Enemies to lovers jadi salah satu formula yang paling disukai dalam cerita bergenre romansa. Sesuai dengan namanya, trope ini menceritakan dua karakter yang awalnya saling bermusuhan, membenci satu sama lain, kemudian berakhir dengan saling jatuh cinta.
Melansir laman Penerbit KBM Indonesia, enemies to lovers merupakan naratif trope di mana dua karakter memulai hubungan mereka dengan konflik, lalu berubah menjadi ketertarikan romantis. Daya tarik utama dari trope ini terletak pada proses perubahan karakternya serta penghalang emosional yang harus diatasi, bukan sekadar rasa benci yang biasa.
Meski terdengar klise, nyatanya formula ini dinilai gak pernah gagal membuat pembaca ketagihan, ceritanya bikin berdebar-debar dan senyum-senyum sendiri. Berikut sejumlah alasan kenapa enemies to lovers selalu sukses membuat pembaca ketagihan.
