Pernah gak, selesai membaca novel, bukannya merasa puas atau lega, kamu malah kepikiran terus dengan ceritanya? Saat berkegiatan pun masih sibuk menciptakan teori sendiri di kepala. Kondisi itu wajar dialami oleh penikmat karya ketika menamatkan buku.
Namun, hal itu terjadi bukan karena cerita yang disajikan terbilang jelek, melainkan karena ceritanya berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca. Ada banyak cara bagi penulis untuk menutup kisah yang mereka tulis dalam novelnya, sejumlah ending tertentu dianggap lihai dalam memainkan emosi pembaca, membuat pembaca menerka-nerka, dan memicu overthinking. Penasaran apa saja jenis ending cerita tersebut? Yuk, simak ulasan berikut!
