Di era media sosial, pencapaian sering kali terasa belum lengkap kalau belum dibagikan. Mendapat nilai bagus, memenangkan kompetisi, lulus dengan prestasi, mengikuti program bergengsi, atau berhasil mencapai target tertentu bisa dengan mudah menjadi konten yang dilihat banyak orang. Tidak ada yang salah dengan membagikan kabar baik, tetapi terkadang muncul tekanan bahwa sebuah pencapaian baru dianggap keren ketika mendapatkan banyak likes, komentar, atau apresiasi dari orang lain.
Padahal, belajar dan berprestasi tidak harus selalu disertai flexing. Ada banyak pencapaian yang justru memiliki makna lebih dalam ketika kita menikmatinya untuk diri sendiri. Bukan berarti harus menyembunyikan semua keberhasilan, tetapi penting untuk memahami bahwa nilai sebuah pencapaian tidak ditentukan oleh seberapa banyak orang yang mengetahuinya. Berikut lima alasannya.
