki" anak menjadi metode yang lebih fokus pada komunikasi dan manajemen sensorik. Dengan panduan yang tepat, orang tua bisa belajar mengenali pemicu stres anak serta bagaimana cara membangun kemandirian mereka sejak dini tanpa harus menghilangkan identitas unik sang anak

1. Ten Things Every Child with Autism Wishes You Knew oleh Ellen Notbohm

Ten Things Every Child with Autism Wishes You Knew oleh Ellen Notbohm (amazon.com)
Ten Things Every Child with Autism Wishes You Knew oleh Ellen Notbohm (amazon.com)

Buku klasik ini ditulis dari sudut pandang seorang ibu yang juga memiliki anak autistik, memberikan sepuluh karakteristik utama yang sering kali sulit dikomunikasikan oleh anak-anak di spektrum. Ellen Notbohm membantu orang tua memahami bahwa perilaku anak yang dianggap "sulit" sebenarnya adalah bentuk komunikasi atas kebutuhan sensorik atau kognitif yang belum terpenuhi.

2. Uniquely Human: A Different Way of Seeing Autism oleh Barry M. Prizant

Uniquely Human: A Different Way of Seeing Autism oleh Barry M. Prizant (amazon.com)
Uniquely Human: A Different Way of Seeing Autism oleh Barry M. Prizant (amazon.com)

Alih-alih fokus pada "memperbaiki" perilaku, Dr. Prizant mengajak orang tua untuk melihat perilaku autistik sebagai upaya anak dalam mengatasi stres atau lingkungan yang menantang. Buku ini sangat direkomendasikan karena pendekatannya yang sangat memanusiakan anak dan fokus pada pembangunan koneksi emosional yang kuat antara orang tua dan anak.

3. The Whole-Brain Child oleh Daniel J. Siegel dan Tina Payne Bryson

The Whole-Brain Child oleh Daniel J. Siegel dan Tina Payne Bryson (amazon.com)
The Whole-Brain Child oleh Daniel J. Siegel dan Tina Payne Bryson (amazon.com)

Meskipun buku ini ditujukan untuk pola asuh anak secara umum, strategi yang ditawarkan mengenai integrasi otak sangat bermanfaat bagi orang tua dengan anak neurodivergen. Konsep-konsep di dalamnya membantu orang tua memahami bagaimana menenangkan sistem saraf anak yang sedang mengalami tantangan emosional melalui pendekatan yang logis dan penuh kasih sayang.

4. Positive Parenting for Autism oleh Victoria Boone

Positive Parenting for Autism oleh Victoria Boone (amazon.com)
Positive Parenting for Autism oleh Victoria Boone (amazon.com)

Buku ini menawarkan teknik modifikasi perilaku yang positif dan berbasis bukti untuk membantu anak autistik mengembangkan keterampilan fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Fokusnya adalah pada pemberian penguatan yang memotivasi anak untuk belajar hal baru, mulai dari kemandirian di kamar mandi hingga keterampilan bersosialisasi yang sederhana.

5. Raising Human Beings oleh Ross W. Greene

Raising Human Beings oleh Ross W. Greene (amazon.com)
Raising Human Beings oleh Ross W. Greene (amazon.com)

Ross Greene memperkenalkan pendekatan yang disebut Collaborative & Proactive Solutions (CPS), yang sangat efektif digunakan oleh orang tua dengan anak yang memiliki hambatan komunikasi. Alih-alih menggunakan hukuman, buku ini mengajarkan cara bekerja sama dengan anak untuk memecahkan masalah yang memicu konflik, sehingga hubungan antara orang tua dan anak menjadi lebih kuat.

Jika kamu sebagai orang tua mulai merasa overstimulated karena tuntutan pengasuhan atau lingkungan rumah yang sedang sangat aktif, segera cari waktu untuk melakukan micro-break selama beberapa menit. Menjauh sejenak ke ruangan lain, mengatur napas dengan ritme yang lambat, atau menggunakan alat bantu pendengaran untuk meredam kebisingan bisa membantu menenangkan sistem sarafmu sendiri.

Penting untuk diingat bahwa kondisi mental orang tua yang stabil adalah kunci utama untuk bisa mendampingi anak dengan kepala dingin. Jangan ragu untuk berbagi peran atau meminta bantuan agar kamu memiliki ruang untuk mengisi ulang energi sensorik dan emosionalmu kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us