ilustrasi memilih tas (pexels.com/cottonbro studio)
Orang yang fanatik dengan merek bisa lebih tertarik dengan barang bekas tetapi branded dibandingkan baru tetapi gak bermerek. Namun, pencarian barang bermerek biasanya terkendala oleh keterbatasan bujet. Barang KW dapat dipilih oleh sebagian orang.
Akan tetapi, sebagian lagi bersikap anti dan memilih barang tangan kedua yang penting asli. Dengan uang senilai 1 barang bermerek yang baru, mereka dapat memperoleh 2 barang bermerek sama tetapi bekas. Makin mahal harga barunya, makin barang bekasnya tetap menjadi incaran.
Ini sebabnya penggemar barang-barang branded yang berkantong tebal juga tak pernah merasa terlalu rugi telah mengeluarkan uang yang besar untuk membelinya begitu diluncurkan. Selain bisa dipakai sendiri, ketika dilepas lagi juga masih ada harganya dan peminatnya cukup banyak. Hubungan ini terasa saling menguntungkan bagi mereka sesama penyuka barang bermerek.
Dengan adanya barang bekas bermerek terkenal, orang masih bisa bergaya dengan bujet terbatas. Keunggulan barang bermerek ternama adalah kualitasnya sudah teruji serta perawatan oleh pemilik pertama biasanya baik. Pemiliknya juga umumnya tak menunggu barang rusak untuk menjualnya kembali sehingga kondisi masih tampak seperti baru.
Setiap orang punya pilihan masing-masing terkait barang yang akan dibeli dan digunakan. Gak gengsian bukan berarti harus mau memakai barang bekas. Namun jika ada orang di sekitar kita yang gak gengsi pakai barang bekas, kita pun tak perlu bersikap negatif.