Siapa pun yang sedang mengalami masalah keuangan pasti merasa stres. Gak usah sampai kamu terbelit banyak utang. Pendapatan turun sedikit atau penghasilan tetap, sedangkan biaya hidup naik saja sudah bikin pusing. Apalagi ketika situasi finansial memaksamu untuk downgrade atau turun kelas.
Cara Menghindari Konflik sama Pasangan saat Harus Downgrade

- Tekanan finansial dan kebutuhan downgrade dapat memicu konflik rumah tangga, sehingga pasangan perlu tetap tenang, tidak saling menyalahkan, serta menghindari penyesalan atas pilihan menikah.
- Pasangan dianjurkan segera menyesuaikan pengeluaran, mencari tambahan penghasilan, dan menata ulang prioritas keluarga secara fleksibel sesuai kondisi ekonomi terkini.
- Perbedaan strategi downgrade perlu dihargai dengan memahami kebutuhan masing-masing; kekompakan dan pola pikir bertahan bersama membantu keluarga mengamankan kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, kamu sudah berkeluarga. Tingkat stres berlipat karena besarnya tanggunganmu. Makin repot kalau hanya dirimu yang bekerja dan pasanganmu nol penghasilan. Masih pula kamu mesti rutin kasih uang ke orangtua, mertua, atau saudara.
Tak jarang keadaan seperti di atas memicu pertengkaran rumah tangga. Kalau pertengkaran sering terjadi dan masalah tak kunjung teratasi, pernikahan bisa dibayangi perpisahan. Oleh karena itu, usahakan kamu dan pasangan sama-sama tetap berpikiran dingin. Enam cara menghindari konflik sama pasangan saat harus downgrade berikut ini semoga bisa membantu kalian bertahan hingga keadaan ekonomi membaik.
1. Jangan saling menyalahkan

ilustrasi pasangan (pexels.com/Jack Sparrow) Sikap menyalahkan pasangan memang mudah sekali dilakukan dibandingkan dengan usaha nyata kalian untuk mengatasi persoalan yang sesungguhnya. Akan tetapi, apakah ini ada manfaatnya? Sama sekali tidak, hanya menambah panas situasi di rumah.
Baik kamu maupun pasanganmu tak punya kendali atas apa yang terjadi saat ini. Kalian terpaksa downgrade bukan karena salah satu melakukan kesalahan dalam pekerjaan atau pengelolaan keuangan. Memang keadaan perekonomian di Tanah Air sedang tidak baik-baik saja.
Tetaplah berpikir waras dengan tidak membebankan beban seberat itu pada pundak pasangan. Gak ada satu orang pun yang mau dengan senang hati turun kelas. Kalian cuma bakal saling melukai apabila terus saling menyalahkan.
2. Jangan ada penyesalan menikah dengan pasangan

ilustrasi pasangan (pexels.com/Pavel Danilyuk) Seandainya kamu menikah dengan orang lain, apakah ada jaminan keluargamu tak akan pernah mengalami downgrade? Bahkan jika kekayaannya ketika menikahimu sangat luar biasa, hal-hal yang terjadi dalam kehidupan dapat memaksa kalian untuk turun kelas. Lagi-lagi, ini bukan kesalahan pasanganmu.
Tidak penting untukmu berandai-andai menikah dengan orang lain. Penyebab downgrade masyarakat luas ialah pelemahan rupiah serta berbagai kebijakan yang tidak pro rakyat. Masyarakat hanyalah korban.
Level masalahnya sudah di tingkat nasional. Bahkan bila dirimu menikah dengan orang lain, boleh jadi downgrade-nya lebih parah. Misalnya, hari ini pendapatan pasanganmu cuma dipotong. Sementara, andai pasanganmu bukan dia, justru sampai kena PHK.
3. Fokus apa yang bisa dan harus dilakukan

