4 Alasan Kita Sebaiknya Tidak Mengambil Keputusan Saat Stres
.jpg)
- Stres mendorong respons spontan dan kebiasaan, sehingga keputusan terburu-buru—seperti membalas pesan emosional atau mengundurkan diri—berisiko dibuat tanpa mempertimbangkan dampak.
- Dalam tekanan, penilaian terhadap risiko dan imbalan dapat berubah; keputusan besar sebaiknya ditinjau kembali saat kondisi lebih stabil agar konsekuensinya lebih diperhitungkan.
- Emosi kuat serta gangguan fungsi kognitif saat stres dapat mempersempit pandangan terhadap pilihan. Memberi jeda membantu menilai masalah dan dampak jangka panjang dengan lebih tenang.
Saat sedang stres, kita mungkin merasa harus segera menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Tekanan pekerjaan, konflik dengan orang lain, masalah keluarga, hingga persoalan pribadi dapat membuat pikiran dipenuhi berbagai hal dalam waktu bersamaan. Dalam kondisi seperti itu, keputusan yang kita ambil bisa berbeda dari pilihan yang mungkin dibuat ketika pikiran lebih tenang.
Stres memang tidak selalu membuat seseorang mengambil keputusan yang buruk. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres dapat memengaruhi cara kita menilai pilihan, menghadapi risiko, memproses informasi, dan menentukan tindakan. Karena itu, ada beberapa alasan mengapa keputusan penting sebaiknya tidak dibuat ketika kita sedang berada dalam tekanan tinggi.
1. Stres membuat kita lebih mengandalkan keputusan spontan

ilustrasi pria yang sedang stres (freepik.com/tonodiaz) Ketika berada dalam kondisi tertekan, kita dapat lebih mudah mengandalkan respons yang sudah terbiasa dilakukan daripada mempertimbangkan pilihan secara mendalam. Penelitian mengenai stres dan pengambilan keputusan menunjukkan adanya kecenderungan pergeseran dari keputusan yang berorientasi pada tujuan menuju respons yang lebih bersifat kebiasaan. Kondisi tersebut dapat membuat kita memilih sesuatu karena terasa paling mudah atau familiar pada saat itu.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat terlihat ketika kita langsung membalas pesan saat sedang emosi, mengundurkan diri saat kecewa, atau mengambil keputusan besar hanya untuk menghilangkan tekanan. Pilihan tersebut mungkin memang benar dalam beberapa keadaan, tetapi keputusan yang dibuat secara terburu-buru membuat kita memiliki lebih sedikit waktu untuk mempertimbangkan akibatnya. Menunda keputusan sejenak dapat memberi kesempatan untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.
2. Kita bisa lebih sulit mempertimbangkan risiko

ilustrasi pria yang sedang kecewa (pexels.com/Andrew Neel) Stres juga dapat memengaruhi cara kita menilai risiko dari sebuah pilihan. Sejumlah penelitian menemukan bahwa stres dapat meningkatkan kecenderungan mencari imbalan atau mengambil risiko dalam situasi tertentu, meskipun hasil penelitian tidak selalu menunjukkan arah yang sama untuk semua kondisi. Artinya, stres bukan berarti otomatis membuat seseorang menjadi lebih berani atau lebih ceroboh, tetapi kondisi tersebut dapat mengubah cara risiko dipertimbangkan.
Misalnya, kita yang sedang tertekan karena pekerjaan mungkin menerima tawaran baru tanpa memeriksa seluruh konsekuensinya. Orang yang sedang menghadapi konflik juga bisa memilih tindakan yang memberikan kelegaan segera tanpa memikirkan dampaknya terhadap hubungan dalam jangka panjang. Karena itu, keputusan yang memiliki konsekuensi besar sebaiknya diberi waktu untuk dipikirkan kembali ketika kondisi sudah lebih stabil.
3. Emosi bisa lebih mudah memengaruhi pilihan

ilustrasi pria yang sedang kecewa (pexels.com/cottonbro studio) Stres tidak hanya berkaitan dengan pikiran, tetapi juga dengan kondisi emosional. Ketika sedang marah, takut, kecewa, atau tertekan, emosi tersebut dapat ikut memengaruhi cara kita menilai pilihan dan hasil yang mungkin terjadi. Penelitian menunjukkan bahwa emosi dapat memengaruhi pengambilan keputusan dalam situasi yang mengandung risiko dan ketidakpastian.
Itulah sebabnya keputusan yang dibuat ketika emosi sedang tinggi terkadang terasa berbeda setelah kita lebih tenang. Contohnya, kita mungkin ingin memutus hubungan karena sedang marah, mengirim pesan panjang ketika kecewa, atau mengambil keputusan pekerjaan setelah mengalami hari yang buruk. Memberi jeda bukan berarti mengabaikan masalah, melainkan memberi kesempatan agar keputusan tidak hanya didorong oleh emosi yang sedang kuat.
4. Pikiran lebih sulit melihat masalah secara menyeluruh

ilustrasi seseorang yang sedang stres (pexels.com/Alex Green) Keputusan yang baik biasanya membutuhkan kemampuan untuk membandingkan beberapa pilihan, memperkirakan konsekuensi, dan menyesuaikan pertimbangan. Stres dapat memengaruhi proses yang berperan dalam pengambilan keputusan, termasuk fungsi kognitif dan kemampuan mengendalikan respons terhadap situasi. Stres akut dapat mengganggu sejumlah proses kognitif, motivasional, dan emosional yang terlibat dalam pengambilan keputusan.
Dalam kondisi seperti ini, kita mungkin hanya berfokus pada masalah yang paling terasa mendesak tanpa melihat pilihan lain yang sebenarnya tersedia. Padahal, beberapa keputusan membutuhkan pertimbangan lebih panjang karena dampaknya dapat berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Karena itu, ketika memungkinkan, memberi jeda sebelum mengambil keputusan besar dapat membantu kita kembali menilai pilihan dengan kondisi yang lebih tenang.
Kita memang tidak bisa menghindari semua situasi yang membuat stres, termasuk ketika harus mengambil keputusan penting. Namun, ketika masih punya waktu untuk berpikir, tidak ada salahnya memberi diri sendiri jeda sebelum menentukan pilihan. Bisa jadi, keputusan yang terasa paling tepat saat pikiran sedang penuh akan terlihat berbeda setelah kita kembali tenang.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
![[QUIZ] Pilih Quotes Upin Ipin, Ini Level Mindfulness Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260718/08a66730-aef0-46ca-acca-641adadf9e93_83f05e4e-10f4-415b-8434-6d70184ee13d.jpg)

![[QUIZ] Pilih Quotes, Ini Mindfulness yang Cocok untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260528/pexels-stefanoph-4825417_4de5a3e2-aae0-458e-9f1b-0ff6198d7e17.jpg)




















