Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah berhadapan dengan orang yang gemar memperbesar masalah. Perselisihan kecil bisa berubah menjadi konflik panjang, bahkan terkadang menyeret orang-orang yang sebenarnya tidak terlibat. Menghadapi situasi seperti ini tentu melelahkan, apalagi jika drama yang sama terus berulang tanpa ada penyelesaian.
Sayangnya, keputusan untuk menjaga jarak dari drama sering kali disalahartikan sebagai sikap tidak peduli. Orang yang memilih diam dianggap tidak punya empati, sementara mereka yang enggan ikut campur justru dituduh egois. Padahal, tidak semua persoalan harus melibatkan kita. Ada beberapa alasan mengapa menjauh dari drama justru bisa menjadi pilihan yang bijaksana.