ilustrasi pasangan (pexels.com/Viktoria Slowikowska) Tentu gonjang-ganjing ekonomi bikin kamu serta pasangan susah memusatkan perhatian pada hal penting. Kepala terasa penuh karena kalian memikirkan berbagai hal. Kecemasan dan ketidaktahuan akan masa depan memperburuk keadaan.
Namun, kalian tetap harus belajar berkonsentrasi pada apa yang bisa dan harus dilakukan sekarang juga. Jangan ada penundaan sekejap pun. Contohnya, penghasilan terpangkas. Kalian perlu segera mengikutinya dengan pemangkasan pengeluaran yang sifatnya gak urgen.
Itu saja barangkali belum cukup. Kalian masih bisa mencari pendapatan tambahan guna memperkuat keuangan keluarga. Kalau tadinya cuma satu orang yang bekerja, sekarang dua-duanya. Bahkan tiap orang dapat melakoni beberapa pekerjaan.
4. Tata ulang prioritas sesuai keadaan

ilustrasi pasangan (pexels.com/Ketut Subiyanto) Prioritas keuangan hendaknya memang tidak kaku. Fleksibilitas tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi situasi ekonomi yang gak sesuai harapan. Seperti saat kalian kudu downgrade.
Misalnya, tadinya prioritas kalian dalam 1 atau 2 tahun mendatang adalah mendaftarkan anak ke sekolah swasta terbaik di kota kalian. Tentu biayanya mahal. Sekarang dengan fakta kalian kudu turun kelas, prioritas dibuat lebih umum.
Soal pendidikan, terpenting anak tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ketika saatnya tiba. Akan tetapi, pilihan sekolahnya tak lagi yang pertama. Kecuali sebelum waktu pendaftaran sekolah, perekonomian sudah membaik dan memungkinkan kalian menyiapkan dananya.
5. Hargai strategi downgrade masing-masing

ilustrasi pasangan (pexels.com/Ivan S) Masalah yang kerap bikin pasangan bertengkar kadang bukan keharusan downgrade-nya. Soal itu sudah gak bisa dihindari atau dinafikan. Dirimu serta pasangan sama-sama tahu downgrade tidak terelakkan lagi.
Titik perselisihan justru terjadi saat kalian memiliki cara downgrade yang berbeda dan rasanya gak adil. Contohnya, kamu rela downgrade dengan melepas mobil serta beralih ke sepeda motor butut. Sementara itu, pasanganmu boro-boro ganti motor tua sepertimu.
Ia diajak melepas mobilnya dan membeli motor yang lumayan mahal saja tidak mau. Jika fokusmu hanya pada penolakannya untuk menjual mobil agar sama denganmu, niscaya rasanya kamu geram sekali. Pasangan terlihat egois, penuh gengsi, dan mau menang sendiri.
Namun, alasannya sebetulnya logis. Pekerjaan menuntutnya untuk selalu tampil rapi dari kaki sampai tatanan rambut. Jika dia naik motor dan pakai helm, butuh waktu cukup banyak buat merapikan diri lagi. Bisa-bisa ia terlambat menemui klien atau penampilannya tetap gak serapi biasanya.
6. Jadikan tantangan untuk kalian mengasah skill bertahan hidup

ilustrasi pasangan makan (pexels.com/Zeynep M.) Keharusan downgrade pastinya tidak menyenangkan. Akan tetapi, bila kalian cuma fokus ke rasa gak nyaman tentu bakal makin tersiksa. Ini bukan lelucon, tapi kamu dan pasangan bakal lebih tangguh apabila melihat situasi saat ini sebagai tantangan.
Semacam game yang harus dimenangkan oleh kalian. Permainan tentang cara bertahan hidup bersama keluarga di tengah situasi ekonomi yang serba mengimpit. Mindset begini mendorong kalian untuk mengutamakan kekompakan.
Sebab bila kalian sibuk ribut justru tambah sulit untuk sekadar survive. Baik kamu maupun pasangan sama-sama akan mengerahkan usaha terbaik untuk mengamankan berbagai kebutuhan keluarga. Kalian berjuang agar bertahan dari hari ke hari sampai badai berlalu.
Keharusan downgrade menjadi pukulan telak dalam rumah tangga. Apalagi jika level turun kelasnya sampai kalian ketar-ketir soal gizi anak. Tenangkan hati dan bangun kepercayaan yang lebih besar lagi dengan pasangan. Setidaknya, enam cara menghindari konflik sama pasangan saat harus downgrade meyakinkanmu bahwa kalian pasti bisa melaluinya bersama-sama.






















