Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Plant Therapy Lebih Menyegarkan daripada Scrolling
ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Plant therapy memberi jeda dari banjir informasi media sosial melalui aktivitas sederhana seperti memeriksa tanah, membersihkan daun, atau memangkas bagian layu.
  • Interaksi dengan tanaman mengarahkan perhatian pada pengalaman nyata, seperti menyentuh tanah dan mengamati daun, sehingga membantu fokus pada lingkungan sekitar.
  • Merawat tanaman menawarkan kepuasan melihat pertumbuhan bertahap, mengurangi kebiasaan scrolling otomatis, serta menghadirkan suasana hijau yang lebih nyaman di ruangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah kamu seharian beraktivitas baik itu bekerja, mengerjakan tugas, atau menghadapi berbagai urusan, buka media sosial selalu jadi pilihan untuk beristirahat. Tinggal rebahan, buka ponsel, lalu scrolling. Awalnya memang terasa menyenangkan. Namun, pernah gak kamu merasa sudah scrolling lama, tapi kepala tetap terasa penuh?

Bukannya lebih segar, kamu malah semakin gelisah, atau merasa seperti gak benar-benar istirahat. Nah, sudah saatnya kamu coba plant therapy yang bisa menjadi alternatif menarik. Plant therapy adalah aktivitas merawat dan berinteraksi dengan tanaman untuk membantu menciptakan suasana yang lebih tenang. Ada lima alasan kenapa merawat tanaman terasa lebih menyegarkan untuk otak yang lelah sebagai berikut!

1. Merawat tanaman membuat otak beristirahat dari banyaknya informasi

ilustrasi akar tanaman (pexels.com/karolina-grabowska)

Salah satu alasan scrolling media sosial gak bikin rileks adalah banyaknya informasi yang masuk dalam waktu singkat. Saat membuka satu aplikasi, kamu bisa berpindah dari video pendek ke berita, komentar, iklan, foto teman, lalu kembali lagi ke video lainnya. Setiap konten memberikan rangsangan. Bahkan ketika kamu tak secara sadar memikirkan semuanya, perhatian tetap berpindah dari satu hal ke hal lain.

Sebaliknya, merawat tanaman memiliki ritme yang jauh lebih lambat. Kamu hanya perlu memperhatikan satu aktivitas pada satu waktu. Misalnya, memeriksa apakah tanah sudah kering, membersihkan debu dari daun, atau memangkas bagian tanaman yang layu. Aktivitas ini memberikan kesempatan bagi perhatianmu untuk berhenti berpindah-pindah.

2. Tanaman mengajak kamu kembali fokus pada hal yang ada di depan mata

ilustrasi menyiram tanaman (unsplash.com/trung18tuoi)

Saat terlalu lama menggunakan ponsel, perhatianmu cenderung berada di dunia digital. Kamu memikirkan apa yang baru saja dilihat, menunggu video berikutnya, atau penasaran dengan unggahan selanjutnya. Plant therapy menawarkan pengalaman yang lebih nyata. Kamu bisa menyentuh tanah, melihat warna daun, mencium aroma tanaman, atau memperhatikan tunas baru yang muncul.

Hal-hal kecil tersebut membuat perhatian kembali tertuju pada lingkungan sekitar. Konsep ini dekat dengan mindfulness, yaitu kemampuan untuk memperhatikan hal yang sedang berlangsung tanpa terus-menerus terseret oleh pikiran lain. Misalnya, ketika sedang menyiram tanaman, kamu bisa benar-benar memperhatikan kondisi tanah dan daun daripada melakukannya sambil membuka media sosial.

3. Ada rasa puas dari melihat sesuatu bertumbuh

ilustrasi menanam sayuran (pexels.com/Greta Hoffman)

Tanaman tidak memberikan hasil secara instan. Kamu menyiramnya hari ini, tapi mungkin baru melihat daun baru beberapa minggu kemudian. Justru proses yang lambat ini bisa menjadi bagian menarik dari merawat tanaman. Di tengah kehidupan yang cepat, melihat sesuatu tumbuh secara perlahan dapat memberikan pengalaman yang berbeda.

Kamu bisa melihat bahwa usaha kecil yang dilakukan secara konsisten bisa memiliki hasil, meskipun gak langsung terlihat. Misalnya, tanaman yang awalnya hanya memiliki beberapa helai daun perlahan mengeluarkan tunas baru. Ada kepuasan tersendiri ketika kamu menyadari bahwa sesuatu berkembang karena dirawat secara rutin.

4. Merawat tanaman memberikan jeda dari kebiasaan scrolling

ilustrasi menanam bunga (pexels.com/cottonbro)

Pernah membuka ponsel hanya untuk mengecek satu pesan, tapi tiba-tiba sudah berada di media sosial selama 30 menit? Ini sering terjadi karena scrolling sudah menjadi kebiasaan otomatis. Biasanya, tangan mengambil ponsel ketika kamu merasa bosan, lelah, atau sedang menunggu sesuatu. Tanpa sadar, kamu buka aplikasi tertentu dengan spontan.

Nah, dengan memiliki tanaman kamu bisa memberikan alternatif dari kebiasaan tersebut. Ketika ingin mengambil ponsel karena bosan, kamu bisa mencoba melakukan aktivitas kecil seperti menyiram tanaman, membersihkan pot, atau memeriksa kondisi daun. Ponsel tidak lagi menjadi satu-satunya cara untuk mengisi waktu kosong. Satu atau dua tanaman di kamar, balkon, atau dekat jendela pun sudah cukup untuk menjadi bagian dari rutinitas.

5. Suasana hijau bisa menciptakan ruang yang lebih nyaman

ilustrasi tanaman indoor (pexels.com/Mikhail Nilov)

Selain aktivitas merawatnya, keberadaan tanaman juga dapat memengaruhi suasana ruangan. Sedikit warna hijau di meja kerja atau kamar bisa membuat ruang terasa lebih hidup dan gak terlalu monoton. Hal ini menjadi semakin menarik bagi kamu yang menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan.

Setelah berjam-jam melihat layar komputer dengan tampilan yang sama, keberadaan tanaman dapat memberikan elemen visual yang berbeda. Kamu bisa menempatkan tanaman di dekat meja kerja, jendela, rak buku, atau sudut kamar. Pilih tanaman yang sesuai dengan kondisi ruangan dan kemampuanmu merawatnya. Tanaman yang mudah dirawat seperti pothos, atau snake plant bisa menjadi pilihan awal.

Jadi, ketika kepala terasa penuh setelah seharian menatap layar, cobalah plant therapy. Bisa jadi yang kamu butuhkan justru jeda, letakkan ponsel, dekati tanaman di sudut kamar, lalu lakukan sesuatu dengan pelan-pelan agar kamu lebih tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article