Menghadapi situasi di mana anak berada dalam kondisi overwhelmed hingga memicu tantrum membutuhkan ketenangan ekstra dari orang tua agar eskalasi emosi tidak semakin memuncak. Perlu dipahami bahwa bagi anak autistik, apa yang terlihat seperti tantrum sering kali sebenarnya adalah meltdown, yaitu reaksi sistem saraf yang sudah tidak mampu lagi memproses rangsangan di sekitarnya.
Dalam kondisi ini, anak kehilangan kendali atas dirinya sendiri, sehingga pendekatan yang bersifat menghukum justru akan memperburuk keadaan. Fokus utama orang tua adalah menjadi "jangkar" yang stabil dengan memberikan rasa aman secara fisik dan sensorik tanpa banyak tuntutan verbal yang membingungkan. Dengan penanganan yang tepat dan sabar, fase sulit ini bisa dilewati sekaligus menjadi momen untuk memperkuat ikatan emosional antara kamu dan anak.
